Foto Ilustrasi Flickr

Asmarainjogja.id-Dalam sebuah hubungan, pria dan wanita mengucap ikrar bersumpah setia menjaga satu hati, hanya untuknya, untuk orang yang dikasihi dan dicintai. Sebuah janji bisa menguatkan sebuah hubungan, hingga berakhir di pelabuhan cinta yang suci. Pernikahan.

Namun, tak jarang pula kaum  adam dan kaum hawa terjebak dalam perjanjian yang bisa merugikan keduanya. Pemahaman cinta yang salah bisa menggelincirkan sepasang kekasih ke jurang nista. Sungguh, cinta itu tak bisa ditolak, namun bisa disimpan dengan baik di dalam hati.

Bagi yang masih remaja, terserang virus cinta, sebenarnya itu manusiawi. Tapi ingat, itu pasti cinta semu! Karena jarang sekali, zaman sekarang masih muda mengikat cinta dengan pernikahan. Malah sebaliknya, berpacaran.

Nah, ini cukup berbahaya bagi remaja! Harus sadar, sesadar-sadarnya benarkah cinta yang mendekam itu diridhoi Sang Maha Cinta? Kalau tidak, maka ada dua pilihan: tinggalkan atau lanjut ke pelaminan! Masa remaja itu kan tidak melulu tentang cinta. Belajar yang baik meniti cita-cita yang diimpikan, ini harus prioritas utama.

Sayang sekali, jika masa muda dihabisakan mikirin si diaaa melulu, cintaaa melulu, akhirnya galauuu! Sementara teman yang lain terus melaju berlari menjemput impian. Nah, yang mikirn cinta berkubang di situ-situ saja. Kalau begitu, ayo siapa yang rugi?

Bagi yang sudah dewasa, pria dan wanita. Sekelumit cinta pun terkadang menjadi batu sandungan dalam hidup. Lagi-lagi karena cinta, lagi-lagi karena cinta ... uchh cinta oh cinta.

Jika pria berkisar umur 27 tahun, dan wanita berkisar 25 tahun, tak menemukan juga cintanya. Ini bisa jadi pikiran, bagi yang berpikir. Bagi yang enjoy saja, tetap santai menjalani hidup.

Cinta pada orang dewasa dan cinta pada remaja tentu saja beda. Sebenarnya beda dipemahamannya saja. Biasanya cinta pada orang dewasa sudah tentu menikah, bukan pacaran atau main-main lagi. Jika itu masih terjadi, ini sungguh terlalu. Memangnya masih ABG apa? Tidak malukah?

Dan jika ada cinta yang memaksa harus berjanji di antara dua insan. Pria dan wanita. Maka ingat-ingatlah ini!

Seorang pria jika berjanji jangan diingat, lupakan! Biarlah dia yang mengingatkan kembali. Karena janji seorang pria terkadang menyakitkan.

Dan seorang pria jika sudah berjanji, genggamlah ikrar itu erat-erat, karena harga diri yang dipertaruhkan. Ingatlah! Hanya pria sejati yang menepati janjinya.[]

Penulis:  Asmara Dewo 

Baca juga: Saat Jodoh Tak Juga Ditemukan di Dunia

Yuk, gabung di Media Sosial kami!  Google+  Fanpage  Facebook  Twitter  YouTube








Custom Search




Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas