Ilustrasi anak menangis | Foto Creative Donkey on Flickr

Asmarainjogja.id – Orangtua bukanlah sosok monster yang ditakuti anaknya, melainkan pengayom, pelindung, dan tempat berkeluh kesah sang anak. Jika mau dilihat, anak-anak yang beprestasi itu dekat dengan orangtuanya. Sangat jarang anak-anak yang cerdas hubungannya buruk terhadap orangtua.

Sangat menarik sekali, bukan, jika kita mengulik apa hubungan keluarga dengan prestasi? Saya bukan seorang psikolog, apalagi peneliti prekembangan anak atau akademikus. Tapi saya secara tidak sengaja memperhatikan teman-teman yang berprestasi di sekitar saya.

Sejak SD, SMP, SMA, nyaris teman-teman saya yang mendapat ranking 1 sampai 3 itu hubungan keluarganya cukup harmonis. Sebuah keluarga bahagia. Sedangkan dari kalangan keluarga yang “kacau balau” prestasi anaknya pun begitu. Sudahlah di rumah derita, di sekolah juga tak bisa bahagia, karena nilai yang standar. Tak bisa dibanggakan.

Kita paham sekali doa orangtua sangat manjur pada anaknya. Begitu juga sebaliknya, doa anak sholeh/sholeha menembus langit memohon ampunan untuk orangtuanya. Jadi antara anak dan orangtua, saling memengaruhi baik di dunia mapun di akhirat. Sebuah hubungan yang sangat ajaib, jika kita mau menyadarinya.

Nah, bagi Anda sebagai orangtua yang berharap anaknya ingin berprestasi sudahkan mendukungnya secara penuh? Mendukung secara penuh yang saya maksudkan adalah siap menerima risikonya, gagal atau berhasil. Cukup banyak adik-adik kita yang ingin melanjutkan di sekolah atau kampus favoritnya, namun gagal mengikuti ujiannya.

Sebagai orangtua apakah Anda secara tak langsung menekan bathin anak? Contohnya seperti ini, “Awas, ya, kalau nggak lulus. Nggak usah kuliah lagi! Habisini uang mamak aja”. Anda bisa bayangkan bagaimana jika Anda sendiri di posisi sebagai anak mendapat ancaman demikian. Saya yakin, Anda sendiri pun bisa depresi karena ketakutan, kegagalan, paranoid, dan segala macamnya. Dan pada akhirnya boleh jadi memutuskan menyerah di tengah jalan.

Keberhasilan dan kegagalan begitu dekat, kalau tidak gagal, ya, berhasil. Begitu juga sebaliknya, kalau tidak berhasil, ya, gagal. Kedua nasib ini tidak bisa dipisah-pisahkan. Kita tidak bisa hanya memilih salah satunya saja, harus kedua-duanya diterima, apakah berhasil atau gagal.

Dan kabar baiknya adalah setiap kita punya kesempatan berkali-kali untuk mencobanya sampai berhasil, dan pastinya memenuhi pula batas waktunya.

Berdasarkan dari fenomena yang saya pahami soal pndidikan dan keluarga, sebaiknya setiap orangtua sudah tidak lagi menambah beban pada anak. Sepertia yang sudah disampaikan di atas tadi, yakni memberikan tekanan secara tidak langsung maupun secara langsung. Meski begitu orangtu juga turut memberikan masukan pada anaknya agar mempermudah lagi keberhasilannya.

Biarkan anak benar-benar bebas dari bentuk tekanan apapun selama ia masih menempuh pendidikannya. Hindari kata-kata yang membuatnya jadi paranoid, takut jika begini, takut jika begitu. Berikanlah motivasi yang selalu membuatnya terus semangat menggapai impiannya. Dukung dia, doakan dia, peluk erat meski keberhasilan tertunda.

Begitulah kalau kita ingin membicarakan hubungan orangtua dan anak yang bisa membantu keberhasilan anak di pendidikan. Selain itu sebagai anak juga harus bisa menyadari jerih payah kedua orangtuanya demi pendidikannya. Ingat pula begitu sulitnya mencari dana pendidikan yang mahal demi si buah hati. Balas pengorbanan terbesar itu dengan hasil yang memuaskan.

Jika nasib tak berpihak, pastikan tahun depan berhasil. Dicoba lagi sampai berhasil. Dan pastinya cara belajarnya harus digenjot lagi, kurangi kegiatan yang tidak bermanfaat, dan benar-benar fokus untuk ujian selanjutnya. Semoga harapan bersama ini bisa mengantarkan anak-anak didik kita ke singgasana kesuksesannya. [Asmara Dewo]

Baca juga:

Memahami Lagi Arti Pendidikan untuk Anak-anak Kita

Pelajar Brutal Kita Sudah Seperti Anggota TRIAD dan Yakuza

Hakikat Belajar untuk Membekali Anak di Masa Depannya

Cara Memantik Agar Anak Sekolah Rajin Membaca

 



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas