Ilustrasi kekerasan psikis | Foto Shutterstock

Asmarainjogja.id -- Dalam sebuah hubungan percintaan tentu saja banyak sekali terjadi permasalahan. Itulah namanya hidup, yang tak luput dari segala macam permasalahan.  Orang yang sudah berumah tangga pun tak luput dari segala permasalahan yang ada.

Mulai percekcokan dalam rumah tangga, masalah ekonomi, dan tentunya banyak sekali masalah-masalah yang  lain akan timbul. Bahkan hal sepele pun bisa menjadi  sebuah pertengkaran yang luar biasa.

Banyak di antara pasangan yang belum menikah  merasa bahagia sekali dengan pasangannya saat ini. Indahnya kebersamaan yang di jalani terasa manis. Hati terasa bahagia dan tentram saat bersama si dia. Tak ayal, banyak sekali impian berdua terajut manis.

Dalam menjalin hubungan asmara tentunya kita tidak mau salah pilih.  Jangan mau seperti membeli kucing dalam karung. Tidak maukan kamu hidup dengan orang salah dan menyesal seumur hidup. Memang banyak sekali pertimbangan yang harus di perhatikaan saat kamu memilih pasangan hidup.

Sebelum itu terjadi kamu harus bisa peka dengan segala tindakan dan perilaku si dia. Kamu sendiri bisa menilai apakah pasanganmu bisa untuk dijadikan seorang pendamping dalam suka maupun duka. Banyak sekali orang tertipu saat awal mula saling mengenal. Tapi setelah di jalani secara nyata yaitu berumah tangga. Topeng pasangan mulai terbuka lebar. Semua kebiasaan buruk, perilaku yang tidak baik tersingkap.

Mulai dari kekerasan fisik sampai kekerasan psikis. Kekerasan fisik sering terjadi pada kaum perempuan. Mulai dari penamparan, pemukulan, bahkan ada yang sampai cacat. Tindakan kekerasan fisik dalam rumah tangga masih banyak terjadi sampai hari ini.

Selain kekerasan fisik, ada lagi namanya kekerasan psikis yang juga termasuk kekerasan yang berbahaya. Kekerasan psikis adalah suatu tindakan penyiksaan  secara verbal seperti menghina, berkata kotor dan kasar yang mengakibatkan menurunya rasa percaya diri, meningkatkan rasa takut, hilangnya kemampuan untuk bertindak.

Mungkin kita pikir ini adalah hal sepele tetapi secara tidak langsung dapat mempengaruhi psikologi pasangan. Memang tidak ada bekas secara fisik bagi pasangan. Tapi nuraninya bermasalah. Merasa rendah diri, kurang percaya diri, dan sering merasa sedih tanpa sebab. Kekerasan psikis termasuk dalam KDRT.

Ketika sudah menikah, secara tidak sadar sering terjadi kekerasan psikis ini. Mulai dari suka mengejek si istri gembrot, jelek,  dan banyak sekali sebutan yang rasanya tak pantas di sebutkan. Atau suami yang suka mengancam seperti “kubunuh kau” atau “ nanti kuceraikan kau”. Banyak sekali di lingkungan sekitar kita yang terjadi.

Kekerasan psikis membuat rumah merasa tidak nyaman, kadang si istri merasa terancam, tidak di hargai sama sekali. Kekerasan secara psikis atau dapat mengganggu psikologi seseorang. Dapat berakibat buruk pada jiwanya.

Bagi kamu yang belum menikah. Khususnya kaum hawa, agar selalu selektif untuk menentukan pasangan hidup. Carilah seseorang lelaki yang benar-benar mencintaimu setulusnya. Dapat menerima segala  kekuranganmu dan menerima baik atau burukmu. Dan tentunya sabar dalam menghadapi sikapmu yang berubah-ubah.  Memang tidak ada orang yang sempurna di bumi ini. Kita adalah manusia ciptaan Tuhan yang tak luput dari kekurangan.

Tapi kamu bisa memilih yang terbaik untuk kehidupan kamu kelak. Karena pernikahan adalah gerbang kehidupan yang sesungguhnya. Menikah adalah impian semua orang di dunia ini. Setiap orang mendambakan pernikahan yang langgeng dan bahagia.

Maka selektiflah memilih pasangan hidup yang mampu mengerti segala kondisi. Karena hidup seperti roda, kadang di atas kadang di bawah. Pernikahan adalah ikatan suci yang harus di jaga kesuciaanya sampai kapanpun. 

Semoga kelak kita di pertemukan dengan orang yang mau menerima segala kekurangan dan selalu mencintai kita.  [Rizka Wahyuni/Padusi Hijab

Info: Bagi kamu yang ingin kirim tulisan, silahkan kirimkan tulisan terbaik kamu ke alamat E-mail asmaradewo707@yahoo.com

Baca juga:

Memperbaiki Hati yang Remuk

Pemuda Kita yang Hebat (Karena Cemburu)

Tantangan Seorang Istri di Zaman Modern

Memahami Keadilan Pria dalam Cinta Segitiga

Menguji Kesetiaan Pasangan saat Bertubuh Gendut

padusi

Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas