Acara HUT Yogyakarta di Tugu Yogyakarta | Foto doc asmarainjogja

Asmarainjogja.id – Bagi yang berkunjung ke Yogyakarta tentu tak ingin buru-buru pulang, mungkin kalau tidak ada batas hari libur, akan lebih lama lagi berlibur di Kota Kesultanan ini. Sekali saja pernah tinggal ke Yogyakarta, mereka akan betah di sini, sebab warga Yogyakarta sendiri berbudaya santun, toleransi, baik, jujur, dan sangat wellcome.

Maka tak heran jika penyanyi Rio Febrian ingin pindah dari Jakarta ke Kota Gudeg ini. Lain cerita dengan Dude Herlino, ia sudah bolak-balik dari Jakarta ke Yogyakarta, karena beberapa bulan lalu ia mendirikan usaha camilan di sini.

Selain Bali, liburan para artis, pejabat, backpaceker, traveler di tanah air ini adalah Yogyakarta. Dan Kota Sejarah ini juga kerap dijadikan tempat syuting perfilman, mulai dari FTV sampai layar lebar. Film-film terlaris di Indonesia seperti AADC 2, Surga yang Tak Dirindukan, mengambil lokasi syuting juga di sini.

Baca juga:  Pameran Batik JIBB 2016 di Yogyakarta, Koleksi Batik Karaton Kasunanan Absen

Nah, akan menyusul film Kartini yang dibintangi oleh Dian Sastro Wardoyo di Kota Yogyakarta. Mungkin ada kendala di Jepara, karena itulah pengambilan syuting film Kartini diambil di Yogyakarta dan Solo.

Wisata alam yang indah dan banyaknya objek wisata sejarah, juga sebagai pemicu kenapa orang-orang berkunjung ke Yogyakarta. Jika kita berdiri di Tugu Yogyakarta, mau ke arah Utara, Selatan, Timur, atau Barat, ada objek wisata di sana.

Tinggal pilih, kalau ke Utara kita akan berkunjung ke wisata Gunung Merapi, ke Selatan, deretan Pantai di Bantul dan Gunungkidul. Ke Barat, kita akan menuju ke Kulonprogo, di sana juga terdapat banyak wisata yang sangat menarik, seperti Kalibiru, Air Terjun, Gua, kebun teh, dan lain-lain.

Candi Kalasan

Candi Kalasan | Foto doc asmarainjogja

Sedangkan di sebelahar Timur, berbagai candi bisa kita jumpai di sana, seperti Candi Sambi Sari, Candi Kalasan, Candi Sari, Candi Prambanan, Ratu Boko, dan lain-lain.

Nah, jika seminggu saja liburan ke sini itu kurang, belum mengunjungi secara keseluruhan wisata yang ada di sini. Dan biasanya selalu ada wisata budaya yang kerap tampil di hari-hari tertentu, seperti acara Labuhan yang di adakan setiap malam satu suro (tahun baru Islam). Atau juga di HUT Yogyakarta, di setiap tanggal 7 Oktober. Acara puncak di Tugu Yogyakarta akan menggelar pameran budaya tari-tarian.

Baca juga:  14 Tarian Semarakkan HUT Yogyakarta ke-260

Selain Pekalongan, Solo, kota batik lainnya adalah Yogyakarta. Dunia sendiri cukup mempopulerkan Batik dari Yogyakarta. Karena Yogyakarta sendiri selalu menggelar acara dan fashion show batik di kotanya. Seperti minggu lalu, JIBB (Jogja International Batik Biennalle) yang diselanggarakann di JEC. Di sana kita bisa menyaksikan bermacam-macam batik, dan koleksi museum batik Kesultanan Yogyakarta, Pakualaman, dan Mangkunegara Surakarta.

Koleksi Batik Kesultanan

Koleksi Batik Parang Barong  Kesultanan Yogyakarta | Foto doc asmarainjogja

Yogyakarta yang bergelar Kota Pendidikan ini pula diburu oleh adik-adik yang baru tamat sekolah dari berbagai daerah. Di antara universitas yang paling populer adalah Universitas Gajah Mada, Universita Negeri Yogyakarta, Universitas Veteran, Sekolah Tinggi Ilmu Ketanahan Nasional, Universitas Islam Negeri, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta untuk alih jenjangnya juga sangat diburu oleh para mahasiswa perawat. Sangat banyak kampus-kampus yang bagus dan baik di sini.

Baca juga:  Labuhan Malam Satu Suro di Pantai Parangkusumo

Selain itu, Kota Yogyakarta yang masih melekat dengan budaya mistis, sebagai lokasi untuk memohon doa atau bersemedi di tempat-tempat tertentu yang diyakini keramat. Contohnya saja di Puncak Suroloyo, Pantai Parangkusumo, dan di Gunung Merapi. Dan juga sering dikunjungi baik dari pejabat, artis, dan dari keluarga trah darah biru ke pemakaman Pendiri Mataram Islam di Kota Gede, dan pemakaman Sultan di Imogiri.

Pemakaman sultan di Imogiri

Pemakaman Sultan Mataram Islam di Imogiri | Foto doc. asmarainjogja

Ya, itulah beberapa alasan mereka berkunjung ke Kota Yogyakarta. Dan memang untuk menguraikan semuanya tak pernah  ada habisnya, sebaiknya Anda temukan dan cari sendiri di kota yang penuh akan kekayaannya ini. [Asmara Dewo]



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas