Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni | Foto Kompas

Asmarainjogja.id – Sosok Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni yang diusung koalisi Cikeas, akan terus naik di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Direktur Eksekutif Voxvol Center, Pangi Sarwi Caniago mengatakan, Agus-Sylviana akan merebut kelompok-kelompok masyarakat di Jakarta, terutama segmen pemilihan pemula.

Menurut Pangi, pemilih pemula lebih menyukai sosok yang baru dalam calon pasangan Pilkada DKI ini. Ini didasarkan prefrensi mereka yang dipengaruhi oleh teman dan keluarga.

Baca juga:  Habil Marati: Agus Yudhoyono Lebih Unggul dari Jokowi, Apalagi Ahok

“Pemilih pemula bisa menjadi basis Agus-Sylviana. Ini tak bisa dianggap remeh sebab ada sekitar 30 persen pemilih pemula di wilayah DKI Jakarta,” tutur Pangi saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (24/9/2016). Seperti yang dilansir dari Kompas.

Lanjut Pangi lagi, basis pemula bisa diraih pasangan Agus-Sylviana terdiri dari kaum muda dan perempuan. Sylviana, bisa dapat refresentasi kelompok perempuan. Soalnya, dia satu-satunya calon perempuan di Pilkada.

Sedangkan Agus, dinilai dari tampilannya yang sesuai selera anak muda.

Agus Yudhoyono

“Agus juga sosok yang disiplin, tegas, sangat intelektual. Pada saat yang sama, Sylviana adalah birokrat Betawi, mantan wali kota Jakarta Pusat," ujar Pangi lagi.

Menurut Pangi kemudian, Agus begitu lekat dengan Susilo Bambang Yudhoyono. SBY yang masih dilirik masyarakat, mampu mendongkrak elektabilitas Agus.

“Coat-tail effect figur SBY yang masih disukai rakyat otomatis akan mendongkrak elektibilitas Agus,” kata Pangi.

Baca juga:  Tiga Calon Gubernur yang Tampan, Kharismatik, dan Memesona

Selain itu, Agus-Sylviana juga kemungkinan dapat suara limpahan partai yang mengusungnya, Partai Amanat Nasional (PAN), dan   Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Kemungkinan Agus juga mendapat limpahan elektoral dari ormas terbesar di Indonesia seperti Muhammadiyah dan NU,” ucapnya lagi.

Pangi juga menerangkan, suku Agus yang berasal dari Jawa juga mampu dinilai mampu meningkatkan suara mereka. Pasalnya banyak pemilih yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Ada kemungkinan banyak pemilih menjatuhkan pilihan karena faktor daerah hingga pada akhirnya memilih Agus,” jelas Pangi. [Asmara Dewo]



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas