Ilustrasi Blogger | Foto Shutterstock

Asmarainjogja.id – Saya sering ditanya begini, “Kamu  blogger, ya?”, ketika ditanya seperti itu saya bingung mau jawab apa. Karena saya tidak terlalu tahu soal blogging. Blogger itu sebenarnya salah satu perusahaan Google, nama situsnya Blogger.com. Jadi yang menggunakan Blogger tersebut disebut pula blogger.

Sederhananya Blogger itu adalah media untuk menulis yang disediakan Google secara gratis. Gratis kalau tidak menggunakan top level domain, kalau menggunakan, ya, bayar juga. Tapi soal domain murah, kok. Lalu apakah berbeda dengan penulis? Blogger itu ya penulis, hanya saja fokus menulis pada bidang tertentu di blog-nya. Misalnya blog traveller, ini blog yang mengulas perjalanan wisata. Ada juga blog kesehatan, yang lebih terperinci lagi blog kesehatan gigi, nah, blog-nya itu mengulas apa yang sudah menjadi bidangnya tadi.

Keberadaan blogger di Indonesia lumayan besar, motivasinya mencari uang paling banyak dibandingkan sekadar hanya berbagi informasi melalui tulisan. Akibatnya kebanyakan blog yang copy-paste. Mulai dari yang izin, sampai yang mencuri. Biasanya blogger ada juga yang kesal, sampai-sampai artikelnya dibuat anti copy-paste. Tapi yang namanya blogger tukang copy-paste ada saja cara untuk mengakalinya.

Ya, tahu sendirilah orang Indonesia itu kan pintar-pintar, blogger Indonesia juga sama. Tak jauh berbeda kalau soal yang begitu. Meskipun menulis di sebuah blog, jangan kira pembacanya sedikit, sebab urusan konten tak kalah dengan media mainstream. Kan sudah disebutin tadi, blogger itu ahli pada bidang tertentu, saking hebatnya situs besar pun kadang mengutip artikelnya. Tak jarang pula yang copy-paste. Sebenarnya, itu biasa di dunia online copy-paste, yang penting cantumkan sumbernya.

Selain ditanya seperti di awal kalimat tadi, saya juga sering ditanyai seperti ini, “Kamu penulis, ya?”. Saya jawab apa adanya begini, “Ya, saya penulis, tepatnya menulis di media online.”. Karena kalau dijawab hanya penulis saja, mereka mengira saya penulis seperti Tereliye atau Asma Nadia. Padahal jauhhhh sekali. Mereka itu kan penulis novel. Jadi ketika masyarakat Indonesia kalau sudah mendengar penulis, tentu pikirannya langsung penulis novel. Tidak ada salahnya seperti itu. Hanya saja mereka belum terlalu paham dunia menulis.

Nah, setelah saya jawab apa adanya, biasanya mereka menyahut, “Enak dong jadi penulis. Berapa penghasilannya?” Ini yang sulit saya jawab. Menulis di media online sendiri apalagi tanpa sponsor, itu penghasilannya kecil. Bahkan bisa dibilang tragis malah. Covernya saja yang keren, penulis, cuy. Tapi jangan kira pula penulis di media online itu miskin, keliru juga menilainya seperti itu.

Karena namanya yang sudah cukup populer biasanya penulis itu ada bisnis sampingannya. Sampingan bisnis inilah yang jadi pemasukannya setiap hari, pekan, atau bulan. Tergantung lagi bisnis dia apa? Jual jasa, produk, konsultan, atau buzzer. Buzzer ini juga jadi profesi. Sebuah profesi baru di Indonesia. Buzzer bukan sekadar cuma komen atau cuit-cuit belaka, tapi juga punya blog atau Fanpage yang pembacanya sangat banyak. Dan yang jelas profesi ini dipandang negatif di kalangan netizen. Kasarnya lagi disebut pasukan nasi bungkus. Malu, kan, punya profesi seperti itu?

Apakah enak jadi blogger? Setiap profesi itu tentu dicintai bagi pelakunya. Enak tidak enak, pasti dienak-enakkan. Ya, namanya juga profesi. Sudah itu jalan hidupnya, ia memilih menjadi blogger sudah siap menanggung segala risikonya. Siap menanggung risiko kaya maksudnya, hahaha. Mana ada blogger yang miskin, kalaupun ada belum dapat lubuknya saja itu. Nanti juga dapat ikannya, sekali dapat ikan, ikan duyung malah.

Nah, bagi kamu yang hobi menulis, tidak ada salahnya juga menulis di blog pribadi. Ya, sekadar asyik-asyikkan saja, menyampaikan unek-unek di dada, curhat, atau apalah, yang penting menulis. Paling tidak kalau kamu hobi nge-blog, kamu terkenal, lho. Serius! Ketenaran itu bisa membantu kamu mulai dari mencari pekerjaan, berjualan, berbisnis, kenalan dengan orang-orang hebat, dan masih banyak lagi.

Tahu kenapa? Karena penulis (yang juga disebut blogger) itu dianggap cerdas, dan ahli di bidang tertentu. Terkadang tulisan salah, pemahaman keliru, bahkan sesat pun diamini pembacanya. Karena penulis seperti itu sudah dianggap guru bagi pembaca setianya. Malah ada yang memujanya, bak Dewa langit, dan Dewa Bumi, hahaha.

Ini fenomena di negara kita. Alasannya karena penulis masih jarang di Indonesia. Jika kamu satu di antaranya, ini adalah kesempatan baik bagi kamu. Tulisan-tulisan itu nantinya juga bisa dijadikan buku. Tahu, kan, kalau buku sudah dipajang di toko besar? Siap-siap kebanjiran duit kalau best seller.

Terus kalau sudah mantap ingin jadi blogger, mulailah menulis. Menulislah di Blogger, Wordpress, atau di media lainnya. Kalau tidak pandai menulis, dan minat sekali ingin menjadi penulis juga, silahkan belajar dulu sambil mempraktikkannya. Menulis itu gampang, yang sulit itu memulainya. [Asmara Dewo]

Baca juga:

Begini Cara Agar Tulisan Mudah Dipahami, Enak Dibaca, dan Dirindukan

Maaf, Jangan Diganggu! Saya Sedang Menulis

Cara Mudah Menulis Artikel Wisata (Travelling)

Menulislah Seperti Berbicara, Maka Jadilah Penulis!

Cara Menulis Kalimat Pertama yang Menarik

padusi

Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas