Ilustrasi pengurusan OSIS | Foto via smkyp17pare.sch.id

Asmarainjogja.id – Beberapa waktu yang lalu saya sempat duduk di depan rumah bersama tetangga yang memiliki putra usia SMP. Kemudian dia bercerita kepada saya, bahwa anaknya dilarang mengikuti kegiatan OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) di sekolah dengan alasan akan mengganggu nilai-nilai akademisnya.

Awalnya saya setuju, bahwa dengan mengikuti kegiatan dan menjadi pengurus OSIS di sekolah akan menurunkan nilai. Selain itu juga menambah beban siswa karena harus pulang terlambat dan mengurangi waktu belajar dan istirahat.

Akan tetapi, dari pengalaman saya dulu yang pernah menjadi pengurus OSIS selama dua tahun di SMP dan tiga tahun di SMA, kegiatan mengurus organisasi siswa ini tidaklah seburuk yang dikira orang.

Saya juga heran mengapa beberapa siswa berprestasi yang merupakan anak dari guru juga dilarang menjadi pengurus OSIS dengan alasan yang kurang lebih sama dengan tetangga saya.

Sejujurnya saya kurang setuju dengan pendapat yang menyatakan bahwa menjadi pengurus OSIS bisa membuat siswa menjadi bodoh karena justru sebaliknya.

Dengan menjadi pengurus OSIS di sekolah siswa justru mendapat pengetahuan tembahan yang tidak diperoleh oleh siswa lain. Kesempatan menjadi pengurus OSIS juga tidak didapat oleh setiap siswa. Artinya hanya yang terpilih saja yang beruntung bisa menjadi pengurus OSIS di sekolah baik SMP maupun SMA.

Dampak positif dari menjadi pengurus OSIS sangat aplikatif dalam kehidupan sehari-hari dibanding pelajaran-pelajaran yang banyak jumlahnya.

Misalnya semangat bermusyawarah dalam menentukan keputusan atau menyelesaikan masalah. Kemampuan berorganisasi tidak didapat di kelas, kalau pun ada sifatnya hanya terbatas teori.

Baca juga:

Ingat Orangtua Sebelum Belajar, Biar Wisuda Kelar!

Menumbuhkan Minat Menulis Siswa di Ekskul Sekolah

Kapan Terakhir Kalinya Kamu ke Perpustakaan?

Sedangkan dalam organisasi semua hal itu dipelajari dan dialami langsung oleh para siswa terpilih. Oleh karena itu, organisasi siswa ini sangat bermanfaat. Baik di jenjang pendidikan selanjutnya maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Adanya bentuk kerjasama dalam satu tim untuk menyelesaikan pekerjaan juga merupakan nilai positif yang bisa didapat siswa dengan menjadi pengurus OSIS.

Semangat kepemimpinan juga akan didapat jika siswa terlibat dalam organisasi kesiswaan ini. Banyak sekali hal positif yang bisa didapatkan oleh siswa.

Memang menjadi pengurus OSIS akan menyita waktu, dan tenaga, juga pikiran. Akan tetapi tidak ada yang bisa didapatkan tanpa pengorbanan. Tugas kita sebagai orangtua adalah membiarkan anak berkembang sebaik mungkin agar menjadi pribadi yang siap menghadapi masa depan.

Selain itu, orangtua selayaknya mendukung apapun hal yang positif dengan doa serta menyiapkan bekal dan makanan yang membuat anak sehat dan siap berkompetisi di sekolah menjadi siswa yang terbaik.

Di samping itu, orangtua juga tetap harus mengontrol waktu yang digunakan oleh anak. Apakah melampaui batas atau tidak. Jangan sampai dukungan justru terlalu melonggarkan pergaulan anak yang akan menimbulkan bahaya.

Mari kita kawal dan kita dukung anak-anak kita agar menjadi generasi yang cemerlang. Semoga bermanfaat! 

Penulis:  Arwen Candra Tatiano

Arwen Candra Tatiano 

 

 

Gabung di Twitter kami:   

Video populer:

 

Video terbaru:

 



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas