Candi mendut tampak megah dari depan | Foto AIJ

Asmarainjogja.id-Setelah membayar tiket sebesar Rp 3.500, saya pun memasuki area Candi Mendut. Namun belum sampai di anak tangga, seorang security berbadan besar dan agak hitam melarang saya membawa baypack 30 liter di punggung.

“Tasnya dititipkan di pos jaga!” perintahnya saat turun dari tangga candi.

Wah.. baru kali ini masuk candi dilarang bawa baypack. Haihhh… sampai begitunya. Memangnya ada apa, sih, di dalam Candi Mendut? Padahal Candi Borobudur saja tidak begitu. Baypack pun saya titipkan di kantor pos penjaga dengan rasa malas.

Ya, baypack itu kan isinya perlengkapan perjalanan. Ada makanan, minuman, buku, pulpen, kamera, pakaian, dan segala peralatan dan perlengkapan lainnya. Terbayang dong betapa ribetnya kalau yang biasanya kita bawa kemana-mana terpisah, ya walaupun hanya beberapa saat.

Di panas terik matahari itu kaki saya pun melangkah lagi, angin lumayan sejuk mengiringi langkah. Pengunjung cukup ramai di sana, baik pengunjung domestik maupun pengunjung asing. Di dalam candi terdapat 3 arca Budha yang begitu besar. Tingginya sekitar 3 meter. Sepengetahuan saya archa Budha terbesar di Candi Indonesia, ya archa Budha di Mendut ini.

3 Arca budha di Candi Mendut3 Arca Budha yang menghuni Candi Mendut

Yang tengah arca Dyani Buddha Cakyamuni, Budha yang sedang berkhutbah. Sebelah kiri arca   Bodhisattva Avalokiteswara, Budha sebagai penolong manusia. Sedangkan di sebelah kanan arca Bodhisatva Vajrapani, Budha sebagai pembebas manusia. Ketiga arca tersebut dipahat dan diukir dari batu utuh tanpa sambungan. Itu pula sebabnya arca-arca Budha ini sangat unik, indah, dan bernilai seni tinggi.

Candi Mendut memiliki teras 1 meter lebih, jadi pengunjung bisa mengitari dinding candi. Nah, di sinilah para pengunjung bisa melihat keseluruhan relief, ukiran, bentuk-bentuk keindahan lain candi lebih dekat. Candi Budha ini beratap tiga tingkat yang dihiasi stupa-stupa kecil.

Ukiran dan relief candi MendutRelief Sarwaniwaranawiskhambi    di dinding candi Mendut sebelah  barat pintu masuk | Foto AIJ

Pada umumnya candi Budha bagian atapnya kalau dihiasi stupa-stupa kecil, di bagian puncak  pasti ada stupa yang  ukurannya lebih besar. Contohnya Candi Sojiwan. Atau mungkin bagian atap sekarang ini tidak utuh. Bisa terlihat hanya datar saja atapnya. Dan keunikan lain pada Candi Mendut adalah pada relief lukisan cerita atau lebih dikenal pancatantra.

Selain itu, di candi ini juga terdapat jaladwara atau saluran air, hal ini mengingatkan saya beberapa minggu  lalu berkunjung ke Candi banyunibo. Ada banyak kemiripan oleh kedua candi bercorahk Budha tersebut.

Dalam Prasasti Karangtengah (824 M) menyebutkan bahwa Raja Indra dari Dinasti Syailendra membuat bangunan suci bernama Wenuwana. Yang kemudian J.G. de Casparis (seorang arkelog Belanda) mengartikan Wenuwana (hutan bambu) adalah Candi Mendut. Candi ini pertama kali ditemukan pada tahun 1836, kemudian pada tahun 1897-1904 diadakan pemugaran dan rekontruksi oleh pemerintah Hindia Belanda.

Candi MendutCandi mendut dengan kemegahan dan keelokannya | foto AIJ

Di halaman hijau yang  luas terdapat pohon beringin yang begitu besar dan rindang. Sepertinya sang pohon ini adalah salah satu teman setia Candi Mendut. Karena pohon beringin adalah pohon yang usianya sampai ratusan tahun. Di bawah pohon  itu para pengunjung tampak sedang duduk bersantai ria dalam teduh payung dedauanan beringin.

Terdapat reruntuhan batu candi di sana, mungkin bebatuan tersebut adalah candi perwara. Namun sekarang masih tergeletak begitu saja, belum ada tanda-tanda akan direkontruksi.

Candi MnendutDi tengah hamparan rumput hijau Candi mendut semakin cantik | Foto AIJ

Candi Mendut terletak di Desa Mendut, Kecamatan Mungkit, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sekitar 3 km dari Candi Borobudur. Rute menuju candi ini pun begitu mudah, dari Yogyakarta ikuti saja Jalan Yogyakarta-Magelang. Nah, sampai Mungkit, ada lampu merah pertanda plang di sebelah kiri menuju Candi Borobudur. Ikuti saja terus jalan tersebut, nanti di sebelah kanan jalan akan sahabat travel temui Candi Mendut.[]

Penulis:  Asmara Dewo 

Asmara DewoBaca juga:  Candi Plaosan, Tanda Cinta dari Rakai Pikatan untuk Permaisurinya 

Keunikan dan Keindahan Candi Sojiwan 

Pesona Candi Banyunibo di Tengah Hamparan Hijau

Yuk, gabung di Media Sosial kami!  Google+  Fanpage  Facebook  Twitter  YouTube








Custom Search




Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas