Ilustrasi bonus THR | Foto Antara

Asmarainjogja.id – Teman-teman saya di media sosial sedang dalam penantian panjang menunggu THR (Tunjangan Hari Raya). Beragam status dan meme lucu bertebaran di beranda Facebook, dan Instagram. Intinya mereka galau belum ada tanda-tanda THR dari perusahaan mereka. Bahkan ada yang sudah bekerja 1 tahun, tidak dapat THR, kalau tahun ini tidak dapat juga, genap sudah selama 2 tahun bekerja tidak ada istilah THR-THR-an di tempatnya bekerja.

Sedih memang kalau belum ada tanda-tanda kemunculan THR, karena saya juga pernah merasakan bekerja. Apalagi bagi pekerja yang pas-pasan penghasilannya, gaji 1 bulan, ya, untuk 1 bulan itu saja. Cukup tidak cukup, ya, dicukup-cukupkan. Yang lebih tragis lagi gali lubang tutup lubang. Eh, belum gajian udah utang lagi. Begitu terus bertahun-tahun. Hal ini bisa terjadi karena mungkin saja gajinya memang kecil, atau juga karena boros, tidak pandai mengatur keuangan.

Baiklah, saya akan bercerita sedikit soal THR saya 3 tahun silam. Karena saya belum genap 1 tahun bekerja, jadi THR saya setengah gaji. Saya lupa nominalnya, tapi ditambah uang sekitar Rp 500.000 saya bisa beli laptop second, seharga 1,5 juta. Jadi uang THR itu saya habiskan hanya untuk beli laptop. Saya tidak terlalu repot-repot beli pakaian, atau memegang uang pegangan. Memang ada saya beli baju, tapi hanya 1, selebihnya saya belikan baju untuk almarhum ayah dan abang saya.

Agar saya mendapatkan uang tambahan lagi dari perusahaan, saya masuk kerja di hari raya lebaran kedua dan ketiga. Tentu saja bonus masuk di saat lebaran itu lumayan besar. Setidaknya bisa untuk menambah uang pegangan. Dan pada hari raya keempat atau kelima, baru saya jalan-jalan. Nah, ketika teman-teman yang lain mungkin uang THRnya habis dibelanjakan keperluan lebaran, yang sebenarnya tidak terlalu penting, saya memilih laptop.

Kenapa saya harus membeli laptop? Karena saya suka menulis, dan saya yakin dengan laptop itulah alat yang bisa mengantarkan saya menjadi penulis. Laptop adalah modal utama menjadi penulis, jika memang ada uang, tapi mengabaikan untuk membeli laptop, saya kira calon penulis itu tidak serius ingin menjadi penulis hebat. Andaikan saya memilih bonus THR itu untuk hura-hura menyambut lebaran, saya tidak tahu pasti, apakah saya bisa menulis seperti sekarang, dan menjalankan bisnis?

Tahun-tahun itu sudah berlalu, perlahan saya terus belajar menulis, hingga sampailah saat ini. Peran laptop dalam perjalanan saya selama ini tentulah sangat besar, sungguh tak terkira untuk mengungkapkannya. Meskipun itu laptop second, yang keadaannya sekarang cukup kritis. Tapi yang perlu kita ketahui bersama, laptop itulah sumber rezeki saya sekarang. Saya menulis dan bisnis menggunakan laptop. Itu artinya hasil segala keuntungan saya selama ini dari laptop tersebut.

Terkadang kita membelanjakan uang itu tidak tepat, sehingga apa yang dibelanjakan itu tidak terlalu bermanfaat. Saya tidak perlu lagi menyebutkan benda-benda apa saja yang tidak wajib dibeli di hari lebaran, sebab Anda tentu tahu sendiri soal itu. Contohnya saja  saya beli baju lebaran 1, tetap bisa juga lebaran. Tetap tampan, memakai pakaian lama, hahaha. Eh, serius. Keren itu juga tidak harus pakaian baru, sepatu baru, atau segala macam yang baru-baru. Kalau ada saja, sudah mantap itu.

Tidak perlulah gengsi-gengsi lagi, zaman sekarang itu kalau banyak gaya, ya, percuma, ujung-ujungnya bokek juga. Lebih baik penampilan ala kadarnya, tinggal pintar-pintar saja memilih barang diskon, beres, deh, Anda akan tetap keren. Tapi point terpentingnya bukan itu, guys. Saya Cuma menyarankan jika beberapa hari kemudian Anda mendapatkan penantian panjang itu, alias THR manfaatkanlah sebaik-baiknya.

Boleh diberikan ke orangtua, istri, anak, adik, dan saudara kandung lainnya. Hanya saja kalau ada lebih, coba, deh, belikan barang yang bisa menghasilkan uang lagi. Kalau saya karena hobi menulis, ya, waktu itu saya belikan laptop sebagai modalnya. Jadi tinggal sesuaikan saja dengan kebutuhan Anda. Ya, mungkin jarang-jarang Anda mendapatkan uang lebih, dan inilah kesempatan memanfaatkan uang THR itu agar tahun depan tidak galau lagi soal THR.

Apalagi bisa dijadikan modal bisnis, wah itu lebih bagus. Misalnya gaji Anda 3 juta, bonus THR 3 juta, jadi total 6 juta. Sepertinya bisalah untuk menyambut lebaran 2 juta saja, dan selebihnya 4 juta dijadikan modal bisnis setelah lebaran. Itu kalau Anda berminat di bisnis, tapi kalau tidak cobalah cari alternatif lain. Yang penting adalah jangan menghabiskan bonus THR dengan hura-hura saja, sangat disayangkan. Dapatnya setahun sekali, lho, masaiya, dalam tempo 3 hari ludes.

Semoga saja tahun depan tidak lagi galau karena terlalu berharap THR, sebab Anda mulai bebas finansial. Salah satu caranya adalah memanfaatkan bonus THR menjadi ladang uang. Nah, tugas Andalah untuk mencari peluang itu! [Asmara Dewo]

Baca juga:

Masih Anak-anak Bekerja Pakai Otot, Sudah Dewasa Pakai Otak

Maaf, Mak, Lebaran Ini Aku Tak Pulang

Ketika Lebaran Memanggil Anak Rantau

Bulan Ramadhan, Waktu yang Tepat Belajar Menutup Aurat



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas