Ilustrasi angkringan | Foto Viva.co.id

Asmarainjogja.id – Jika suatu saat kamu tengah berada di Yogyakarta pada malam hari dan perutmu terasa lapar, maka tidak usah bingung ke mana hendak mencari kuliner. Karena di daerah tersebut memang iconnya makanan murah dengan harga meriah atau yang lebih populer kita kenal sebagai “angkringan’’. Berdiri berderet di pinggir-pinggir jalan dengan tenda terbuka, dengan makanan diletakkan di atas gerobak panjang lengkap dengan meja dan kursi.

Adapun jenis-jenis hidangan yang disajikan sangat beragam, seperti nasi bungkus mungil atau yang akrab disebut ‘’Sego Kucing’’ alias nasi kucing, sebab jumlah nasi dan lauk yang sangat sedikit, sehingga membuat nafsu makan seseorang akan kembali makan sebab penasaran. Apalagi jika citarasa masakannya sangat sedap dan cocok di lidah, maka dijamin makan lebih dari satu bungkus.

Sebagai pelengkap di angkringan tersebut ada juga aneka sate seperti usus, ati ampela, kerang, keong, gajih, bakso bakar, telur puyuh, sosis, aneka gorengan [bakwan, pisang goreng, mendoan, tahu tepung, bakso tahu], pisang rebus, tahu dan tempe bacem, kerupuk. Untuk minumannya sendiri ada wedang jahe, wedang uhu, , kopi susu, kopi hitam dan teh hangat, bahkan wedang tape.

Di samping menu di atas ada lagi jajanan lain misalnya: klepon, risollles, pastel, moto kebo. Ada juga nasi pecel, nasi sayur brongkos, serta bakmi jawa, oseng tempe super pedas, oseng jamur, rica-rica, ceker berikut kepala ayam, terong balado.   Pokoknya sangat menggugah selera makanmu.

Hijab

 

1] Angkringan Lek Man

Angkringan ini cukup melegenda di kota Yogyakarta dan disebut-sebut orang sebagai pelopor berdirinya warung merakyat ini. Terletak di utara Stasiun Tugu Yogyakarta, atau lebih tepatnya berada di Jalan Mangkubumi, Gowongan, Jetis, Yogyakarta, jam buka antara 16.00-05.00.

Yang paling menarik dari angkringan ini adalah ‘’Kopi Jossnya’’ yaitu minuman panas kopi yang cara penyajiannya diberi arang panas masih menyala hingga menimbulkan suara joss. Konon sudah berjualan semenjak tahun 1950-an oleh Mbah Pairo kemudian diwariskan kepada sang anak Lek Man.

2] Angkringan Satari

Mengambil dari nama pemiliknya yang bernama asli Pak Satari Abdullah, berlokasi di komplek pertokoan Medari Sleman, Jalan Magelang. Angkringan ini sudah terkenal dengan kelengkapan hidangan yang disajikan, sudah beralih konsep menjadi warung makan.

3] Agkringan JAC

Awalnya dulu tempat ini sering digunakan oleh para komunitas anak muda yang mengemari automotif atau yang lebih dikenal dengan nama JAC [Jogyakarta Automotive Community]. Namun seiring berjalannya waktu berdiri komunitas yang sama untuk seniman dan onthel, sehingga   menjadi berkembang sangat pesat.

Angkringan ini terletak di Ndalem Pakuningratan dekat Tamansari, Yogyakarta. Area tersebut dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono ke 7 pada tahun 1877. Sajian makanan di tempat ini juga sangat lengkap dan bervariasi. Buka setiap hari, dari pukul 18.00 -23.000. Menyajikan jajanan yang sudah jarang ditemui seperti: Clorot, Kipo, Semar Mendem, lupis, dan Jadah Manten.

4] Angkringan Wijilan

Sesuai dengan namanya Wijilan, memang angkringan tersebut letaknya juga di daerah sentra kota gudeg. Menariknya dari tempat ini adalah saat kamu hendak meminta teh gula batu, cukup disediakan cangkir kosong yang berisi gula batu dan pembeli menuangkan tehnya sendiri yang berasal dari cangkir lain yang telah terisi juga rendaman daun teh. Beralamat di Jalan Wijilan, Panembahan, Kraton, Kota Yogyakarta 55131, jam operasionalnya mulai dari siang hinga pagi hari.

5] Angkringan Pak Panut Klebengan

Terletak tepat di depan gedung di utara Fakultas Perternakan dan Kedokteran Hewan UGM dekat lapangan Klebengan. Buka sekitar jam 5 sore hingga 10 malam. Alamat tepatnya: Klebengan, Jalan Gambir Deresan, Caturtunggal, Sleman, Kabupaten Sleman, DIY 55281, jam operasinalnya hingga tengah malam.

6] Angkringan Lek Adi

Berlokasi di Jalan Pramuka, Kotagede Yogyakarta. Yang menarik dari tempat ini menyajikan menu nasi bakar yang sangat nikmat. Tempat ini jadi area berburu warga setempat pada malam hari untuk mencari makanan.

7] Angkringan KR Pak Jabrik

Terletak tak jauh dari Angkringan Tugu, berlamat di Jalan Mangkubumi 500 meter arah utara. Dinamakan Angkringan KR sebab berlokasi di Depan Kantor Surat Kabar Kedaulatan Rakyat atau disingkat KR.

8] Angkringan Pakualaman

Terletak di area halaman depan Keraton Puro Pakualaman, bisa dikatakan foodcourt karena banyak penjualnya. Tapi ada satu yang jadi pembedanya yaitu menu roti bakar dan dadar gulung. Selain itu juga banyak pengamen jalanan dengan suara asyiknya.

9] Angkringan Sendang

Ini ada dua tempat di depan Resto Sendang Ayu (Jalan Solo) dan di dekat STTNas (Jalan Babarsari). Ciri khas dari angkringan ini adalah, wadah pembungkusnya diberi label atau cap dengan nama ‘’Sendang’’ sesuai dengan nama angkringannya.

Angkringan memang selalu menarik untuk didatangi, dan bukan itu saja, melesatnya perkembangan jaman, sekarang warung-warung tersebut dilengkapi pula oleh fasilitas wifi oleh pemilikya. Sehingga membuat para pengunjung yang datang betah berlama-lama duduk sambil bermain berselancar di dunia maya sembari makan.


Hijab

 

Meski banyak berdiri restoran bagus di area sekitar itu, namun pesona angkringan seolah tak pernah memudar. Selalu digemari oleh berbagai kalangan, terutama anak muda yang berkantong pas-pasan, dan juga anak kos yang sedang kuliah di Kota Pendidikan itu. Keakraban, kehangatan, dan persahabatan menjadi ciri khas suasana tempat makan ini yang terkenal sangat merakyat, membumi dan nyaman. [Siti Royani]

Baca juga:

13 Jajanan Tadisional Khas Yogyakarta dari Ketan, yang Terakhir Lagi Booming

Cara Makan Seafood yang Lezat, Hemat, dan Puas di Pantai Depok Yogyakarta

Tahu Serasi, Kuliner Khas Bandungan yang Menggugah Selera

Lezatnya Sate Kelinci Khas Bandungan

Mencicip Makanan Khas Patuk di Festival Kuliner 1001 Sompil



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas