Ilustrasi layanan | Foto Istockfoto

Asmarainjogja.id – Apa yang menyebabkan Anda kembali membeli produk di tempat yang sama? Mungkin di antaranya adalah produk tersebut murah, berkualitas, dan pelayanan yang sangat memuaskan.

Sebaliknya pula, penyebab Anda jera membeli produk di tempat yang sama, mungkin karena mahal, produk yang buruk, dan layanan yang mengecewakan. Tidak usah jauh-jauh mengambil contoh, kita sendiri saja juga pernah mengalaminya.

Mungkin kita jera karena layanan si penjual yang mengecewakan, dan itu membuat kita kesal, marah, malahan benciii sekali. Dan bersumpah tidak akan pernah datang atau membeli produk itu lagi. Saya yakin, 100 persen Anda pernah mengalaminya.

Nah, ketika kita sebagai konsumen pernah mengalami kecewaan yang begitu berat, tapi ketika kita berada di posisi sebagai penjual, kita lupa bahwa layanan sangat penting. Pedagang, pebisnis, dan pengusaha, sering abai terhadap soal pelayanan. Biasanya ini sering dilakukan bagi pemain baru. Karena ia lebih mengutamakan, keuntungan, keuntungan, dan keuntungan.

Baca juga:

Pentingnya Etika dalam Bisnis

Bisnis Pakai Modal dan Bisnis Tanpa Modal, Mana yang Menguntungkan?

Kesenjangan Sosial di Indonesia Dipengaruhi Budaya Pekerja

Kalau serius ingin berbisnis, dan berharap penuh bisa sangat menguntungkan di kemudian hari, tidak hanya di hari ini saja, maka pelayanan jangan pernah dibaikan. Apapun bisnisnya, apapun produk yang dijual. Logika sekali, jika Anda sendiri pernah bersumpah tidak akan membeli produk, karena layanan yang mengesalkan, maka orang lain pun begitu, tak ubahnya seperti Anda.

Bisnis yang baik adalah bisnis yang berjangka panjang, sukur-sukur bisa sampai ke generasi berikutnya.

Jika Anda membeli produk di suatu tempat misalnya, coba perhatikan layanan mereka, lalu bandingkan di tempat lainnya. Setelah itu nilai baik buruknya, dan pelajari layanan terbaik mereka yang bisa diterapkan di bisnis Anda. Jadi kita bisa belajar dari perusahaan orang lain dalam bisnis yang   sedang dibangun.

Mungkin bagi pelaku bisnis yang layanannya buruk, bahkan sangat buruk, tidak pernah menyadari pelayanan dari perusahaan lain yang sangat profesional dan memuaskan. Itu juga sebabnya kenapa perusahaan-perusahaan besar, tidak pernah menyepelekan urusan pelayanan. Apalagi menghadapi konsumen yang sangat kritis. Sekali urusan pelayan dipublikasikan oleh konsumen, berita itu menyebar luas seperti virus. Menjalar kemana-mana, dan itu sungguh sangat berbahaya sekali omset penjualan.

Biasanya perusahaan yang sadar betul persoalan ini, paling takut nama baik perusahaannya tercemar, terlebih lagi sampai dipublikasikan di media cetak, maupun di media elektronik. Pihak management bisa shok ketika nama perusahaannya dikabarkan buruk oleh laporan konsumen.

Dalam kasus seperti ini, pihak management akan langsung mengklarifikasi persoalan terkait, dan menindaklanjuti permasalah konsumen yang diadukan tersebut. Mereka sadar betul, jika tidak ditanggapi, sama saja membiarkan bom waktu di perusahaannya.

Itu artinya satu konsumen saja kecewa, dan memberitakannya secara luas, berarti menghambat 1.000 calon konsumen yang akan berinteraksi di perusahaannya. Dan jutaan pelanggan yang kabur dalam waktu dekat.

Menyikapi kekecewaan konsumen, pihak management juga dengan kerendahan hati atas nama perusahaan besarnya akan meminta maaf secara terbuka maupun tertutup, dan berjanji tidak akan pernah terjadi lagi hal yang mengecewakan bagi para konsumennya. Tentu pelayanannya semakin ditingkatkan lagi.

Baca juga:

Reseller Pemula, Produk Tak Laku, dan Strategi Promosi Jitu

Memahami Tiga Karakter Pembeli Indonesia

Lima Dasar Utama Pedagang Cina Sukses di Indonesia

Bagi yang memulai bisnis baru, agar bisa diterima masyarakat luas, dan selalu disenangi konsumen Anda, maka bagian pelayanan juga harus diutamakan. Ingat, kita berinteraksi dengan manusia, bukan robot! Manusia punya hati dan otak dari apa yang ia hadapi.

Saat memulai bisnis saja Anda sudah mengecewakan konsumen, sepertinya bisnis yang sedang Anda rintis tidak berjalan mulus. Dan jika itu sudah terjadi, perbaiki secepatnya, dan alangkah bijaknya meminta maaf secara serius terhadap pihak yang yang dikecewakan.

Jangan sampai “satu virus, dua virus” bisa merusak bisnis yang sudah Anda bangun, padahal karena urusan sepele, yaitu layanan yang sangat mengecewakan. Kan kita tahu sendiri, lidah manusia itu sangat tajam, dan tak terkontrol. Mereka yang kecewa atas layanan tempat ia membeli produknya, akan mengoceh ke sana, kemari. Gegerlah satu kampung, nama buruk kita pun terkenal. [Asmara Dewo]

Padusi

Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas