Kebiasaan Baik dan Buruk | Foto Flickr, Greta Eagan

Oleh: Asmara Dewo 

Ada suatu kebiasaan kalau nggak dikerjakan buat kita gelisah. Setiap orang pasti juga melakukannya, hanya saja mungkin nggak disadarinya.

Dan kebiasaan ini ada dua, yaitu kebiasaan baik dan kebiasaan buruk.

Misalnya bagi kamu suka posting status di media sosial. kalau sehariii aja nggak curhat, pasti ada yang kurang, kan? Nggak eksis banget deh.

Atau juga bagi kamu yang suka selfy, sehariii aja nggak upload di Instagram, gatelll banget tangan mau klik tombol upload.

Galauuuu jadinya!

Beteee jadinya! Paket habis… makin beteee! Tambah galauuu!

Padahal kalau kita nggak posting status di medsos, atau upload foto selfy di Instagram, kayaknya nggak apa-apa, deh.

Iya apa betul? Hahaha

Tapi, oke deh, itu kebiasaan kamu, hidup kamu, yah mungkin Mark Zuckerberg selalu kirim pesan gini  sama kamu: Hai, Cacha, apa yang sedang kamu pikirkan? Kenapa status kamu galau terus hari ini?

Maaf nih yang namanya Cacha, saya comot aja! Hahaha

Bicara galau ya, sahabat muda...

Kayak ABG labil aja galau-gemalau!

Saya ada 3 kebiasaan yang kalau nggak dikerjakan bisa galauuu setiap harinya. Ini termasuk kebiasaan baik atau buruk, kamu aja yang nilai, ya?! (kedipin mata) khusus pembaca cewek. Yang cowok tutup mata dulu!

Hoi, ini serius! Cekidot kebiasaanya:

Pertama Adalah Membaca

Yang namanya membaca itu, guys, bagi saya sudah seperti oksigen. Nggak baca setiap waktunya ini napas pengap-pengap rasanya. Kayak ikan paus terlantar di bibir pantai.

Ah, Bro, berlebihan, lu!

Ya elahhh, dikasi tau kok nggak percaya. Kalau saya tuh setiap minggunya ada stock novel atau buku yang dipinjam dari Perpustakaan Umum Kota Jogjakarta.

Biasanya selera novel saya agak sekelas sepuh gitu, deh! Ya, seperti novel sejarah kolosal kerajaan Jawa, atau novel sejarah Indonesia di masa Hindia Belanda.

Nah, kalau novelis yang paling saya sukai itu Pramoedya Ananta Toer. Hampir semuanya sih udah dibaca. Tapi masih ada juga yang diburu. Nunggu koleksi baru perpus lama banget, hihihi.

Kalau beli di Gramedia, mahal bangeeet, Gan, rata-rata novelnya Pram itu di atas seratus ribuan. Huhhh!

Selain baca-baca buku atau novel, setiap waktunya itu, beb, saya juga baca berita dan artikel di media online. Terkadang juga baca status di facebook kamu, saking isengnya. Hahhha…

Ini beneran, Bro?!

Menurut, Loh!

Yang Kedua Adalah Menulis

Bagi saya menulis itu adalah cara yang paling efektif menyuarakan isi hati. Ya, mungkin dari menulis puisi, essay, atau apalah yang bisa ditulis. Termasuk juga sih nulis status di facebook. Tapi nggak kayak kamu isi statusnya yang  gini terus: Bebebbb… makin cinta deh ama kamu. Hampa banget tanpamu di sisiku.

Uhhh, minggir-minggir, mau muntah, nih, Bro! Uwaaaaakkk….

Hah…

Lagian juga, saya memang harus setiap hari nulis konten di asmarainjogja, kalau nggak diisi rubriknya, dipecat nanti, cin. Mau nampung saya? Hahahaha… eitsss… jangan bilang ada loker jadi tukang taman kamu. Atau jadi tukang antar jemput kamu, emang saya Go-Jek.

Eh… awas dulu, pembaca yang cowok, ini bagian cewek. Hahhaa

Tapi dari semua itu, Gan, ini sebenarnya yang paling penting, karena menulis kita bisa memberi informasi, memberi pengetahuan dan pemahaman, mendidik secara tak langsung, menyampaikan ide atau gagasan ke publik, bisa juga buat pembaca jadi senyum-manyun.

Dan yang Ketiga adalah Online

Siang malam kuselalu

Menatap layar terpaku

Untuk on line on line

On line on line…

Nah, tuh, guys! Sepenggal lirik lagu Saykozi mewakili banget ke diri saya. Kalau nggak online nih ya, siang kayaknya jadi gelap. Nah, kalau malam, gelapanya semakin senyap. Sepi… rasanya kalau nggak online.

Galauuu jadinya…

Setiap harinya ada jutaan orang di Indonesia ini sedang berselancar di dunia maya. Termasuk saya. Kamu juga.

Tanpa disengaja, eh, kamu nongol di facebook. Saya memang udah online dari tadi. Jadilah kita penduduk maya yang mungkin semakin dekat.

Yang cowok minggir dulu, dong! Soalnya urusan cewek, Bro. hahhaha

Ahhh, nggak asyik bener nih penulisnya. Diskriminatif!!! ARHHH…

Merajuk… merajuk… ciehhh… ciehhh… yang lagi merajuk. Sini-sini kumpul bareng lagi!

Guys, sebenarnya kita ini online tujuannya untuk apa? Kalau Cuma habisin waktu, ya mending jangan online, deh. Sayang paketnya, dengar-dengar tarif operator mau naik lagi lho.

Onliner itu sahabat muda harus jelas apa tujuannya untuk online. Mungkin mencari informasi, belajar dari tutorial dari YouTube, membaca berita atau artikel dari media online, memosting karya, menulis di blog, dan lain sebagainya.

Eh… tapi jangan intip-intip foto mantan, beb, ntar malah nggak move on lagi!

Kalau saya ya memang harus online, sahabat muda, bisnis dan berkaryanya memang di media online. Dulunya sih memang suka online, nggak online, rasanya ada yang kurang gitu.

Nah, karena keseringan online, dan suka menulis, muncullah ide untuk mendirikan asmarainjogja.

Awalnya ya dari suka online. Yang bisa buat galauuu kalau sehari aja nggak log in.

Yang perlu saya sampaikan sahabat muda, zaman semakin canggih, bisnis online pelan-pelan akan menggeser bisnis konvesional.

Pembaca Koran udah berkurang, akibatnya pabriknya gulung tikar. Sepanjang tahun 2015  ada 16 surat kabar yang gulung tikar.

Era digital semakin maju dan terus maju, berbagai applikasi hadir untuk kebutuhan para pelanggan.

Transportasi seperti ojek aja udah berbasis aplikasi. Itulah perkembangan zaman.

Nah, bagi kamu yang suka online, setidaknya bisa lebih jeli memnfaatkan dunia maya untuk menambah uang. Bagi kamu yang masih kuliah, kan lumayan kalau ada bisnis online. Jadi reseler online mungkin, penulis konten di media, atau ngeblog.

Terserah mau gimana cara dapat duitnya? Yang penting halal, beb! Jadi, kebiasaan online kamu itu bisa menghasilkan duit juga.

Membaca, menulis, online, 3 kebiasaan ini membuat saya galau kalau nggak langsung digarap.

Selain saya yang sering  galau, sahabat muda ini juga ikutan galau lho. Hahhaha

Affendye VViee: Kalau aku nulis, berasa begok, itu ketika tiap berpikir menggabungkan kata-kata menjadi makna. Bengong sendiri. Lebih lagi dapat inspirasi nggak bisa ngelanjutin, sampai dibawa tidur mikirnya.

Ayu Anitasyaf:   kalau aku nulis,aku ngerasa galau banget ketika inspirasi dan ide-ide untuk ditulis itu hadir di pikiran, sementara aku nggak bisa langsung tuangkan dalam tulisan.

Misalnya lagi bawa motor, rasanya aku ingin tiba-tiba berhenti di jalan saat itu juga dan langsung menulis. Karena, jika nunggu sampai ditempat tujuan ide-ideku buyar. Dan sangat sulit mengingatnya kembali (kadang disini saya merasa sedih) hehe...

Dan hal kedua yang buat aku galau adalah pakaian kotor dan bersih itu numpuk. Perasaanku nggak karuan dan nggak bisa nyantai dengan tenang jika dua hal ini belum kelar.

Pernah waktu itu aku dari Pekanbaru sampai di rumah pukul 20.00 dan malam itu juga aku nyuci pakaian. Hahaha... bukan sok rajin lho ya, tapi karena pikiranku suntuk jika dua hal ini belum kelar.

Diadjeng Soenarnie: Membaca, merangkai kata. Absen pagi bapak.

Kalau sahabat kita yang satu ini masih malu-malu dia, guys. Maklum, baru bergabung di asmarainjogja, dan baru kenalam juga sama saya.

Yang pastinya dia itu sepertinya   kutu buku, suka membaca gitu. Kalau kamu, beb, kutu apa? Kutu loncat?! Hahhaa… jangan marah! Ntar jelek lho.

Nah, merangkai kata. Wuisss… kayaknya sahabat kita yang satu ini kata-katanya indah nih. Penulis puisi mungkin, ya? Ya, ntar lama-lama si Diadjeng juga terbuka kok.

Terkahir, setiap kita tentu punya kebiasaan yang baik dan buruk. Jadi, kalau bisa ya kurangi kebiasaan buruknya, lesattkan lagi kebiasaan baiknya. Oke gitu aja!

Oh ya, silahkan bergabung dengan kami, dan warnai artikel kami selanjutnya. Tentu aja lebih seru, lebih gokil, lebih nyeleneh, dannnnnn… lebih bermanfaat.[Asmarainjogja.id]

Baca juga: Pacaran atau Persahabatan? Mana yang Kamu Pilih Sahabat Muda?  (edisi galau)

Yuk, gabung di Media Sosial kami!  Google+  Fanpage  Facebook  Twitter  YouTube








Custom Search




Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas