Foto Ilustrasi | A. Manaf, Flickr

Oleh: Asmara Dewo

Jika anak adam meluapkan amarah

Makian telah tumpah ke wajah

Deru tangis melengking pecah

Sayu mata kita menjadi basah

 

Kau dan aku…

Kian letih berkepanjangan

Kau dan aku…

Semakin tajam dalam tikungan

 

Bukankah ini bulan yang suci?

Bulan yang diagungkan manusia yang beriman

Namun kita besekutu pada emosi

Keberkahan Ramadan hanya sisa harapan

 

Aku marah…

Kau menangis

Tuhan pun Marah…

Seringainya di sudut gelap sang iblis

 

Oh… Tuhan

Terlepas sudah syetan

Ya… Robbi

Belenggulah daku dalam iman yang suci.

 

Yogyakarta, 15 Juni 2016

Baca juga puisi lainnya:  Mentari dari Langit Rencong 

Mentari dari Langit Rencong 

Menjemput Cinta di Balik Bukit Barisan

Yuk, gabung di media sosial kami:    Google+  Fanpage  Facebook  Twitter  YouTube 


   
   
   
   
        ...
       
        ...
   
   
             



style="display:block"
data-ad-client="ca-pub-3646453038611272"
data-ad-slot="7668672744"
data-ad-format="auto">



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas