Ilustrasi perempuan single | Istockfoto

Asmarainjogja.id – Seringkah kamu bertanya-tanya tentang kapan datang jodohmu ? Siapa dia, darimana asalnya, dan berapa lama harus menunggu?  Sebab kedatangannya adalah misteri dan hanya Tuhan yang tahu, membuatmu berpikir dan menebak, kapan takdir indah itu terjadi dalam kehidupanmu. Beberapa dari kamu mungkin kadang iseng bertanya pada sang peramal!

Tapi semua itu tak perlu kamu lakukan, mempercayai hal bodoh dan dusta di mana Tuhan sangat tidak menyukainya. Nah, daripada bingung, ayo tes pribadimu melalui 5 pertanyaan di bawah ini. Jika kamu merasa sudah mampu menjawab, maka selamat! Dan tunggulah jodohmu akan segera tiba.

Penasaran? Yuk, jawab hal-hal berikut!

1] Tingkat Pendidikan

Jika saat ini kamu masih duduk di bangku sekolah atau kuliah, pantas tidak menanyakan tentang jodoh? Sementara dirimu masih belia sekali, dan dalam masa mencari ilmu sebanyak mungkin. Terbayang tidak, bila nanti menikah, anak-anakmu tiba-tiba merengek minta diajari mengerjakan pe-er sekolah. Seandainya hidupmu berlebih, tanpa perlu repot, bisa menyewa tenaga guru privat guna mengajari.

Tapi pertanyaannya bagaimana bila keadaan ekonomimu biasa saja, akankah dibiarkan begitu saja anakmu menjadi bodoh, sementara dulu kamu pernah sekolah tinggi tapi terpaksa keluar. Menikah cepat dengan kekasih mengabaikan pendidikan. Tidakkah suatu saat menyesal, harus menjadi orangtua yang tak tahu apa-apa di jaman serba canggih ini?


Hijab

 

2] Pekerjaan dan Kemampuan Finansial

Tahukah kamu, pekerjaan adalah faktor utama penunjang kebahagiaan dalam berumahtangga? Menikah artinya membangun sebuah keluarga, bukan tentang nafsu biologis semata. Kamu tak selamanya bisa besenang-senang sepanjang waktu tanpa memikirkan akibatnya, bahwa setelah hidup bersama akan ada keturunan yang dilahirkan.

Jika kamu belum mapan secara finansial, bagaimana nanti memenuhi kebutuhan keluargamu? Siapkah kamu hidup sengasara hidup di bawah garis kesejahteraan, hanya karena dulu kamu ingin menikah secepatnya.  Lelaki dan perempuan sama saja di jaman sekarang. Mereka dituntut harus cerdas mencari uang, bila tak mau kelaparan.

Meskinya perempuan, tak harus duduk santai berpangku tangan, bukan? Bila keadaan eknomi rumahtanggamu mencemaskan. Dan bagi lelaki, tidak mungkin meminta uang belanja istrimu pada orangtua. Sementara dulu beliau telah bersusah payah merawatmu, masa tua harus merasa terbebani oleh masalahmu.

3] Rutinitas Harian

Ini berhubungan dengan kegiatan yang kamu lakukan sehari-hari, baik di rumah, sekolah dan kampus atau tempatmu berkerja, bgaimana kamu melakukan ini?  Apakah kamu orang yang rajin ke kantor dan tak pernah absen kerja, dari bangun pagi lebih awal hingga masuk sekolah, dan di kampus tidak pernah telat, keadaan rumah yang selalu rapi, dan hal remeh lain.

Hal ini tentu akan berbanding terbailik dengan orang yang selalu telat dalam hal apapun, entah itu kerja, sekolah atau kuliah. Bagaimana nanti kamu menjadi ibu sekaligus istri, di mana akan selalu bangun lebih awal,  menyiapkan sarapan dan bekal. Serta jika kamu seorang pria punya kebiasaan buruk tidak disiplin, perusahaan mana yang akan menerimamu berkerja?

4] Sifat dan Tingkah Laku

Kamu adalah mahkluk sosial, sudah pasti hidup dengan orang lain, entah orangtua, saudara, tetangga atau teman-teman sekolah dan kampus, dan sebagai manusia pasti suatu saat ada masalah. Jika suatu saat kamu sedang bersitegang dengan adikmu sebab mengambil baju kesayanganmu untuk dipakai di pesta temannya, padahal itu baru saja kamu beli dengan gajimu, apa reaksimu?

Pasti marah dan kesal, apalagi bila ibumu juga menyuruhmu untuk mengalah. Caramu menghadapi masalah ringan seperti itu menjadi tolok ukur tingkat kedewasaanmu. Jika kamu semakin meluapkan ketidaksukaanmu pada adik dan ibumu yeng notabene adalah orang terdekatmu, bagaimana nanti saat kamu menikah dan harus berhadapan dengan kenakalan anakmu, apa tindakanmu? Belum lagi masalah dengan suami serta hal lain dalam keluarga. Ingatlah, menikah itu tak mudah, sebab dibutuhkan keterampilan khusus meredam dan menangani konflik yang terjadi.

5]   Ketaatan Menjalankan Syari’at Agama

Setelah menikah kamu akan memikul tanggungjawab besar dari Tuhan, sebab ada keturunan yang   dilahirkan sesudahnya. Dan pastinya kamu dituntut untuk selalu berbuat baik dan bertanggungjawab merawat, karena itu amanat dari-Nya. Lalu apa jadinya jika kamu malas beribadah, malas berbuat baik, sukanya tawuran, hidup hura-hura, sering membuat masalah di sekolah dan di rumah. Bagaimana cara mendidik anak-anakmu kelak? Atau lebih naas lagi, mereka mewarisi sifat negatifmu dan sering menyeretmu dalam banyak masalah, tidakkah kamu menyesal?

Di atas adalah 5 hal tentang pertanyaan mendasar bagaimana tentang jodohmu di masa yang akan datang. Kamu masih muda dan jalan menuju masa depan juga masih sangat panjang, jadi untuk apa menyibukkan diri, membuat pertanyaan tentang itu. Masih banyak yang perlu diperhatikan saat ini, daripada menghabiskan waktu berhargamu untuk sesuatu yang tanpa kamu pertanyakan akan tiba pada saatnya.

Hijab

 

Fokus saja pada pendidikanmu dengan tekun dan giat belajar, bangun karir seprestisius mungkin selagi masih ada peluang dan kesempatan dan rajinlah menabung untuk kehidupan lebih baik di masa datang. Dua hal tersebut modal utamamu membangun sebuah kehidupan bersama orang yang dipilihkan Tuhan sebagai pasangan hidup.

Jika menjadi manusia cerdas dengan masa depan gemilau, tentu keluargamu akan bahagia. Teruslah senantiasa memperbaiki kualitas pribadi, serta menjadi hamba yang selalu taqwa kepada Tuhan, agar kelak damai senantiasa menaungi setiap jengkal langkahmu mengaruhi bahtera kehidupan. [Siti Royani]

Diputusin Jangan Sedih! Agar Mantanmu Menyesal, Lakukan 3 Hal Ini!

Di Ujung Tahun Kerinduan

Bahaya Kekerasan Psikis bagi Pasangan

Memperbaiki Hati yang Remuk

Pemuda Kita yang Hebat (Karena Cemburu)

Tantangan Seorang Istri di Zaman Modern



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas