Pacu kuda di Yogyakarta rebutkan piala cup HB X yang ke-VII | Foto Asmara Dewo, asmarainjogja

Asmarainjogja.id – Pacu Kuda di Yogyakarta kembali digelar dalam merebutkan Piala Cup Sultan Hamengku Buwono X yang ke-VII. Pacuan kuda tersebut diikuti sebanyak 230 kuda dari seluruh Indonesia. Kemeriahan dalam pertandingan pacu kuda ini di selengarakan pada tanggal 5-6 November 2016 di Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta.

Hari Minggu itu cukup panas, matahari begitu garang memanggang Bumi Bantul, namun para penonton sangat antusias dan menikmati pertarungan kuda terbaik di laga pacuan kuda tersebut. Dan kami menyusup di antara kerumunan penonton yang sedang menanti pertandingan selanjutnya.

Beberapa menit kemudian, beberapa kuda sudah masuk ke lapangan yang ditunggagi jockey-nya. Terlihat gagah dan tenang kuda pacu itu berjalan menuju starting gaje. Namun tidak semua kuda pacu ini jinak, ada yang cukup liar, dan sangat tidak bersahabat.

Untuk memasukkan ke starting gaje, para pihak panitia dan crew dari perserta lomba harus kerepotan menghadapi kuda pacu itu. Bahkan sampai berpuluh-puluh menit untuk bisa memasukkan kuda tersebut ke starting gaje.

Pacuan Kuda

Lomba pacu kuda di Yogyakarta, Lapangan Pacuan Kuda Sultan Hamengku Buwono, Bantul | Foto Miftahul Jannah, asmarainjogja

Setelah semua siap, wasit melepas kuda pacu, dan jockey berkesiap mencambuk kudanya lalu melesat dengan cepat. Riuh sorak sorai penonton mendukung kuda pacu jagoannya. Hanya sekali putaran saja, dengan jarak tempuh 1.200 meter dan 1.600 meter, kuda-kuda itu berlari sekencang-kencangnya memutari lapangan menuju garis finis.

Namun, nahas, ada seekor kuda yang tadi sempat liar sebelum lomba, menubruk pembatas penonton. Akibat kecelakaan itu, seorang anak kecil menjadi korban. Pihak panitia dan pengaman langsung merubungi, dan memanggil ambulan yang telah siap sedia di lapangan.

Korban pacuan kuda di Yogyakarta

Korban langsung dievakuasi oleh tim dokter | Foto Asmara Dewo, asmarainjogja

Pertandingan terus dilanjutkan, tak membuat ciut nyali penonton di pagar pembatas. Ya, karena menonton pacuan kuda memang asyik sekali dari jarak dekat. Saya sendiri dan Miftah, menempel di garis pembatas yang terbuat dari kayu itu. Namun ketika kuda pacu mendekat, para penonton waspada, memasang aba-aba untuk menghindar. Takut juga diseruduk si kuda pacu tersebut.

Kalau menonton di atas stadion bola tiketnya Rp 5.000, dan kami tidak memilih menonton dari atas, karena memang tidak puas menonton dari sana. Lebih seru dan mendebarkan berdiri di pinggir pembatas, yang berdekatan di starting gaje.

Di pertandingan selanjutnya ini cukup seru, sebab yang tampil sebanyak sepuluh kuda.

“Wah, ini lebih banyak kuda pacunya, Mif, pasti lebih seru,” kata saya pada Miftah.

“Iya, Bang, bakal seru ini,” balas Miftah.

Pacuan Kuda

Kuda pacu siap melesat berlomba dengan gagah di lapang pacuan kuda | Foto Miftahul jannah, asmarainjogja

Satu persatu kuda itu berbaris memanjang memasuki lapangan. Seperti yang sebelumnya, ada yang tenang, dan ada juga yang liar. Nah, kuda bernomor 2 sepertinya ngamuk tak mau bertanding kali ini. Ia tak mau masuk ke starting grasi, sedangkan kuda pacu lainnya sudah standby.

Ada apa kuda ini?

Kuda mengamuk

salah satu kuda pacu mengamuk ganas | Foto Miftahul jannah, asmarainjogja

Kuda pacu berwarna hitam itu meringkik dan terus meringkik, dengus napas dari hidungnya tampak begitu jelas. Ia melompat ke sana kemari membuat para panitia kerepotan.

Bahkan sesekali sampai dicambuk, namun ia tetap juga tak menurut. Lagi dan lagi kuda pacu itu mengamuk, mengangkat kedua kaki depannya mengarah panitia. Panitia terkejut berlarian, dan kembali memegangnya beramai-ramai. Setelah berbagai cara dilakukan, kuda itu tetap tak mau masuk, baik dari belakang maupun dari depan starting gaje.

Hingga juri pun mengkualifikasi kuda bernomor dua tersebut. Dan akhirnya hanya Sembilan kuda yang bertanding. Setelah mendengar aba-aba dari wasit, Sembilan kuda itu melesat bagaikan kilat menyambar cepat, meyisakan debu di belakangnya.

Kembali sorak sorai penonton dan pendukung menyemangati para jockey di atas kudanya. Derap kuda berpacu itu bagaikan tanda genderang perang, tapi kali ini sebuah perang dalam pertandingan merebutkan Piala Cup Sultan Hamenku Buwono X yang ke-VIII. [Asmara Dewo]

Tonton video kuda yang mengamuk di sini:

kencangnya pacu kuda, tonton di sini:

 

 

Lihat juga: 

Kaos Gunung Semeru, Persembahan dari Asmara In Jogja

Kaos Gunung Semeru

 

Clorist Florist Pesanan Bunga Terbaik di Yogyakarta

Clorist Florist Yogyakarta



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas