Hujan | Foto Flickr

Oleh: Asmara Dewo

 

Tahun yang tak kumengerti …

2016, menimbulkan tanya ke hati

Ada apa ini?

Air langit yang menghujani kami

 

Tak berkesudahan …

Bergulir berkepanjangan

Ada apa Tuhan?

Adakah kesalahan?

 

Atau aku terlalu banyak tanya padaMu

Memikirkan yang tak perlu dipikirkan

Membicarakan yang tak perlu dibicarakan

Padahal ini semua, sebab ketakutanku padaMu

 

Oh … Tuhan Semesta Alam

Oh … Tuhan Penguasa dunia

Tiada lagi tanya padaMu

Tak ingin lagi menanyakan karuniamu

 

Mungkin ini adalah caraMu

Mengingatkan manusia yang pelupa

Lupa bersyukur ..

Lupa atas karunia yang berlimpahan selama ini

 

Kali ini aku tak bertanya padaMu lagi

Hanya mengadu, sedikit saja …

Kumohon berikan ketabahan dan kesabaran

atas bencana banjir di Padang dan sekitarnya

 

Kumohon turunkanlah rezeki dari langit

Kupinta bukalah rezeki dari bumi

untuk saudara-saudaraku yang kehilangan harta benda

Mudahkanlah dari kesukarannya dalam guyuran hujanMu

 

Wahai hujan, yang kurindukan selama ini

Buliran terindah di bumi

Air yang menguasai dunia

Sepertinya cukup pelukan kerinduan antara kita

 

Terima kasih …

Terima kasih, hujan,

esok lusa kita pelukan dalam dekapan kerinduan yang sama.

 

Jogjakarta, 23 Maret 2016

 

Baca juga puisi lainnya: 

Harapan Manusia-manusia Kecil

 

Gabung di media sosial kami:  Google+  Fanpage  Facebook  Twitter  YouTube




 





Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas