Buni yani, di tengah, memakai kacamata | Foto Viva

Asmarainjogja.id – Buni Yani ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penyebar kebencian melalui internet oleh Kepolisian Daerah (Polda Metro Jaya). Dan lewat status di laman fcebooknya, Buni Yani mengaku ditangkap dan tak bisa pulang.

“Bismillah. Minta dukungan kawan2 dan semua umat Islam. Saya ditangkap, tak bisa pulang ditahan di Reskrimsus Polda Metro Jaya,” tulis Buni Yani, Rabu (23/11/2016) malam. Seperti yang dilansir dari Republika.

Belum ada konfirmasi resmi, apakah Buni Yani tetap ditahan atau dilepaskan. Jika ditahan, maka tersangka Buni Yani berbeda dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Dengan hasil konstruksi hukum pengumpulan alat bukti dari penyidik, malam ini pukul 20.00 WIB dengan bukti permulaan yang cukup, yang bersangkutan BY (Buni Yani) kita naikkan statusnya menjadi tersangka," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono, Rabu, 23 November 2016. Tulis Viva.co.id dalam beritanya.

Awi menjelaskan penetapan tersangka atas Buni Yani tidak terkait video yang diunggah oleh Buni Yani, namun caption atau kata-kata yang diunggahnya.

“Yang menjadi alasan penetapan tersangka bukanlah video yang diunggah, tapi gambaran tampilan akun facebook BY pada 6 Oktober 2016,” terang Awi.

Terkait video yang diunggah Buni Yani, video tersebut asli, dan tidak diubah. Hanya durasinya dipotong, awalnya 1 jam 40 menit, menjadi 30 detik.

“Untuk video setelah dilakukan pemeriksaan digital forensik, videonya asli, hanya di akun Facebook Buni Yani pada 6 oktober hasil suntingan dari pukul 00.24.16 sampai 00.24.46,” ujarnya.

Berikut caption yang ditulis Buni Yani di video yang diunggah di laman facebooknya.

PENISTAAN TERHADAP AGAMA?

“Bapak Ibu (pemilih muslim).. Dibohongi Surat Almaidah 51.. (Dan) “masuk neraka (juga bapak-ibu) dibodohi”.

Kelihatannya akan terjadi suatu yang kurang baik dengan video ini.

“Tiga paragraf inilah berdasarkan saksi ahli meyakinkan penyidik yang bersangkutan melanggar pasal 28 ayat 2 UU ITE. Yang di dalam kurung ditambahkan sendiri,” jelas Awi lagi.

“Pernyataan yang bersangkutan ini mampu menghasut dan membuat kebencian yang bersifat SARA ketika membaca,” lanjut Awi kemudian.

Adapun pasal yang menjerat Buni Yani adalah Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 ayat 2 UU No 11 tahun 2008 tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) dengan hukuman di atas enam tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Pasal tersebut mengatur mengenai penyebaran informasi yang menimbulkan rasa kebencian atas permusuhan suku, agama, ras, dan antargolongan.

Sebagai informasi, Buni Yani dilaporkan ke Mapolda Metro Jaya oleh Komunitas Muda Ahok-Djarot (Kotak Adja). Dalam laporan polisi bernomor LP/ 4837/ X/ 2016/ Dit Reskrimsus pada Jumat 7 Oktober 2016. [Asmara Dewo]

 

Lihat atraksi tong setan:

Atraksi omba asmara

 



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas