Ilustrasi dijauhi sahabat | Depositophotos

Asmarainjogja.id  – Rasanya kurang lengkap hidup ini tanpa seorang sahabat. Mereka adalah bahu tatkala kita sedang rapuh, membuat kita tertawa melupakan segala permasalahan yang ada.  Selalu ada saat kita senang ataupun susah, mereka begitu penting, seperti saudara kandung sendiri.

Tapi bagaimana jika sahabat yang kita sayangi menjauh. Mau kemana lagi mencari sahabat seperti itu? Padahal selama ini mereka begitu dekat dengan kita. Dan sekarang kita hanya bisa menyendiri, berbicara di depan kaca, merenung, berpikir keras, bibir pun bergetar, “Apa salahku?”

Nah, kalau sudah mula intropeksi diri ini merupakan sebuah langkah kebaikan. Yang ditakutkan adalah tidak pernah intropeksi diri, dan memang tidak mau, seolah-olah orang lain yang salah. Dirinya benar, tanpa ada salah sedikit pun. Ketika sahabat mulai menjauh, malah ia berpikir sahabatnya itulah yang tidak tahu diri. Benih-benih kebencian pun mulai tumbuh. Perlahan ada kedengkian di sana.

Padahal bisa jadi 5 penyebab inilah yang membuat sahabat menjauh:

1. Karena egois

Bersahabat itu butuh saling pengertian, tidak hanya kita saja yang dingertiin. Kalau keinginan kita ingin dikabulkan, kabulkan pula keinginan sahabat. Ingin ditolong sahabat? Kita harus menjadi orang pertama yang membantu dia saat kesulitan. Selalu ada timbal balik di antara persahabatan itu.

Sekali atau dua kali mungkin sahabat kita bisa memaklumi, tapi siapa yang jamin sampai seterusnya menahan sikap seperti itu? Egois, itu sifat kekanakan. Tidak sepatutnya yang mulai remaja atau dewasa masih memiliki sifat yang satu ini.

Perlu diketahui sifat egois ini hanya orang lain yang bisa melihatnya, sedangkan diri sendiri tidak bisa melihatnya. Jadi untuk membuktikan apakah kita egois atau tidak, coba tanyakan pada sahabat sendiri? Sebelum semua sahabat menjauh.

2. Tidak setia

Jangan dikira cinta sejoli saja butuh kesetiaan, persahabatan juga sangat butuh. Melalui kesetiaan ini pula persahabatan itu akan langgeng, kokoh, dan berkualitas. Seperti apa kasus tidak setia sahabat itu? Misalnya kita baru mendapat kenalan baru, dan dia memiliki segala kelebihan dari sahabat-sahabat kita selama ini, lebih cantik atau tampan, lebih tajir, lebih smart, dan segala kelebihan lainnya.

Dan kita mulai melupakan sahabat lama. Kita tidak menyadari itu, karena sehari-hari sibuk dengan sahabat baru, sementara sahabat lama merasakan perubahan. Karena ia sudah tidak dianggap lagi seperti yang dulu, ia pun menjauhi kita. Karena memang kitalah yang memulainya.

Di suatu hari kita sadar, mana sahabat-sahabat terbaik dulu? Ternyata mereka sudah sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Tidak begitu respek saat kita mulai mencurahkan isi hati. Karena itulah jangan pernah melupakan sahabat lama, meskipun kita menemukan orang-orang baru dalam hidup.

3. Munafik

Tahu arti munafik? Kalau bicara berbohong, kalau berjanji diingkari, sedangkan kalau diberi kepercayaan berkhianat. Setiap orang tidak suka dengan orang munafik, siapa juga yang suka dengan orang yang suka bohong? Berbohong itu sangat bahaya, karena memutar balikkan fakta bisa menimbulkan kegaduhan.

Sahabat yang pernah terkena dampak karena kebohongan, tentu akan kesal sekali karena ulah kita ini. Pernahkah kita berjanji dengan sahabat, lantas mengingkarinya? Dan itu kita lakukan berulang-ulang. Jika, iya, wajar sahabat menjauh.

Terakhir soal khianat, berkhianat ini juga banyak macamnya. Bisa seperti ini, kita punya sahabat, dan dia suka pada seseorang, tapi karena takut, dan selalu gemetaran saat melihat si dia, kita pun disuruh untuk menjumpainya. Bukan menyampaikan apa yang disuruh sahabat, eh, kita malah pedekate sendiri.

Hari demi hari berjalan seperti itu, dan kita bilang ke sahabat bahwa orang yang disukainya menolak. Dan seminggu kemudian malah kita yang menjalin hubungan. Itu benar-benar sakit. Sahabat itu tidak akan bisa melupakan seumur hidupnya kelakuan kita, dan dilabeli sahabat yang berkhianat.

4. Membodohi sahabat

Tampaknya memang sepele, tapi kalau sifat membodohi sahabat sudah keterlaluan, siapa juga yang tahan? Sikap membodohi sahabat ini sangat banyak, biasanya juga pelakunya tidak sadar, sedangkan korban, kegeramnya sudah di ubun-ubun.

Seperti apa, sih, membodohi sahabat itu? Contohnya begini sebenarnya kita bisa melakukannya,  tapi malah menyuruh sahabat. Kita makan sama-sama, tapi selalu menyuruh sahabat yang bayar. Maunya terima beres, tapi sahabat yang mengerjakan. Dan masih banyak lagi. Intinya adalah secara tak langsung kita membodoh-bodohi sahabat sendiri.

Bisa jadi kita tidak sadar hal ini, kesadaran itu muncul ketika sahabat menjauh.

5. Tidak bisa menjaga perasaan

Ketika hati sudah tersakiti, lama sembuhnya, dan ada pula yang tak kunjung sembuh. Inilah kalau sudah berhubungan dengan perasaan. Fisik boleh sakit, tapi hati jangan sampai sakit. Dalam bersahabat juga ada batasnya, apa yang patut dibicarakan, apa yang tidak patut dibicarakan.

Bukan karena bersahabat begitu lama, lantas berbicara sesuka hati. Bukankah lidahmu harimau?! Jaga perasaan sahabat, apalagi yang sensitif. Jika memang terpaksa mengungkapnya, harus pandai memilih waktu yang tepat, dan cara komunikasi yang baik.

Selain ucapan yang bisa melukai sahabat, perbuatan juga begitu. Dalam bersahabat harus pandai bersikap, baik di depan sahabat, maupun di belakang sahabat. Jangan pula memuja-muji di depan, eh, di belakang malah mencaci maki. Kita harus ingat! ‘Tembok’ itu bisa berbicara. Sekali saja sifat yang satu ini ketahuan, alamakkk… tamat, deh. [Asmara Dewo]

Baca juga:

Merdeka Belanja di Padusi Hijab, Harga Mulai 17.500

Fenomena Instagram, dari Anak Alay sampai Bisnis yang Menguntungkan

Hati-hati Minum Obat Tidur Bisa Ditangkap Polisi

Kenapa Foto Mesra Sama Pacar Meski Dihapus di Medsos?



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas