Ilustrasi promosi diskon | Shutterstock

Asmarainjogja.id – Dulu sebelum saya paham ‘seni bermain diskon’, juga sempat berpikir, dari mana untungnya, ya, kalau jualan tapi potongan harganya besar banget. Bayangkan saja, harga normal misalnya Rp 100.000, eh, pas diskon besar-besaran jadi Rp 50.000. Nyaris harga yang nggak mungkin dibuat oleh toko lainnya.

Saya menduga-duga ini jualannya pasti rugi, dan sering pula beranggapan barang tersebut tentu tidak laku. Makanya didiskon sebesar itu. Apakah Anda pernah berpikiran seperti saya juga? Sebagai konsumen ini adalah pertanyaan wajar, dan umum sekali.

Namun kalau dari kacamata seorang pebisnis, semakin banyak diskon, semakin besar diskonnya, maka peluang bisnisnya akan semakin bagus. Sederhananya adalah nama brand akan lebih meluas lagi di tengah-tengah masyarakat. Dan ini sangat dibutuhkan bagi siapa saja yang bergelut di bisnis. Nama besar adalah tujuan utama.

Lantas, kalau hanya punya nama besar nggak dapat untung sama saja bohong? Ini lagi-lagi pertanyaan pebisnis yang masih berpikiran lokal. Saya sering menjumpai hal-hal demikian dari sesama pebisnis. Memang setiap pebisnis itu punya caranya sendiri dalam berbisnis. Sama halnya dengan manusia, dari milyaran kepala, tentu isinya berbeda-beda.

Anda pernah melihat lapak seseorang penjual itu sepi pembeli, entah itu di lapak offline maupun online? Mungkin pernah, ya? Nah, perhatikan lagi perkembangannya, 3 bulan, 6 bulan, atau setahun? Bisa jadi tutup, tuh, lapaknya. Saya tidak mendoakan seperti itu, hanya saja berdasarkan pengamatan sendiri.

Dalam jiwa seorang pebisnis itu ada istilah semangat berjualan, maksudnya adalah semakin sibuk berkutat di bisnisnya karena banyaknya pembeli, maka semangat bisnisnya akan tetap terjaga. Sebaliknya, semangat berbisnis akan tergerus jika bisnisnya sepi pembeli. Jika terus berkelanjutan maka si pebisnis tadi akan mudah mengibarkan bendera putih, toko ini sudah tutup. Miris sekali dan kasihan.

Jadi salah satu agar semangat berbisnis terjaga dan semakin tinggi, salah satunya adalah dengan memborbardir harga. Tentunya dengan hitung-hitungan yang pas pula. Contohnya dalam 1 item produk dengan harga normal bisa mendapatkan keuntungan Rp 50.000, nah, saat didiskon besar-besaran hanya mendaparkan Rp 5.000. Kecil sekali memang. Mungkin boleh jadi tidak bisa menutupi biaya operasional.

Keuntungan Rp 5.000 itu sungguh kecil. Hanya saja kalau keuntungan Rp 5.000 tersebut dikalikan 100 items yang terjual, mencapai Rp 500.000. Jadi tidak cocok juga dibilang tidak bisa menutupi biaya operasional. Namun yang jelas ekstra tenaga dan pikiran memang terkuras. Nah, itu satu item yang didiskon, bayangkan kalau lebih dari itu.

Bandingkan cara berjualan dengan harga normal yang keuntungannya Rp 50.000, tapi menjual 1 produk saja belum tentu laku dalam sehari. Anda pilih mana keuntungan dalam sehari Rp 500.000 meskipun capek, atau keuntungan Rp 50.000, dan terkadang juga nggak dapat untung malah? Kalau saya jelas keuntungan Rp 500.000 dong!

Harus Anda sadari, konsumen itu paling suka melihat dan mendengar kata ‘diskon’. Mereka langsung tertarik jika ada kata diskon pada sebuah produk. Beli atau nggak, yang jelas mereka akan melihat-lihatnya dulu. Peluang untuk membeli tentu lebih besar, karena sejak awal sudah tertarik, tinggal jurus closing-nya saja lagi yang meski dikeluarkan.

Sebagai seorang pebisnis apakah Anda pernah menggunakan jasa advertising? Kalau pernah pasti tahu, kan, harganya lumayan mahal. Dan itu belum tentu juga ada yang nyantol saat kita beriklan di sana. Kalau untuk memperkenalkan produk ke konsumen, ya, itu sudah pasti iklannya berjalan. Hanya saja selain dikenal, sebaiknya juga mendongkrak penjualan. Itulah gunanya beriklan.

Jadi menurut hemat saya lebih baik ganti saja cara jasa iklan seperti itu! Caranya adalah dengan diskon gila-gilaan. Lumayan, tuh, dari 1 konsumen akan berkicau ke sepuluh temannya, dari 10 orang tadi akan berkicau lagi ke 100 orang, begitu seterusnya. Itu artinya Anda bisa menciptakan advertising melalui konsumen Anda sendiri, dan itu gratis. Ya, konsumen saja sudah puas dapat diskon besar, makanya mereka secara tidak sadar akan mengiklankan bisnis Anda.

Teknik ‘seni bermain diskon’ ini bisa diterapkan sekali atau 2 kali dalam sebulan. Waktu bermain diskon ini yang jelas di tanggal muda, karena konsumen baru saja menerima gaji. Waktu kedua saat hari-hari sepi pembeli, dijamin, insya Allah, pembeli akan ramai kembali.

Nah, sedangkan di hari-hari berjualan tanpa diskon, manfaatkanlah nama besar brand Anda untuk mendapatkan keuntungan secara maksimal. Oke, selamat mencoba di ‘seni bermain diskon’! [Asmara Dewo]

Baca juga:

Hijab Rawis Diskon 50 %, Kini Hanya 15 Ribu

Lima Faktor Kenapa Penjualan Online Menjelang Lebaran Sepi

Jangan Jadi Pebisnis Online yang Katrok

Inilah Pentingnya Nama Brand dalam Bisnis

 

 



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas