Foto Flickr

Asmarainjogja.id-Masih rendahnya kesadaran untuk memelihara kesehatan gigi dan mulut dikalangan masyarakat, disebabkan berbagai faktor. Selain hanya memandang kesehatan gigi dan mulut adalah tidak begitu membahayakan dari penyakit lainnya.

Bukti nyatanya adalah masih rendahnya masyarakat untuk datang kepelayanan kesehatan gigi seperti, ke klinik gigi atau rumah sakit.   Padahal kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu indikator untuk menentukan kesehatan tubuh lainnya. 


Masyarakat Indonesia masih banyak menderita lubang gigi atau disebut juga karies. Menurut Hasil Riset Kesehatan Dasar (RIKESDAR) tahun 2013 menyebutkan untuk indeks DMF-T yaitu pengambaran angka pengalaman karies, untuk angka prevelensi nasional Indeks DMF-T adalah 4,6.

Hal ini ini membuktikan masih banyaknya masyarakat di Indonesia yang mengalami gigi berlubang. Baik itu laki-laki, perempuan, anak-anak, dan orang dewasa. 


Gigi berlubang bisa saja diderita oleh siapapun. Kita pasti bertanya-tanya kenapa gigi bisa berlubang, padahal gigi merupakan anggota tubuh yang paling keras.
Berikut ini adalah faktor utama penyebab gigi berlubang :


1.  Gigi ( host)

Terjadinya lubang gigi atau karies itu sendiri dipengaruhi oleh gigi itu sendiri. Jika tidak ada gigi mustahil terjadinya lubang gigi. Jadi gigi itu sendiri adalah salah satu dari faktor utama yang menyebabkan gigi berlubang.

Anatomi gigi dapat mempengaruhi terjadinya lubang gigi. Celah yang dalam pada gigi dapat menyebabkan terjadinya lubang gigi, karena mudahnya sisa-sisa makanan yang terselip di celah yang dalam tersebut.

2.  Bakteri

Di dalam mulut terdapat berbagai macam bakteri. Baik itu bakteri yang dibutuhkan oleh tubuh maupun bakteri yang dapat mengganggu kesehatan khususnya gigi. Di dalam mulut bakteri sangat mudah berkembang baik.

Bakteri yang menyebabkan gigi berlubang adalah Streptococcus mutan. Bakteri inilah yang menyebabkan gigi berlubang. Sebelum gigi tersebut berlubang bakteri ini membentuk plak pada gigi.

3.  Makanan 

Setiap makluk hidup pasti membutuhkan makanan untuk bertahan hidup. Makanan adalah salah satu faktor fisiologis oleh manusia. Makanan juga berperan penting dalam terjadinya lubang gigi (karies).

Seperti makanan yang mengandung karbohidrat tinggi, sukrosa dapat menyebabkan fermentasi dengan terkontaminasi dengan saliva. Biasanya makanan yang dapat menyebabkan gigi berlubang adalah bersifat manis, melekat dan lengket.

4.  Waktu

Waktu adalah salah satu faktor utama terjadinya lubang gigi. Saat adanya sisa makanan di dalam mulut yang mengandung gula atau makanan yang mengandung kariogenik maka bakteri yang di dalam mulut akan memetabolisme gula tersebut menjadi asam yang dibantu oleh air ludah atau (saliava). 

Perubahan kadar pH dalam mulut, jika asam tersebut mengenai gigi maka akan terjadi proses demineralisasi ( proses pengkisan email pada gigi). Jika berlangsung lama dan tidak membersihkan permukaan gigi dan mulut, maka terbentuklah lubang gigi.

Supaya gigi tidak berlubang jagalah kebersihan gigi dan mulut seperti, menyikat gigi dua kali sehari pagi dan malam sebelum tidur.  Memperbanyak konsumsi makanan yang berserat seperti buah dan sayur-sayuran, mengurangi makanan yang mengandung gula, yaitu : permen,coklat, es cream, perbanyak minum air putih dan selalu memeriksakan gigi ke pelayanan kesehatan gigi dan mulut. 

Penulis : Rizka Wahyuni



style="display:inline-block;width:336px;height:280px"
data-ad-client="ca-pub-6494373068136966"
data-ad-slot="6838509138">



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas