Ilustrasi Menulis artikel wisata | Foto Gettyimage

Asmarainjogja.id – Menulis artikel wisata itu sangat mudah. Jangan langsung menciut jika dihadapkan Anda harus menulis cerita perjalanan. Sebab, sekali di benak kita terganjal kata sulit, maka sulitlah semuanya. Itu artinya Anda tidak akan pernah mampu untuk menulis artikel wisata.

Jadi langkah pertama di benak Anda adalah menulis itu mudah, termasuk juga menulis wisata itu sangat mudah dan menyenangkan. Selanjutnya mulailah proyek kepenulisan Anda. Yang perlu Anda ketahui adalah tidak ada aturan baku dalam penulisannya. Jadi Anda bisa memulainya dari mana saja, dan tentunya sesuka hati pula.

Namun begini juga, agar artikel wisata yang ditulis mudah dipahami, enak dibaca, ispiratif, dan mengandung unsur jurnalistik, setidaknya Anda tidak meninggalkan ketentuan menulis yang akan akan saya sampaikan. Selain tampak profesional, juga artikel yang ditulis nanti mampu menyihir pembaca terhanyut dalam artikel wisata tersebut.

Sebelumnya, saya juga sudah menulis cara menulis objek wisata, namun dalam ulasan ini sepertinya tampak lebih sederhana dan mudah dipraktikkan. Dan secara tak sadar pula teori menulis ini sering saya lakukan. Nah, setelah membaca ulang, dan memahami tulisan saya sendiri. Akhirnya saya menyimpulkan, beginilah cara paling mudah menulis artikel wisata.

Baca juga:

7 Langkah Mudah Menulis Berita Feature (Travelling)

Tips Menulis Berita Perjalanan Objek Wisata Melalui Foto

Baik, sekarang kita langsung ke poin pembahasan.

Pertama, yang harus Anda awali menulis artikel wisata adalah garaplah profil wisata tersebut. Dengan menggunakan rumus jurnalistik 5W+1H. 5W+1H adalah what (apa), who (siapa), when (kapan), where (di mana), dan how (bagaimana). Dengan menggunakan rumus ini saja Anda sudah bisa menuliskan sebuar artikel wisata. Namun, akan terasa kaku saat dibaca. Tenang saja ada tips agar tulisan Anda akan tetap enak dibaca.

Lalu bagaimana cara menggunakan rumus tersebut?

Apa nama wisata yanga akan Anda tulis? Misalnya hutan Pinus Grenden. Maka tulislah profil wisata hutan Pinus Grenden. Karena ini menulis artikel wisata, itu artinya Anda sendiri juga sudah mengunjungi wisata tersebut. Jadi Anda tahu benar mengenai wisata yang Anda garap dalam menuliskan artikel wisata.

Sebagai contoh seperti ini penggunaan kata “what” (apa):

Hutan Pinus Grenden adalah hutan pinus yang baru dibuka bulan Juli 2016 lalu. Selain sebagai objek wisata yang baru dipublikasikan ke nasional, maupun internasional, dari sana pula sudah dibuka jalur untuk mendaki Gunung Merbabu. Pemandangan tersuguh indah di Hutan Pinus Grenden, dua gunung berdampingan, Merbabu dan Merapi, menjadi pusat perhatian bagi pengunjung.

Itu hanya contoh saja, terserah Anda menuliskannya seperti apa, dan gaya menulisnya juga tergantung dari Anda sendiri. Tidak ada harus seperti ini, seperti itu! Semakin panjang, lebih bagus, artinya keterangan yang disampaikan cukup lengkap.

Penggunaan kata “who” (siapa):

Warga Dusun Grenden bahu-membahu membentuk panitia kepengurusan wisata di kaki Gunung Merbabu tersebut. Dengan penuh semangat dan solidaritas yang tinggi akhirnya hutan Pinus Grenden mulai populer di kalangan para wisatawan. Terbukti, salah satu stasiun televisi swasta sudah mengambil lokasi syuting di sana. Selain itu, bus pariwisata berbondong-bondong ke Hutan Pinus Grenden di akhir pekan.

Pengguna kata “when” (kapan):

Di akhir pekan, Sabtu dan Minggu, pengunjung ramai sekali di Hutan Pinus Grenden. Mereka para wisatawan dari luar kota, seperti dari Yogyakarta, Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Dan ketika hari biasa, wisata yang baru dibuka itu juga cukup ramai, namun pengunjungnya rata-rata dari sekitar daerah saja.

Penggunaan kata “where” (di mana):

Hutan Pinus Grenden berada di Dusun Grenden, Desa Pogalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Tidak jauh dari Kota Magelang, sekitar 25 km, dengan jarak tempuh berkisar 30 menit.

Penggunaan kata “how’ (bagaimana):

Untuk biaya masuk pengunjung dikenakan tiket hanya Rp.2.500 per orang. Untuk biaya parkir sepeda motor Rp.3.000, sedangkan untuk mobil Rp.3.000. Menuju ke Hutan Pinus Grenden dari Yogyakarta. Menujulah ke Muntilan, sampai menemukan vihara di sebelah kanan jalan. Di sana ada jalan kecil. Ikuti saja jalan tersebut sampai ke Pasar Talun, dan Pasar Suko.

Dari Pasar Suko menujulah ke Jl. Raya Kopeng, maka ambillah jalur ke Ketep Pass. Sekitar 15 km, Anda akan menemukan gapura Hutan Pinus Grenden di sebelah kanan jalan.

Baca juga:

Menulislah Seperti Berbicara, Maka Jadilah Penulis!

Ini Alasannya Kenapa Penulis Hemat Bicara

Tujuan Menulis yang Sebenarnya dari Seorang Penulis

Sekarang kita sudah menggunakan rumus 5W+1H. 5W+1H di artikel wisata. Lalu bagaimana langkah selanjutnya, agar tulisan wisata kita enak dan bisa menghinotis pembaca? Sebagai seorang penulis, khususnya penulis wisata, Anda harus pandai mengaduk-aduk emosi pembaca dari tulisan yang Anda garap.

Caranya bagaimana? Itu mudah, ceritakan saja pengalaman yang Anda alami di wisata tersebut. Mulai dari kekesalan, kekecewaan, kesenangan, keseruan, dan apa saja yang menurut Anda layak untuk ditulis. Semakin banyak cerita yang Anda tuliskan, maka artikel wisata perjalanan itu semakin baik.

Intinya bagikanlah apa saja melalui tulisan yang Anda alami kepada pembaca. Dengan sendirinya otomatis pembaca akan turut merasakan perjalanan Anda di wisata yang dikunjungi. Bagaimana, gampang sekali bukan cara menulis artikel wisata? [Asmara Dewo]

 

Lihat atraksi tong setan:

Atraksi omba asmara

 



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas