Mantan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono | Foto Merdeka

Oleh: Asmara Dewo

Tidak ada angin, tidak ada hujan, apalagi gempa bumi yang mengguncang Indonesia, kenapa nama Susilo Bambang Yudhoyono dicatut di persidangan si penista agama (terduga Ahok)? Dan ketika Presiden RI ke-6 itu gelar jumpa pers, malah dibilang berlebihan, maunya apa, sih, kubu sebelah?

Selama ini SBY difitnah macam-macam, mulai dari dalang aksi damai, pemberi donator aksi damai, yang mereka tuduhkan pula aksi damai merupakan makar. Menunggangi politik aksi damai. Tak sampai di situ tuduhan keji itu dilemparkan ke SBY, bahkan yang terakhir Ketua Umum Partai Demokrat tersebut sebagai pemberi perintah untuk mengeluarkan fatwa MUI soal penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Nah, kalau dituduh macam-macam seperti itu, wajar tidak SBY jumpa pers, agar mengklarifikasi tuduhan tersebut? Ya, wajarlah, kita orang biasa saja dituduh keji seperti itu saja marah, bahkan mungkin melaporkannya ke pihak yang berwajib. SBY juga begitu, tak tahan diintimidasi terus, dicemarkan nama baiknya, difitnah sebagai perusak bangsa dan negara.

Jadi biangnya siapa yang mengawali ini semua? Ya, pengacara Ahok, Humphrey Djemat yang mengatakan memiliki alat bukti komunikasi percakapan SBY dan KH Ma’ruf Amin atas perintah fatwa. Ketika diminta SBY transkip percakapan tersebut, tim penasihat Ahok bilang tidak ada. Dan bukti rekaman itu katanya bersumber dari Tuhan. Kok Tuhan dikait-kaitkan di sini? Bercanda atau tidak atas jawaban tersebut, mereka sudah mempermainkan SBY. Sepertinya juga ingin buang badan.

Mengenai bukti percakapan itu memang ada, yaitu dari situs Liputan6. Tapi itu komunikasi antara SBY dan KH Ma’ruf Amin soal Agus-Sylvi (Cagub nomor urut 1) agar diterima di PBNU. Bukan masalah fatwa yang seperti dituduhkan pengacara Ahok. Lalu siapa sebenarnya yang sudah memulai duluan? Ya, jelas tim Ahok ini.

Jikalau tim penasihat Ahok tidak bisa membuktikan tuduhan tersebut, itu artinya mereka akan berhadapan dengan hukum, sebab sudah mencemarkan nama baik Ketua MUI, yang juga sekaligus Rais AAM PBNU KH Ma’ruf Amin dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

SBY selama ini juga sudah gerah difitnah yang aneh-aneh itu tanpa bukti sedikit pun, hal ini bisa diketahui melalui cuitannya di Twitter, dan cuitanya Ibu Yani Yudhoyono. Tapi ya, begitulah kubu sebelah memang paling aneh sedunia, ketika menulis status di media sosial bilang tidak jantan, kenapa tidak jumpa pers atau berhadapan dengan yang dimaksud. Nah, ketika gelar pers SBY dibilang berlebihan, dan lain sebagainya yang buat telinga memerah.

Apalagi SBY sempat bilang di konfrensi pers saat itu, “Ini dadaku, mana dadamu?!”. Apa tidak down lawan politiknya, si penuduh, dan para oknum yang sengaja membuat SBY buruk di depan rakyat Indonesia?

Dan memang sudah tepat SBY berbicara di depan para wartawan, dan berharap bisa bertemu dengan Jokowi, selaku Presiden RI. Entah benar atau tidak soal sadap menyadap itu, paling tidak SBY ingin berbicara tentang politik yang semakin memanas saat ini, sebab itu semua berimbas pada nama baik SBY itu sendiri.

Terakhir, mengenai tuduhan yang dilontarkan pengacara Ahok di depan persidangan mengenai fatwa MUI atas perintah SBY, ini tidak bisa dianggap main-main, harus dituntaskan. Buktikan jika percakapan itu kalau memang ada? Jika tidak siap-siap diseret ke penjara. [Asmarainjogja.id]

Baca juga:

Ketua MUI Pun Mau Dilaporkan Ahok, Berikutnya Siapa Lagi, Hok?

Jebakan Batman untuk KH Maruf Amin dari Pengacara Ahok

Ketika Ulama diajari Agama

Lima Tuduhan Keji ke Susilo Bambang Yudhoyono

Mereka yang Alergi dengan Islam

Wisata baru di Mangunan, Watu Goyang

Padusi

Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas