Foto Ilustrasi Flickr

Asmarainjogja.id-Masa SMA adalah saat yang paling menyenangkan bagi setiap remaja. Karena ketika itulah kita menuju kedewasaan untuk mendapatkan jati diri yang sesungguhnya. 

Ketika itu pula banyak diantara kita yang mengubah cara berpenampilan. Mulai gaya rambut, bergaul, hingga teknologi. Dan pada saat itu juga, keegoisan dalam diri kita meningkat. Darah muda bergejolak, sering kita bertindak tanpa memikirkan akibatnya, serta tak menyadari kita telah merugikan orang lain.

Dan di kala itu juga, banyak diantara teman sebaya kita yang sudah mulai berdekatan dengan lawan jenisnya, kalau bahasa kerennya main hati, begitulah kira-kira. Walaupun hanya sekedar seru-seruan atau lucu-lucuan bersama teman sebaya.

Ya.... tapi itulah saat-saat paling berkesan dan menyenangkan. Menjalin cinta monyet, semasa berseragam putih abu-abu, yang kalau diingat keseruannya ingin sekali rasanya kembali kezaman itu.

Saya juga mempunyai kenangan indah itu semasa SMA dulu, yang ingin dibagikan kepada pembaca.

Semasa usia remaja saya masuk disekolah kejuruan.

Keadaan dan tekad pulalah yang mendorong saya tidak melulu berpangku tangan dan mengharap biaya dari orangtua. Disamping sebagai seorang siswa, saya juga memiliki aktifitas diluar sekolah, yang biasa dilakukan sepulang sekolah.

Saya bekerja sepulang sekolah, dengan cara bernyanyi dari panggung ke panggung. Terkadang saya harus pulang tengah malam, bahkan menjelang subuh.

Itu semua saya lakukan demi pendidikan dan adik-adik yang pada saat itu juga membutuhkan biaya. Hanya dengan cara itulah saya dapat meringankan beban orangtua, saya menjalani hari-hari layaknya remaja lainnya. Semua yang saya lakukan bukanlah beban yang berarti bagi saya, selama masih bisa menuntut ilmu dengan baik.

Walaupun dengan pekerjaan itu saya sering di-bully bahkan diremehkan oleh teman seumuran yang tegolong dari keluarga mampu dan berada. Tapi itu semua tidak menyurutkan niat untuk terus berusaha dan lebih giat lagi dalam menuntut ilmu. Demi masa depan yang lebih baik.

Akibat sering di-bully oleh teman sekelas, akhirnya pihak sekolah mengetahui rutinitas yang saya kerjakan setiap hari. Saya pun akhirnya dipanggil oleh kepala sekolah.

Sebelum memasuki kantor Dewan Guru, saya sangat takut akan dikeluarkan dari sekolah. Dengan perasaan takut dan pikiran tak tenang, saya pun menghadap  kepala sekolah. Tapi kenyataannya sangat berbeda dengan yang saya pikirkan.

Bukannya mendapat teguran atau dikeluarkan, justru saya mendapat izin dan dukungan untuk terus bekerja. Saya sangat senang sekali. Tapi ternyata bukan hanya itu saja yang saya dapatkan.

Berdasarkan hasil rapat Dewan Guru, saya juga mendapat beasiswa pada saat itu juga, saya tak henti-hentinya bersyukur atas karunia yang saya dapat.

Setelah menyampaikan semua itu. Saya juga mendapat peringatan, bahwa beasiswa itu hanya berlaku jika tetap mempertahankan prestasi belajar selama ini.

Bersamaan dengan itu Dewan Guru juga memanggil beberapa siswa-siswi yang sering mem-bully saya dan memberi teguran pada mereka. Jika mereka masih meremehkan dan merendahkan saya, pihak sekolah akan membuat kebijakan bagi mereka.

Sejak saat itu mereka berhenti untuk mengolok-olok saya. Dari kejadian ini saya jadi lebih percaya diri dan lebih bersemangat dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Saya tidak lagi merasa rendah diri, malahan saya merasa bangga.

Selain bisa menuntut ilmu ke jenjang menengah, saya juga bisa membiayai pendidikan dengan hasil jerih payah sendiri. Buat semuanya tetap semangat dalam menuntut ilmu demi masa depan yang lebih baik, dan jangan pernah berhenti berusaha demi mencapai sukses.

Ingat roda selalu berputar, tak selamanya kita berada di bawah. Dan jika sudah sukses tetap rendah hati, tapi jangan rendah diri!

Penulis: Dewi Suliamah 

 



style="display:inline-block;width:336px;height:280px"
data-ad-client="ca-pub-6494373068136966"
data-ad-slot="3106313536">








Komentar Untuk artikel Ini (2)

  • Asmara Dewo Senin, 25 Januari 2016

    Terima kasih, Mas Rizki

  • rizki ramadhan Minggu, 17 Januari 2016

    Cerita yg sangat memotivasi

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas