Ilustrasi Akun Instagram | Foto Asmarainjogja

Asmarainjogja.id – Apa, sih, serunya bermedia sosial, khususnya Instagram? Jawabannya tidak ada, lebih banyak kegiatan sia-sia daripada manfaatnya. Terlebih lagi pengguna Instagram di Indonesia didominasi anak alay. Ya, anak alay yang kerap memposting foto ataupun video yang sama sekali tidak penting untuk dikonsumsi.

Pada umumnya pengguna Instagram itu berbudaya pamer. Kalau di tempat nongkrong selfie, terus fotonya diunggah, lengkap dengan makanan yang disantapnya. Berikutnya, pamer tempat-tempat yang dikunjunginya. Bahkan mau tidur saja sempat selfie dulu. Bayangkan, foto mau tidur di-upload? Apa maksudnya coba? Jablay, kah?

Yang lebih menggelitik lagi, dan ini benar-benar buat kepala Anda pusing menelaah maksud pada foto yang baru diunggah anak alay. Ada sebuah foto dengan caption yang sama sekali tidak nyambung. Si anak alay berkunjung ke tempat wisata, terus captionnya berisi curhatan tentang cinta. Wihhh… bijak sekali captionnya, guys. Mario Teguh lewatttt.

Seolah-olah kaum alay ini paling bijak sedunia. Walaupun caption dan fotonya sama sekali tidak nyambung. Tapi karena hal ini sudah biasa di Instagram Indonesia, jadi seperti sudah membudaya. EGP (emang gue pikirin), nyambung atau nggak nyambung, inilah hidupku dengan segala kelebihan dan kekurangannya, kira-kira begitulah pikirannya.

Tapi, guys, ternyata peluang bisnis di Instagram lebih menjanjikan daripada media sosial lainnya, seperti Facebook, Twitter, Pinteres, Goole Plus, dan lain sebagainya. Hal ini bukan tanpa sebab, karena masyarakat dunia demam selfie, terlebih lagi di Indonesia. Sampai-sampai smartphone menciptakan produknya khusus yang gila selfie. Jadi netizen yang hobi selfie, atau sekadar berfoto, punya akun Instagram.

Dan tak kalah penting lagi, Instagram tidak seperti media sosial lainnya yang bisa menyisipkan link hidup pada setiap postingannya. Jadi berita atau hoax tidak berkutik di media sosial yang satu ini. Penggunanya juga semakin dimanjakan dengan aplikasi Instagram story dan siaran langsung. Maka Instagram pun semakin banyak penggunanya di bumi ini.

Seperti rumus bisnis, di mana ada keramaian, di situlah ada peluang keuntungan. Maka jangan heran, kenapa banyak sekali yang berjualan di Instagram, sampai rela-rela beli follower. Bahkan kalau banyak followernya, biasanya kebanjiran endorse dari berbagai produk.

Kenapa mereka mau mengendorse produknya ke pengguna Instagram yang banyak followernya? Ya, karena selain harga untuk promosi lebih murah, tentunya promosi itu lebih tertarget. Sebagai contoh, pengguna Instagram itu seorang hijaber cantik, dan followernya mencapai 20 Ribu. Nah, karena album fotonya semuanya menggunakan hijab dan banjir dengan komentar pujian dan like, maka penjual hijab pun mengendorse dia.

Biasanya karena dia seorang hijaber, tentunya followernya banyak yang berhijab. Jadi ketika dia mempromosikan hijab yang dipakai, followernya pun ikut-ikutan memakai hijab yang diendorse tadi. Calon pembeli itu lebih percaya kalau yang memakainya itu orang yang dikenalnya lebih dekat.

Sekarang Anda bisa memanfaatkan Instagram untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya. Siapa pun Anda, apapun latar belakang Anda. Ada dua pilihannya, pertama menjadi endorse, dan kedua menjual produk (barang atau jasa). Kalau Anda tidak tertarik menjual produk, mungkin karena ribet atau bermacam alasan lainnya, maka jadilah endorse produk.

Untuk mendapatkan endorse produk, tentulah Anda mempunyai follower yang banyak, paling tidak 20 Ribu, dan itu followernya asli, bukan membeli di penjual follower yang norak. Ketika endorse mulai berdatangan, tingkatkan kualitas foto atau video Anda dengan karya yang lebih baik lagi. Mungkin membeli kamera yang lebih canggih agar menghasilkan foto dan video yang jauh lebih keren.

Pertanyaannya adalah bagaimana cara memulainya? Dan bagaimana pula agar kebanjiran follower?

Pada umumnya netizen Indonesia lebih menyukai akun Instagram yang bisa menghibur, sebagai contoh akun Instagram Ria Richies. Adik Oki Setiana Dewi itu mengupload foto dan video yang membuat siapa saja melihatnya tertawa terbahak-bahak. Ya, setiap orang sangat butuh humor. Terutama humor yang sehat.

Pilihan lainnya adalah membuat meme. Jika Anda bisa membuat meme yang lucu, ini sebenarnya bakat yang sangat bagus untuk dibisniskan. Tapi sejauh ini pencipta meme di Indonesia hanya untuk iseng-iseng saja. Padahal kalau jeli melihat peluang bisnis di Internet, pandai membuat meme sama saja membuka keran rezekinya.

Lalu bagaimana jika tidak keduanya? Paling tidak Anda bisa membuat netizen tertarik kepada Anda. Gali bakat Anda, lalu tunjukkan ke follower, dan teruslah komitmen dengan apa yang sudah dimulai. Namun ingat! Bijaklah untuk memilih mana yang layak untuk diunggah, dan mana yang tidak layak untuk diunggah. Jadilah personal yang positif bagi semua kalangan. [Asmara Dewo]

Baca juga:

Hati-hati Minum Obat Tidur Bisa Ditangkap Polisi

Kenapa Foto Mesra Sama Pacar Meski Dihapus di Medsos?

Semoga Ramadhan Merahmati Netizen Indonesia

Fenomena Akun Media Sosial si Penyebar Teror

Selfie Bersama Artis, Biar Pamer di Medsos?



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas