Bukit Teletubbies di Bromo | Foto asmarainjogja, Asmara Dewo

Asmarainjogja.id – Ketika itu matahari semakin tumbang di langit barat, kami buru-buru turun dari kawah Bromo. Tidak butuh lama saat turun dari gunung aktif itu, sebab tujuan kami berikutnya adalah Bukit Teletubbies, atau disebut juga pada sabana. Banyak yang bilang bukit Teletubbies salah satu spot yang indah di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), sungguh rugi sekali jika tidak menikmati alam permai di kaki gunung tersebut.

Meski sudah menjelang sore, garang matahari tetap hebat, hanya saja tidak terasa membakar kulit, mungkin juga karena udara pegunungan yang begitu sejuk. Kami menikmati petualangan ini dengan nyaman. Sebenarnya perasaan cukup cemas, apakah kami masih sempat mengunjungi pada sabana itu? Sementara waktu tak bisa diundur, jangan pula sampai kemalaman pulang.

Selain itu batre kamera yang nyaris habis, tinggal 1 titik lagi. Alamat, deh, kalau sempat kehabisan. Dengan apa kami harus mendokumentasikan spot indah di sana? Selain itu batre smartphone juga benar-benar lowbate. Saya melihat anak-anak Tengger yang sedang berkumpul di atas motornya masing-masing, ada yang memakai trail, dan juga motor bebek.

“Dek, di mana Bukit Teletubbies,” tanya saya lagi, “dan berapa jauh dari sini?”

“Oh, Bukit Telettubies di balik Gunung Bromo ini, Mas,” jawab salah satu di antara mereka sambil menunjuk Gunung Bromo, “jaraknya juga nggak jauh, tinggal ikuti aja pembatas itu.”

“Dekat tenyata. Oke. Terimakasih banyak, ya?” kata saya pada mereka.

Tanpa harus berlama-lama lagi saya sudah mengebut matic di lautan pasir (pasir berbisik), sesuai arahan bocah-bocah Tengger tadi. Setiap berpapasan dengan kendaraan di depan, debu sudah mengepul kemana-mana, angin juga saat itu sangat kencang. Masker semakin saya rapatkan agar debu tidak masuk ke hidung dan mulut. Entah perasaan saya saja atau bagaimana, rasa-rasanya di tenggorokan ini tertelan debu. Padahal masker tak pernah lepas dari wajah.

Rata-rata warga Tengger itu kalau sudah naik motor ngebut-ngebut, mungkin sudah terbiasa atau malas terkena debu. Apakah tidak takut jatuh? Anak-anak Tengger juga begitu, balap sekali kalau sudah melintas lautan pasir, layaknya jagoan motor cross kelas nasional saja, hahaha. Seru sekali memang balap-balapan di atas pasir, sayangnya motor kami tidak mendukung untuk aksi hebat itu.

Sebenarnya Bukit Teletubbies itu sudah kami lewati saat pertama kali masuk di kawasan TNBTS, hanya saja saat itu malam hari, jadi tidak terlihat padang hijau yang sangat eksotis tersebut. Di depan padang sabana itu terdapat sebuah warung, dan beberapa jeep yang terparkir. Pengunjung lainnya juga memarkirkan motornya dengan rapi. Ternyata di area sini dilarang mendirikan tenda, membuat api unggun, dan juga larangan merokok. Mungkin saking dijaganya padang sabana ini, karena itu pula dibuat peraturan keras bagi pengunjung.

Bukit Teletubbies

Kebahagiaan Rizka saat berpose berlatar Bukit Teletubbies (Padang Sabana) | Foto asmarainjogja, Asmara Dewo

Sedangkan kalau mendaki bukit-bukit di sekitar padang sabana diperbolehkan, tapi rasanya kami kurang tepat kalau harus mendaki ke atas lagi. Waktu kami tidak banyak, sementara sang surya sebentar lagi akan tenggelam. Bahkan untuk menikmati segelas kopi sembari menatap Bukit Telettubies pun rasanya tak sempat.

Untuk mengambil foto dari arah timur tidak begitu bagus karena silau matahari, kami pun melesat lagi menuju barat sekitar 50 meter. Nah, di sana ada sebuah batu sakral, yang juga sekaligus tempat ritual (patmawati) memberikan sesaji oleh warga Tengger. Di batu sakral itu juga tertulis besar, dilarang memanjat. Bahkan saking menghargainya batu itu, setiap warga Tengger yang melintas selalu membunyikan klakson kendaraannya.

Dan di sebelah batu itulah saya sempat duduk bersantai menikmati sore sampai senja menatap padang sabana yang sangat luas itu. Di batu tersebut tidak dilarang untuk diduduki. Sebuah pemandangan hijau yang sangat apik. Sayangnya kamera kami mengabadikan moment itu tidak sesuai aslinya, agak kecokelatan, hahaha. Padahal yang aslinya hijau cantik, guys. Rizka sendiri begitu senangnya, mondar-mandir di antara rerumputan yang menggemaskan. Sesekali ia minta difoto. Ya, ini adalah ritual Rizka kalau sudah di tempat-tempat indah.

Padang sabana Bromo

Rizka di tengah Padang Sabana | Foto asmarainjogja, Asmara Dewo

Kami juga melihat nun jauh di sana, sebuah tenda berdiri anggun di bawah pohon. Lokasi itu tidak dilarang untuk mendirikan tenda. Saya pikir itu tempat yang sangat eksotis mendirikan tenda di sekitar padang sabana alias Bukit Teletubbies. Saran saya, guys, kalau kamu ingin mendirikan tenda di sekitar TNBTS, sebaiknya dirikanlah di sini. Menurut saya ini lokasi yang sangat pas untuk bercamping ria bersama sahabat terbaik.

Padang sabana

Pada Sabana yang sangat luas dikeliling gunung-gemunung | Foto asmarainjogja, Asmara Dewo

Di sini kamu selain melihat padang sabana yang sangat luas, juga gunung-gemunung serta bukit yang ada di belakang. Dan itu sangat keren sekali, guys. Saya juga perhatikan hampir setiap pengunjung yang melintas di sini, selalu menyempatkan diri untuk berhenti, mereka berfoto cantik berlatar padang sabana atau gunung-gemunung.

Bukit Telettubies Bromo

Hari mulai senja di Bukit Teletubies | Foto asmarainjogja, Asmara Dewo

Lagi-lagi waktu tak terasa menyita petualangan kami, hari semakin gelap. Kami segera mempersiapkan peralatan untuk dimasukkan ke cariel. Jujur saja, malas sekali rasanya untuk pulang, ingin sekali untuk sehari lagi di TNBTS, tepatnya di padang sabana ini. Bagi saya waktu sejam tidak cukup menikmati keindahan yang terbentang luas di sini.

Dan saya berjanji, di lain waktu jika ada kesempatan ke padang sabana ini, saya akan mendirikan tenda, dan camping untuk bermalam. Sekian petualangan kami di TNBTS, semoga bermanfaat informasi yang sudah saya tulis sejak 3 hari yang lalu. [Asmara Dewo]

Baca liputan kami dari pertama:

Petualangan Kami di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Dari Pasir Berbisik   Sampai Bertaruh Nyawa di Kawah Bromo

Liputan wisata ini disponsori oleh:  Padusi Hijab

padusi

Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas