Tugu BUkit KUnci berbentuk tetesan minyak | Foto AIJ

Asmarainjogja.id– Jalanan berlubang, dumtruck berlalu lalang menuju Pangkalan Susu. Sepanjang jalan dari simpang Batu Seratus, saya  terpaksa menghisap debu yang menyebar akibat truck-truck yang super besar melintas di Kota Minyak itu.

Pangkalan Susu adalah Kota Minyak, namun sekarang tidak terlalu produktif lagi, hanya beberapa titik lokasi saja yang masih menghasilkan minyak bumi. Kota ini merupakan tempat tinggal orangtua saya beberapa tahun lalu, jadi saya tidak terlalu meraba untuk mencari spot menarik di kota kecil yang berada di sudut pulau ini.

Pertama kali roda motor saya berdesing ke Bukit Kunci. Nah, Bukit Kunci adalah perumahan kompleks milik pertamina, namun di daratan tinggi tersebut pengunjung yang ingin melihat sisi lain dari Kota Pangkalan Susu, akan disuguhkan pemandangan yang cukup elok.

Bukit Kunci berada di Desa Alur Cempedak, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Bukit KUnciDari atas bukit terlihat hamparan lautan | Foto AIJ

Dari atas Bukit Kunci saya melihat samar-samar hamparan laut di Pelabuhan Pangkalan Susu. Sore itu remaja tanggung tampak berpose berulang-ulang berlatar belakang lautan. Cukup keren memang. Hamparan hijau padang rumput memanjakan mata, dan pepohonan yang rindang memayungi dari terik sore itu.

Kota yang terkenal dengan panasnya ini, Bukit Kunci sebagai oase di tengah gerahnya Kota Pangkalan Susu. Lokasi menarik ini salah satu lokasi idola yang sering dikunjungi baik oleh warga sekitar, maupun pengunjung luar, seperti dari Kota Medan.

Di Bukit Kunci juga sebagai tempat berolahraga, berbagai gedung olahraga dan lapangan olahraga masih aktif di sana.

Bukit KunciLapangan basket Bukit Kunci | Foto AIJ

“Setiap sore kami latihan basket di sini, Bang,” kata Andre, salah satu anggota yang aktif latihan basket di Bukit Kunci pada saya, Kamis (23/6/2016).

Lapangan basket itu dipagari besi, sedangkan di sekeilingnya menjulang tinggi pohon sawit.

“Masuk aja, Bang, kalau mau ambil foto,” sambung Dian mengajak saya untuk masuk ke lapangan.

Seorang bocah berumur sekitar sebelasan tahun sedang asyik latihan memasukkan bola ke keranjang. Tampak begitu semangat sekali, kemudian ia tersenyum menoleh saya setelah bola yang di-shootnya masuk ke keranjang basket.

Tempat bermain di bukit kunciTaman bermain anak-anak di Bukit Kunci | Foto AIJ

Setelah mengobrol-ngobrol sebentar dengan mereka, saya pun berlalu menuju taman permainan anak-anak. Daun kering berserakan di taman permainan itu, dan sepertinya taman untuk bermain anak-anak ini sudah tidak terawat lagi. Catnya sudah terkelupas dan memudar, memberikan kesan tempat permainan ini sedikit horor.

Walau demikian, taman bermain anak-anak itu masih dikunjungi oleh anak-anak yang dijaga ayahnya. Menurut sumber yang saya dapat, goa-goaan yang berbetuk ular di sana memakan korban, oleh sebab itu pula sejak kejadian nahas itu taman bermain tersebut sepi pengunjung.

Stadion di BUkit KunciStadion di Bukit Kunci | Foto AIJ

Kemudian saya berlanjut ke stadion bola yang jaraknya tidak begitu jauh. Di lapangan bola yang begitu luas, belasan ekor lembu sedang memamah biak rerumputan di lapangan hijau. Dan di sini pula sekitar 3 tahun yang lalu setiap tengah hari, saya jogging mengitari lapangan. Uhhh.. sepertinya saya bernostalgia dengan stadion tersebut. Hanya saja, waktu itu saya tidak menjumpai hewan pemamah biak di sana, seperti sekarang yang begitu banyak tersebar di setiap sudut.

Sebenarnya kalau Bukit Kunci ini dikelola lebih baik dan profesional lagi tentunya akan jadi lebih menarik dan cantik. Padang hijau yang begitu luas jarang sekali dimiliki kota lainnya. Jadi lokasi menarik ini bisa dijadikan magnet untuk menarik pengunjung lagi. Walaupun Kota Pangkalan Susu bukan Kota Pariwisata, tidak menutup kemungkinan Bukit Kunci ke depannya bisa menjadi taman wisata yang dilirik sebagai kunjungan para wisatawan dari luar kota.[]

Penulis: Asmara Dewo

Baca juga: Ekowisata Mangrove Andalan Wisata Baru di Pangkalan Brandan

Kereta Api Antik yang Tetap Cantik di Stasiun Ambarawa

Embung Nglanggeran, Wadah Air Raksasa di Atas Bukit

Gabung di media kami: Google+  Fanpage  Facebook  Twitter  YouTube




Komentar Untuk artikel Ini (2)

  • Asmara Dewo Selasa, 28 Juni 2016

    Waktunya mepet banget, cuma sehari, dan waktu itu juga nggak kepikiran ke sana. Lusa ke sana lagi :)

  • Gadis Senin, 27 Juni 2016

    waaaah,lagi promosi kota pangkalan susu ya bang. moga aja setelah dipublikasi bukit kunci kembali terawat. kenapa bakso mas no nya gak di promisiin juga bang :D kan bisa jadi wisata kuliner nya :D

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas