Pantai Siung, Gunungkidul, Yogyakarta | Foto Asmarainjogja, Asmara Dewo

Asmarainjogja.id – Berpasir putih landai, airnya bersih, ombaknya tidak begitu besar, dan cukup ramah bagi anak-anak, inilah beberapa alasan wisatawan ramai ke Pantai Siung. Pantai Siung yang terletak di Dusun Wates, Desa Purwodadi, Kec. Tepus, Kab. Gunungkidul, DI Yogyakarta tersebut selain tempat wisata keluarga, namun juga disenangi kawula muda.

Biasanya wisatawan muda mendirikan tenda menikmati sunset dan sunrise di sana. Selain itu bagi penggila rock climbing, Pantai Siung merupakan satu-satunya pantai untuk menyalurkan hobi memanjat tebing di Yogyakarta. Tak heran pula para pemanjat tebing berbondong-bondong menguji cadasnya tebing di sana.

Dan bagi wisatawan yang gemar ber-selfie ria, di Pantai Siung cukup banyak spot foto keren, hanya saja wisatawan harus siap-siap merogoh kocek disetiap tempat selfie. Mulai dari 5 Ribu, sampai 25 Ribuan. Sepertinya tempat foto yang dikutip ke pengunjung itu cukup mahal, tapi sesuai dengan spotnya.

Minggu, 30 Juli 2017, saya bersama Rizka Wahyuni kembali traveling ke wisata pantai di Gunungkidul. Rasanya tidak ada bosan ke bagian selatan wilayah Yogyakarta itu. Memang, sih, di antara tempat-tempat wisata yang ada di Kota Wisata ini, Gunungkidul adalah salah satu tempat wisata favorit saya.

Alasannya sederhana, karena di sini banyak sekali pantai, dan juga buminya yang tandus nan gersang itu menurut saya eksotis. Terlebih lagi pantai yang memiliki tebing-tebing terjal dan ada pulau di tengah, itu yang membuat saya selalu rindu pantai di pesisir Gunungkidul. Ingat Pantai Yogyakarta, rasanya tak lengkap jika tidak cerita akan keindahan pantai di Gunungkidul.

Tiba di retribusi masuk kawasan pantai, kami membayar tiket hanya 5.000 per orang. Tiket itu sudah termasuk Pantai Nglambor, dan Pantai Timang. Motor kami terus membelah jalan beraspal mulus, pemandangan perbukitan dan tanaman warga menemani kami sepanjang jalan. Tiada libur bagi warga yang bercocok tanam di sana, mereka tampak terlihat sibuk menggarap lahannya.

Pemandangan lain yang kami temukan adalah pohon jati yang mulai menjulang tinggi. Batangnya besar, dedaunannya pun rindang, sejuk ketika melewatinya, meskipun hari itu cukup panas. Sekitar 10 menit kami sudah sampai di Pantai Siung. Kendaraan terbilang padat, mulai dari kendaraan roda dua, roda empat, sampai bus pariwisata yang super gede. Ya, pantai yang satu ini memang sedang nak daun sebagai wisata pantai di pesisir selatan DI Yogyakarta.

Nah, untuk tiket motor kami dikenakan biaya Rp 5.000. Apakah ini tarif yang cukup mahal atau tidak? Kembali lagi bagi pembaca.

Di pasir putih Pantai Siung, wisatawan asik menikmati segala keindahan di sana. Mereka duduk santai di bawah tenda berwarna-warni beralaskan tikar. Tentu saja ditemani beragam kuliner yang lezat, ada seafood, kelapa muda, juga bermacam makanan dan minuman yang membuat siapa saja ingin mencicipinya.   Karena pantai ini juga lokasinya para nelayan, maka tak heran ikan hasil tangkapan mereka yang dijual di warung masih fresh.

Pemuda-pemuda setempat yang menggenggam kamera DSLR memanfaatkan dengan baik ramainya pengunjung. Mereka menawarkan jasa fotograpi bagi pengunjung. Seakan tidak mau kehilangan moment liburan yang menyenangkan, pengunjung pun berpose bak model yang dijepret oleh photograper tadi. Berlatar belakang ombak, tebing-tebing cadas, dan tempat-tempat spot cantik berfoto menjadi buruan para pengunjung untuk mendokumentasikan perjalanannya.

Selanjutnya kami mencoba melihat pemandangan dengan cara yang berbeda, yakni dari bukit yang ada di sebelah barat. Nah, untuk masuk ke sana, petugas memasang tarif Rp 5.000 per orang. Di sana ada tempat yang memang keren untuk berfoto, dan kami menuju ke  sana melalui jembatan yang dibuat dari bambu. Dari atas batu karang yang melihat tepian Pantai Siung itu sungguh elok, terlebih lagi melihat laut sejauh mata memandang. Ombak bergulung semakin tinggi mengikis setiap karang yang dihantamnya.

Panjat tebing di Pantai Siung

Pemanjat tebing sedang beraksi | Foto asmarainjogja, Asmara Dewo

Setelah dari sana kami ke area panjat tebing. Waw… ini benar-benar keren, kawan, dengan seutas tali para pemanjat tebing dengan piawainya ‘bermain’ di tebing yang cukup tinggi itu. Mereka sedang bergegas turun. Tak hanya lelaki saja yang menjajal tebing yang menantang tersebut, tapi ada juga cewek, lho. Kalau kamu juga hobi memanjat tebing, cobalah ke Pantai Siung ini, salurkan hobi kamu, guys.

Tak berapa lama kemudian saya menelusuri jalan setapak menuju Garden Beach. Berdasarkan informasi anggota pengelola, melalui jalan ini pengunjung juga bisa ke Pantai Nglambor. Tarif untuk masuk dikenakan biaya Rp 25.000 per orang, di sana ada spot-spot untuk berfoto. Tampaknya pengunjung kurang berminat masuk di kawasan itu, boleh jadi karena tarifnya yang agak mahal.

Saya kembali menjumpai Rizka yang sedang asyik melihat tebing-tebing yang menjulang tinggi di sekitarnya. Saya bilang ke dia, biaya masuk ke Garden Beach, dan dia tidak mau ke sana. Ya, sudah kami menuju ke Jembatan Samudera? Apa lagi ini? Ya, Jembatan Samudera ini spot untuk berfoto juga. Jembatan itu terbuat dari bambu, nah, tarifnya Rp 20.000 per orang.

Lagi-lagi kami tidak mencobanya. Sebelum turun, kami sempat menuju sebuah goa. Oleh pihak pengelola dinamakan dengan Goa Purba. Jalan sempit yang dihimpit dengan dinding tebing mempersulit langkah kami. Rizka kesulitan melangkahkan kakinya. Sesekali kepala harus merunduk kalau tidak mau terjedut dengan kerasnya bebatuan. Terus melangkah dengan rasa penasaran penuh, kapan berakhir jalan buntu itu?

Akar-akar pohon beregelantungan berbentuk tali, semak belukar pun kami jumpai, Rizka terhenti kakinya, ia gemetar, dan saya terus berjalan menyelusuri goa. Tiada lagi cahaya yang masuk di dalam goa, pemandangan gelap. Hanya saja jauh di sana setitik cahaya mulai tampak. Ya, tentu saja saya menghampiri cahaya tersebut. Ternyata cahaya itu dari lubang yang tidak terlalu besar dari arah pantai. Saya bisa melihat lautan dan merasakan anginya Samudera Hindia dari sana. Namun saya tidak bisa keluar dari lubang, karena ukuran tubuh yang lebih besar.

Sedangkan pada langit-langit gua terdapat pula cahaya. Sepertinya goa ini masih panjang, tapi saya memutuskan untuk kembali. Soalnya si Rizka itu penakut kalau ditinggal. Baiklah akhirnya kami sepakat turun dan mencicipi makanan dan minuman sembari istirahat. Melepaskan dahaga dengan air kelapa muda dingin memang waktu yang tepat, guys, terlebih lagi cuacanya panas menyengat. Beghhhh… segar.

Bukit Pengilon Pantai Siung

Bukit Pengilon di Pantai Siung | Foto asmarainjogja, Asmara Dewo

Nah, di sebelah timur Pantai Siung, ada Bukit Pengilon. Pengunjung memasuki tebing tersebut dikenakan biaya Rp 2.000 per orang, sedangkan untuk spot foto di Bukit Pengilon sendiri Rp 10.000 per orang. Tempat ini selain untuk berfoto, para pemuda pecinta alam bebas biasanya mendirikan tenda camping menunggu sunrise dan sunset. Nah, mungkin kamu tertarik mendirikan tenda di sini, guys. [Asmara Dewo]

Tonton videonya:



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas