Kendaraan tampak tertib di Tugu Yogyakarta | Foto Asmarainjogja, Asmara Dewo

Asmarainjogja.id – Kota Yogyakarta tak hanya terkenal wisatanya saja, namun warganya yang berbudaya luhur menjadi ciri khas mereka. Warga Yogyakarta yang ramah dan baik terhadap siapa saja ini bisa dilihat bagaimana mereka berkendaraan.

Mungkin sebagian warga lain di Kota Indonesia menaati rambu-rambu lalu lintas kalau ada Polisi saja, sedangkan kalau tidak, mereka melanggarnya. Padahal inilah penyebab utama sering terjadinya kecelakaan di Indonesia, pengendara yang suka ugal-ugalan di jalan raya.

Kesadaran warga Indonesia patuh terhadap lalu lintas sangat minim, tidak hanya di pelosok saja, tapi juga di kota-kota besar. Sepertinya kecelakaan maut yang memakan korban jiwa tak bisa dijadikan pelajaran.

Nah, jika Anda perhatikan pengendara di Kota Yogyakarta, bisa jadi Anda takjub, meskipun di malam hari mereka taat terhadap peraturan lalu lintas. Jangankan menerobos lampu merah, melewati batas stop saja mereka tidak mau melakukannya. Ban kendaraan mereka tepat di garis pembatas.

Lalu lintas di Tugu Yogyakarta

Tampak ban kendaraan motor hanya di garis  pembatas stop ruang tunggu sepeda | Foto Asmarainjogja, Asmara Dewo

Sederhana menyimpulkannya, kenapa warga Yogyakarta begitu taat terhadap rambu-rambu lalu lintas? Jawabannya adalah warga Yogyakarta itu memegang kuat budaya. Berbudaya baik, berbudaya taat, dan berbudaya kemanusiaan. Bahkan saat berkendara saja jalannya diserobot pengendara lain, tidak ada istilah marah-marah, apalagi meneriaki pengendara lain.

Foto-foto ini membuktikan pengendara di sekitar Tugu Yogyakarta tertib lalu lintas. Foto tersebut diambil pada hari Senin, 7 Agustus 2017, sekitar pukul 22:00 wib. Kendaraan roda dua, maupun roda empat semua mematuhi peraturan lalu lintas. Terasa aman dan nyaman pengunjung yang sedang menikmati suasana malam di bawah Tugu Yogyakarta.

Hijab

 

Pada marka berwarwan hijau di foto itu adalah ruang tunggu pengguna sepeda. Ini juga menambah bukti kuat bahwa pengendara kecil seperti sepeda lebih diutamakan. Nah, kendaraan roda empat, seperti mobil pribadi terlihat berada di belakang motor.

Pengguna sepeda di Yogyakarta juga cukup banyak, ada yang menggunakan sepeda untuk berolahraga, komunitas, sampai kendaraan untuk mencari nafkah. Bahkan mbah-mbah (nenek) masih aktif menggunakan sepeda di jalanan Kota Yogyakarta.

taat lalu lintas

Pengendara muda sampai yang tua patuhi marka jalan | Foto Asmarainjogja, Asmara Dewo 

Pengendara yang taat peraturan lalu lintas itu dari berbagai usia, mulai dari remaja sampai orangtua. Mulai dari kendaaran keluaran terbaru, sampai kendaraan antik, yang mungkin tak ditemukan lagi di kota besar lainnya di Indonesia.

Mereka taat berlalu lintas, mereka tak mau merugikan oranglain dan juga diri sendiri, mereka juga sadar betapa bahanya jika sekali saja melanggar lalu lintas. Budaya Jawa sangat terasa saat melihat kendaraan yang begitu tertib mematuhi marka jalan.

Tugu jogja

Kendaraan melintas di Tugu Yogyakarta | Foto Asmarainjogja, Asmara Dewo

Sebagai catatan, Tugu Yogyakarta dibangun pada tahun 1755 oleh Sultan Hamengku Buwono I, pendiri Keraton Yogyakarta. Tugu Yogyakarta juga sebagai salah satu  landmarknya Kota Gudeg tersebut, oleh sebab itu pula meskipun di malam biasa, pengunjung tetap ramai. Sedangkan di waktu weekend, pengunjung semakin ramai. [Asmara Dewo]

Baca juga:

Asyik dan Ngeri Nonton Pacu Kuda di Yogyakarta, Satu Kuda Mengamuk Ganas

Ini Alasannya Kota Yogyakarta Dikunjungi dari Berbagai Kalangan

 

 



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas