Muslimah bercadar | Foto doc.pribadi

Asmarainjogja.id – Hampir enam bulan selembar kain itu istiqomah menutupi separuh wajahku. Karena sehelai kain banyak keajaiban yang aku dapat dan benar aku merasa lebih dekat kepada-Nya.

Awalnya keluarga melarang, terutama ibu, tapi dengan kesungguhan dan kesanggupanku untuk bertahan memakainya akhirnya keluarga mengalah walaupun tetap tidak terlalu mendukung dengan pilihan ini.

Cadar, mengapa bercadar? Seperti teroris, seperti ninja, pertanyaan atau kata-kata itulah yang terlontar kepadaku ketika tetangga melihat saat aku keluar rumah. Dan lebih ekstrem aku malah dibilang hantu.

Aku jawab pertanyaan atau kata-kata mereka dengan senyuman saja.

Mengapa bercadar? Bukan sekadar mengikuti sunnah Rasul saja, tapi cadar adalah impianku dari kecil. Saat kecil ketika melihat seorang bercadar dalam hatiku selalu berkata: “Aku ingin seperti mereka, jika besar nanti aku akan memakai cadar”.

Waktu pun berlalu aku sudah dewasa tapi hal itu tak juga terwujud. Awalnya aku masih berusaha mengubah penampilanku dari hijab modis ke hijab syari. Aku berhijrah awalnya berat sering kali, merasa panas dan ribet, lama kelamaan hal itu menjadi biasa, bahkan aku merasakan nyaman dengan berpakaian syari.

Aku semakin mantap berhijrah. Aku teringat keinginan saat kecil, yakni bercadar. Tinggal satu langkah lagi aku bisa  bercadar.  harus resign dari kantor yang bisa dikatakan memakai sistem riba ini.  Tapi Aku masih belum yakin mengingat cari kerjaan susah dan pengangguran semakin meningkat. Tapi apa yang ditakutkan jika kita meninggalkan sesuatu yang dilarang Allah, pasti Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik.

Aku yakin itu, bahkan sangat yakin. Tapi masih belum berani memutuskan hingga Allah menegurku, ternyata Allah sangat sayang kepadaku, Dia tidak membiarkanku lama tersesat dalam pekerjaan ini. Akhirnya aku resign dari kantor riba itu. Dan benar, Allah memberikan ganti yang lebih baik.

Sekarang aku mengajar TK dan mengaji, bukankah hal itu lebih baik? Aku senang menjalani profesi ini, bisa dibilang keinginanku jadi seorang guru tercapai. Walaupun hasil yang aku dapat jauh lebih kecil dibanding kerjaanku yang lalu. Namun aku selalu merasa cukup dan rasanya ada banyak keberkahan di setiap nominal yang aku terima.

Penulis: Nadhira Khanzah, Medan, 30/05/2018 

Baca juga artikel lainnya:

Mencapai Target Hidup Karena Allah SWT

Maaf, Mak, Lebaran Ini Aku Tak Pulang

Hamba yang Memikirkan Surganya Saja

Perjuangan Gadis Traveler Menjadi Mahasiswi Magister UGM

Travela



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas