Ilustrasi pasangan | Istimewa

Asmarainjogja.id--Menjalani hubungan memang sulit, sebab ada dua pribadi yang dituntut harus berusaha untuk saling memahami dan mengerti. Mengenal satu sama lain secara khusus sesungguhnya adalah tahap awal seseorang untuk membina kebersamaan lebih jauh, sebelum memutuskan untuk mengikatkan diri dalam sebuah jalinan suci bernama pernikahan. Namun jika salah satu sudah merasa tidak nyaman dan ingin memutuskan tali hubungan itu, bagaimana caranya?

1] Tanyakan Hatimu Tentang Keputusan Ini

Sebelum kamu berani mengambil keputusan besar untuk memutuskan tali cintanya seperti itu,  tanyakan sekali lagi untuk yang terakhir kali pada hatimu, apakah keputusan ini  sudah tepat kamu lakukan? Jangan sampai kamu menyesalinya nanti, begitu telah putus dari kamu dia langsung mendapat pengganti tanpa menunggu lama.

2] Lihat Suasana Keadaannya Saat Ini

Jangan jadi manusia paling egois di dunia sebab itu sangat tidak baik, jika hendak memutuskan tali kasih lihat kondisi dia, apakah sedang berada dalam suasana baik atau tidak. Bila dia sedang menghadapi masalah berat, pantaskah kamu meninggalkan dirinya saat ini? Padahal tugasmu untuk mendampingi dan mendukung dirinya di saat-saat sulit, bukan malah meninggalkan dirinya. Berpikirlah seandainya itu terjadi pada dirimu, kecewa dan sakit hati bukan?


Hijab

 

3] Siapkan Mental

Saat semua telah kamu pertimbangkan secara matang,  sekarang tinggal menyiapkan mental, sudahkah kamu siap dengan semua ini? Bagaimana nanti menghadapi kenyataan pahit misalnya, belum ada seminggu tiba-tiba si dia datang dan memberimu surat undangan untuk hadir di pernikahannya. Apakah tidak menyesal dan sakit hati?

4] Atur Pertemuan dengan Mencari Momen yang Pas

Setelah merasa sudah siap, maka langkah selanjutnya adalah mengatur pertemuan yang tepat dengan mencari momen yang pas. Kamu bisa mencari tempat yang biasa kalian kunjungi dan ia juga merasa nyaman karenanya, jangan sampai kamu mengatakan putus di tempat yang tak selayaknya kamu mengatakan ini. Dan satu lagi di samping tempat yang tepat juga sedapat mungkin suasananya supaya dibuat menarik dan tidak membuat dirinya merasa marah dan tersinggung.

5] Bicara Lembut dan Meyakinkan

Dan tibalah kamu pada momen paling mendebarkan, yaitu saat mulutmu mulai membuka pembicaraan. Sedikit was-was mungkin tapi berusahalah tenang serta jangan bersikap berlebihan dengan menunjukkan akting yang tidak perlu dan berkesan dibuat-buat. Itu malah dapat menyinggung perasaanya atau kamu dianggap tidak serius dan main-main. Atur ekspresi wajahmu sbegitu menyakinkan, bila perlu ucapanmu harus keluar secara natural dan awali dengan ucapan maaf baru keudian bicara ke inti permasalahan.

6] Beri Alasan Tepat dan Masuk Akal

Memberi alasan tepat dan masuk akal adalah kata yang yang harus kamu ucapkan dalam momen ini. Misalnya? Alasan pendidikan ingin melanjutkan sekolah ke luar negeri dan itu kamu merasa tak sanggup menjalani hubungan jarak jauh, sedang membangun karir tertentu katakanlah dalam bidang politik, bukankah sebentar lagi musim pilkada siapa tahu kamu juga ikut mencalonkan diri dan supaya lebih serius kamu menghindari pacaran terlebih dahulu.

Bisa juga sebab lain seperti tiba-tiba kamu dijodohkan oleh orangtua, kamu meninggalkan dirinya sebab alasan berbakti pada orangtua. Semua itu adalah beberapa sederet alasan orang memutuskan memilih putus dari sang kekasih. Bicarakan semua itu hingga ia mampu menerima dengan akal sehatnya dan tidak merasa kamu bodohi.

7] Jujur dan Harus Bertanggungjawab

Kamu tidak bisa seenaknya mempermainkan hati dan perasaan orang, terlebih bila kamu melakukan ini, sebab kamu sedang ingin menjain hubungan baru dengan orang yang lebih menarik dari kekasihmu. Meski itu semua adalah hakmu, berpikirlah untuk jujur atas apa yang kamu ucapkan dan bertanggungjawablah sesudahnya.

Misalnya seperti alasan yang telah dijelaskan pada poin keenam, tiba-tiba belum ada sebulan kamu terlihat di matanya tanpa sengaja sedang bersama orang lain, bukankah itu sangat menyakiti hatinya? Sebisa mungkin bila harus berbohong dan terpaksa melakukan, menghilanglah untuk beberapa saat lamanya, agar dia yakin bahwa kamu tidak sedang membohongi dirinya. Hargai perasaanya minimal jangan menampakkan batang hidung untuk sementara waktu.

8] Meminta Maaf

Kamu harus menjadi pihak yang meminta maaf terlebih dahulu sekalipun kamu punya alasan kuat untuk membenarkan melakukannya, namun tetap saja memutuskan tali cinta dengan si dia akan  membuat sakit hati. Tapi dengan meminta maaf setidaknya dapat mengurangi rasa sakitnya walaupun tidak menjaminj kata-katamu dapat menyembuhkan rasa kecewanya, akan tetapi kamu sudah berusaha untuk berbuat baik.

9] Jaga Silaturahhim

Meskipun sudah tidak bisa lagi bersama lagi, bukan berati kamu harus memutuskan hubungan baik dengannya. Besikaplah selayaknya manusia dewasa dengan tidak menaruh dendam dan sakit hati. Biarpun nanti kalian telah menemukan pasangan pengganti, tapi tetap yang namanya menjaga berhubungan baik itu perlu, asal masing-masing pihak saling menghormati pasangan masing-masing dan tidak berbuat dosa. Mengkhianati pasangan yang ada sekarang. Berusahalah untuk terus menjalin persahabatan dan jangan sampai terputus. Boleh putus tali cinta tapi tak harus memutuskan pertemanan bukan?

Semoga tips-tips di atas tadi dapat membantumu memberikan solusi terbaik. So, jadilah manusia terhormat dengan menghargai perasaan orang yang pernah mengisi harimu saat lalu, agar tidak menyesal di kemudian hari. Meski hati kamu pun sama-sama terluka, tapi hendaknya hubungan yang pernah terjalin baik akan ada selamanya dan tak perlu bermusuhan. [Siti Royani]

  Hijab

Baca juga:

Jodoh Akan Datang, Jika Kamu Mampu Menjawab 5 Pertanyaan Ini!

Diputusin Jangan Sedih! Agar Mantanmu Menyesal, Lakukan 3 Hal Ini!

Di Ujung Tahun Kerinduan

Memperbaiki Hati yang Remuk

Pemuda Kita yang Hebat (Karena Cemburu)

Memahami Keadilan Pria dalam Cinta Segitiga



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas