Tarian Gatotkaca di Hari Ulang Tahun Yogyakarta ke-260 | Foto asmarainjogja

Asmarainjogja.id – Hari sudah benar-benar gelap, seperti yang dijanjikan panitia, hari ulang tahun Yogyakarta ke-260 akan segera dimulai pada pukul 18:30 wib.

Namun gerimis turun, para warga Yogyakarta, pengunjung, dan pihak panitia sempat khawatir, acara yang ditunggu-tunggu selama setahun akan buyar, jika hujan semakin lebat.

Keramaian mulai berkurang, pengunjung yang menyaksikan festival budaya ini mencari tempat unuk berteduh. Beberapa menit kemudian Sultan Hamengku Buwono X turun dari mobil dengan plat merah bernomor H 51 BN, tepat di bawah Tugu Yogyakarta. Dengan kemeja batik lengan panjang beliau turun yang langsung disambut panitia.

“Sultan udah datang, sultan… lihat sultan!” ujar seorang pengunjung di tengah keramaian, Jumat (7/10/2016).

Hari mulai cerah, kemeriahan pesta budaya carnaval ini kembali disambut para warga dan pengunjung, sepertinya semesta mendukung acara tahunan ini. Pusat acara ulang tahun Yogyakarta dengan tema Wayang Jogja Night Carnival ini berada di tugu Yogyakarta. Dimulai dari Jln. Sudirman, Jembatan Gondolayu, lanjut ke tugu, kemudian menuju ke Jln. Margo Utomo, yang kemudian berhenti di samping gedung PLN.

HUT Jogja ke ke-260

Tarian persembahhan di acara HUT Yogyakarta ke-260 | Foto asmarainjogja

Acara pawai budaya ini diikuti 14 kecamatan di Yogyakarta yang menampilkan tariannya masing-masing yang untuk pertunjukkan. Dan tarian yang yang ditampilkan memang banyak tarian pewayangan. Misalnya saja tarian hanuman, Srikandi, dan gatotkaca.

Lampu sorot dimatikan beberapa saat, tarian pembukaan langsung menjadi pusat perhatian. Suasana mulai riuh, terkagum-kagum melihat tarian dengan alunan musik penggiringnya. Lampu sorot berwarna warni itu menyoroti keanggunan dan gemulainya para penari dari kaum wanita itu.

Tarian di HUT Jogja ke-260

Bahan pembuatan kereta kuda ini dari streoform atau gabus | Foto asmarainjogja

Setelah usai tarian persembahan tersebut, kata sambutan pertama pun dibuka oleh Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti. Selanjutnya Sultan Yogyakarta, Hamengku Buwono X, sekaligus Gubernur D.I Yogyakarta.

Pesan yang disampaikan oleh Sultan adalah dengan memperingati HUT Yogyakarta ke-260 ini, agar masayarakat tetap menjaga kelestarian budaya wayang di Yogyakarta, dan terus memperkenalkannya pada dunia Internasional.

Sultan di hari ulang tahun Yogyakarta

Gubernur D.I Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X dalam kata sambutannya di HUT Yogyakarta ke-260 | Foto asmarainjogja

“Dunia seni adalah dunia yang tak terbatas,” kata Sultan dalam sambutannya, “wayang adalah budaya yang sangat kreatif. Dan ini merupakan karya dari seniman dan budayawan sebagai penjaga nurani masyarakat.”

Setelah Sultan menyampaikan kata sambutannya, beliau bersama Walikota Yogyakara Haryadi Suyuti meresmikan acara HUT Yogyakarta dengan anak panah. Namun sayangnya anak panah tak bisa melesat dari busur, berulang kali dicoba, namun tetap tidak bisa.

Hingga akhirnya anak panah itu dilempar dengan tangan Sultan ke arah tugu. Kobaran asap pun menyala setelah anak panah terlepas dari tangan, dengan begitu acara HUT Yogyakarta ke-260 ini pun resmi dibuka.

Tarian Gatotkaca

Tarian Gatotkaca | Foto asmarainjogja

Karena tema yang diambil kali ini campuran budaya tradisional dengan budaya modern. Beberapa tarian yang ditunjukkankan pun beragam, namun tetap tidak mengurangi rasa budaya yang masih sangat kental di Kota Budaya ini. Karena seni itu tanpa batas. [Asmara Dewo]



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas