Arca tanpa kepala di Candi Ngawen | Foto AIJ

Asmarainjogja.id-Bangunan candi itu masih tampak kokoh berdiri, sekalipun beberapa bagian candi sudah tidak utuh lagi. Di dalam bilik candi, tampak arca Budha tanpa kepala dikerangkeng pintu besi. Arca tanpa kepala bukan hal mengejutkan lagi bagi saya setiap berkunjung ke candi Budha.

Misalnya saja Candi Plaosan, Candi Borobudur, dan situs sejarah Gupala (gupolo), tiga situs peninggalan sejarah tersebut tercatat sekarang ini memiliki arca Budha tanpa kepala. Ada dua arca Budha di candi itu, yang pertama di dalam bilik bangunan yang masih utuh, dan kedua di candi yang pertama kali dijumpai saat memasuki kompleks Candi Ngawen.

Arca Budha tanpa kepala di Candi NgawenTampak dari luar pintu besi yang digembok, Arca Budha di dalam tanpa kepala | Foto AIJ

Terik matahari terasa membakar kulit, dengan garangnya sang surya menyinari bumi Jawadwipa. Ya, hari yang begitu cerah, secerah anak TK dan SD saat berkunjung ke Candi yang peninggalan dinasti Syailendra itu. Ada rasa keingintahuan kenapa candi ini menyimpan arca Budha tanpa kepala? Apakah kasusnya sama dengan candi yang lainnya?

“Candi Ngawen merupakan zaman peralihan kerajaan Hindu-Budha, makanya ada terdapat arca Nandi (pen: arca sapi) di sini,” terang Susanto, penjaga Candi Ngawen pada saya, Sabtu (4/6/2016). Arca nandi terlihat di dekat pos bersama reruntuhan batu candi lainnya.

Candi NgawenAnak SD sedang bermain di halaman Candi Ngawen | Foto AIJ

Di depan pintu masuk terdapat dua relung kanan-kiri juga sisi dinding lainnya tampak kosong melompong. Sepertinya dulu ada arca yang mengisi relung tersebut. Dan atap candi sendiri tidak utuh lagi, mungkin kalau utuh atapnya seperti Candi Plaosan yang berada di Klaten.

Hiasan kala makara terlihat menyeringai tanpa rahang menggawangi di atas pintu masuk, dan atap candi. Keunikan Candi ngawen terletak di bagian kaki candi, di setiap sudutnya terdapat empat arca singa jantan yang terlihat mengaga. Hal ini tidak pernah saya temukan di candi-candi yang pernah dikunjungi sebelumnya. Arca singa itu juga berfungsi sebagai saluran air pada candi tersebut.

Nah, biasanya candi Budha untuk saluran air ini dikenal dengan jaladwara, seperti yang ada di Candi Mendut atau di Candi Banyunibo, di Yogyakarta. Bedanya saluran airnya di kedua candi itu berbentuk kepala naga, sedangkan di Candi Ngawen sendiri berbentuk singa yang utuh. Ya memang setiap candi itu memiliki keunikan dan ciri khasanya masing-masing, dan ini disesuaikan pada zaman, kisah pada masa itu, dan raja yang membangunnya.

Arca singa di Candi NgawenArca singa di setiap sudut kaki Candi Ngawen | Foto AIJ

Candi Ngawen dibangun sekitar abad ke-8 oleh raja dari dinasti Syailendra pada masa Mataram Kuno. Namun ada pula pendapat lain, beradasarkan gaya arsiterturnya dibangun pada abad 9-10. Letak Candi ini berada di Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Tidak ada biaya masuk ke sini, pengunjung cukup mengisi buku tamu.

Candi ini tidak terlalu jauh dari Candi Mendut, paling sekitar 3 km. Jadi kalau mengunjungi Candi Ngawen bisa juga berkunjung ke Candi Mendut, Candi Pawon dan juga Candi Borobudur. Nah, rute ke Candi Ngawen dari Candi Mendut adalah menuju ke arah candi Borobudur, nanti akan dijumpai jembatan, masih terlihat kok dari Candi Mendut jembatan tersebut. Jadi jaraknya paling sekitar 50 meter.

Candi NgawenCandi Ngawen tampak dari depan | Foto AIJ

Sebelum jembatan itu ada simpang ke kiri. Lalu ikuti saja terus jalan tersebut. Nanti di sana akan dijumpai lagi beberapa simpang. Dan alangkah baiknya tanyakan saja warga sana, sebab cukup sulit untuk menerangkannya.

“Kalau kepala arca yang hilang sebelum dijaga seperti ini. Ya, mungkin juga hilangnya pada zaman Belanda, atau bisa juga dicuri pada masa sesudah itu.” Pungkas Susanto dengan ramah saat kami duduk santai di depan pos.[]

Penulis:  Asmara Dewo 

Baca juga:  Candi Pawon Si Mungil yang Elok Dekat Candi Borobudur

Candi Mendut yang dihuni 3 Arca Budha Terbesar

Candi Plaosan, Tanda Cinta dari Rakai Pikatan untuk Permaisurinya 

Yuk, gabung di Media Sosial kami!  Google+  Fanpage  Facebook  Twitter  YouTube








Custom Search




Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas