Ilustrasi brand | Foto Shutterstock

Asmarainjogja.id – Membuat nama untuk brand atau merk sangat penting dalam bisnis, entah itu bisnis yang menghasilkan produk ataupun jasa. Jika ingin diibaratkankan produk tanpa brand sama halnya dengan bayi yang baru lahir tidak diberi nama. Kalau kiranya si bayi tadi sudah besar orang-orang mau memanggilnya apa? Lha, tidak punya nama bagaimana mau memanggilnya? Itu jika berhadapan langsung, coba kalau ingin mencari si anak tadi ketika ia hilang, kita mencarinya dengan sebutan apa? Bingung, kan?

Produk juga begitu, brand atau merk wajib memiliki nama. Selain mencerminkan jati diri di bisnis tersebut, juga untuk mempermudah konsumen mengenalnya lebih dekat. Konsumen pun mudah merekomendasikan bisnis Anda ke orang lain, tinggal menyebutkan saja brand Anda. Tapi jika tidak punya branda bisa begini kasusnya: “Aku beli sama si fulan, tapi lupa nama merknya. Coba, deh, kamu cari-cari sendiri di internet!”.

Terbayang tidak begitu banyak brand produk di internet, tapi karena tidak punya brand bagaimana mau mencarinya? Jangan harap dibeli, menemukan bisnis kita di internet saja susah. Itu kalau kita punya bisnis online, sama halnya dengan bisnis offline, seandainya kita menciptakan produk tanpa nama, kejadiannya juga tidak jauh berbeda. Intinya identitas bisnis kita sulit ditemukan oleh masyarakat luas. Dampaknya adalah bisnis yang dibangun pun sulit berkembang, sebab tidak tidak punya nama.

Dan tahukah Anda terkadang konsumen itu membeli karena nama brandnya. Bahkan yang pertama kali diingat adalah nama brand produk, selebihnya tidak diingat oleh konsumen. Semakin diingat konsumen dan begitu terdoktrin di konsumen, peluang bisnis yang punya brand ini pun akan terus melesat. Nama brandnya disebut-sebut, nama brandnya diperbincangkan, nama brandnya direkomendasikan, dan nama brandnya semakin familiar.

Bagaimana masih anggap enteng soal brand di bisnis Anda? Anda juga bisa lihat produk tanpa brand yang ada di pasaran, konsumen tidak antusias membelinya. Alih-alih mau membelinya, dilirik juga tidak. “Ini barang, kok, nggak ada merknya. Wah, ini pastinya barangnya nggak jelas”, begitulah kira-kira yang ada di benak konsumen jika menemukan produk tanpa brand. Brand juga membuktikan kepada konsumen bahwa produk yang ditawarkan dikelola secara profesional, bertanggungjawab, dan mencermikan jati diri perusahaan.

Sayangnya banyak kasus di negeri kita masih menganggap sebelah mata soal ini, dan lebih miris lagi adalah menciptakan produk tapi menempelkan brand orang lain di produknya tadi. Kasus seperti ini banyak ditemukan oleh pengusaha-pengusaha yang tidak berpikir jangka panjang dalam bisnisnya, hanya mengedepankan keuntungan jangka pendek saja.

Soal keuntungan mungkin bagus, karena produknya memakai brand yang sudah terkenal, contohnya saja produksi dompet kulit yang menempelkan brand Versace, Bally, Gucci, Levis, dan lain sebagainya, tentu akan laris manis di pasaran. Namun tetap, sampai akhir hayatnya pebisnis seperti itu akan begitu terus. Tidak akan pernah tercatat dalam sejarah dunia bisnis, karena dia tidak punya brand.

Dan bisa jadi seandainya perusahaan-perusahaan besar yang dipakai nama brandnya tadi menutut ke jalur hukum bisa berujung sengketa bisnis. Tapi kemungkinan kecil, soalnya merk luar, kalau merk lokal mungkin bisa terjadi.

Padahal kalau berani dan yakin dengan brand sendiri kemungkinan produk kita bisa dilirik konsumen internasional. Sudah banyak contohnya brand-brand Indonesia yang go internasional, ini membuktikan brand Indonesia itu sebenarnya diakui dunia. Jadi tidak menutup kemungkinan apapun produk kita punya peluang yang sama. Tinggal lagi bagaimana kita ‘mendoktrin’ konsumen tentang brand yang kita produksi.

Sebenarnya mudah sekali menanamkan brand ke masyarakat, ada teknologi membantu kita untuk itu semua, mulai dari promosi gratis, sampai promosi berbayar. Tinggal lagi kita memanfaatkannya sebaik-baiknya. Media gratis untuk promosi bisa dilakukan dengan akun media sosial yang kita punya, seperti Facebook atau Instagram. Dua media sosial ini memang paling ampuh untuk berjualan, promosi, dan lain sebagainya.

Fokus saja untuk membumikan brand di internet dan dari mulut ke mulut, lama kelamaan brand kita pasti dikenal orang, dan tanpa sadar masyarakat ‘terdoktrin’ dengan brand kita. Puncaknya adalah ketika brand sudah terkenal luas maka produknya pun laris manis di pasaran. Akhirnya berdampak pada bisnis yang sudah dibangun selama ini.

Itulah kehebatan sebuah brand pada bisnis. Jika Anda sekarang punya bisnis yang menciptakan produk segera buat nama brandnya. Setelah itu mulai dipromosikan brand produk Anda. Jika sudah mantap, dan mulai membumi jangan lupa pula didaftarkan ke Kemenhumkam agar brand Anda dilindungi hukum. Dan memang sebaiknya didaftarkan dulu brand Anda, setelah itu dipasarkan ke masyarakat luas.

Ini langkah bisnis jangka panjang kalau mendaftarkan brand tersebut, namun kalau memang modalnya tipis, fokus saja pada pemasaran di bisnis Anda. Sebagai informasi, kalau punya surat rekomendasi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, biaya pendaftaran hak merk Rp 500.000, sedangkan tanpa surat rekomendasi Rp 2.000.000.  [Asmara Dewo]

Baca juga:

Ramadhan, Bulan yang Tepat Memulai Jualan

Lima Cara Ini yang Menaikkan Omzet Bisnis Saya

Ciptakan Produk Anda dan Pasarnya Agar Jadi Sang Pelopor Bisnis

Memahami Segmen Pasar untuk Menggeliatkan Penjualan

Pentingnya Inovasi Produk Terbaru di Bisnis



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas