Saat subuh | Foto Flickr

Asmarainjogja.id – Allah SWT membuka jalan pada hambanya, agar makhluknya tersebut bisa kembali lagi ke jalan yang benar, sebuah jalan yang Ia ridhoi. Dan kita sebagai manusia yang dhoif, tak pernah tahu bagaimana Allah SWT menjalankan cerita terbaik bagi kita semua. Mungkin saat ini kita sudah terlalu jauh menyimpang, atau sudah berbalik arah melawan arus hukum-hukum-Nya.

Kalau kita harus jujur pada diri sendiri, sebenarnya kita ini hidup tidak terlalu patuh atas ketentuan hukum Allah. Apa-apa saja yang sudah diperintahkannya, kita tidak sepenuhnya menjalankannya, dan apa-apa saja yang dilarangnya, terkadang kita terlena pula hingga melanggarnya.

Misalnya saja ibadah nomor satu dalam Islam, yaitu sholat, sudahkah kita menjalankan sholat wajib lima waktu dalam sehari? Kemudian perintah sholat sunnah lainnya? Duh... sepertinya terkadang kita mengabaikannya. Di saat kita mengabaikannya, ada suara hati berbisik: Ya, Allah, aku tidak bisa sholat kali ini, maklumilah kali ini saja.

Kira-kira apakah Allah SWT memaklumi kita atas perintah wajib-Nya ini? Siapa yang tahu, manusia ini kebanyakan suka menerka-nerka, nah dalam kondisi demikian terkaannya positif. Kemudian suara hatinya berbisik lagi: Terima kasih ya Allah, sudah memaklumi hamba. Ampuni hamba...

Anehnya kita terlalu yakin bahwa Allah SWT yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang memaklumi kita, sehingga saat kita mengabaikan sholat kita tidak merasa berdosa. Benar apa benar, nih? Apakah Anda pernah mengalami seperti itu?

Sebab Allah Maha Tahu lagi Maha Bijaksana, Ia pun tentu tidak mau mempersulit atau memperberat hamba-Nya dalam beribadah. Kita tidak bisa menjalankan sholat, apa penyebabnya? Kalau karena malas, duh... ini di luar kategori. Bagaimana mungkin Allah bisa memaklumi kita kalau alasannya karena malas. Padahal di saat perang saja di zaman Rasulullah SAW, nyawa di ujung tanduk, dan bisa saja terbunuh seketika, sholat tetap digelar.

Atau di saat sedang sakit pun, sholat tetap harus dikerjakan, dilakukan dengan duduk, dilakukan dengan berbaring, sampai mengerjakan sholat dengan kedipan mata. Subhanallah... Maha Suci Allah semesta alam. Jadi, kira-kira Allah memaklumi kita tidak dalam beribadah? Ya tentu, tapi bukan sebab diri kita bebal, bukan pula sebab kemalasan yang luar biasa. Karena Allah benar-benar memahami hamba-Nya. Lalu sebaliknya, bisakah kita sebagai hamba memahami kemauan Allah SWT? Yang mana semua itu untuk kebaikan diri kita sendiri.

Renunglah Q.S. Al-Ankabut:45 berikut ini: “Sesungguhnya sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar”. Nah, jadi sholat itu untuk kebaikan diri sendiri, seperti perisai yang melindungi kita saat menjalani kehidupan yang dipenuhi bermacam godaan syetan. Terbayangkan kalau kita selama hidup di dunia tidak mengerjakan sholat, itu artinya kita tidak ada pelindung diri. Mudah sekali tergoda, akibatnya terjerumus ke perbuatan nista. Selain kita sudah merugikan dan mencelakai diri sendiri, Allah SWT juga murka kepada kita.

Mungkin selama ini kita terlena dengan kehidupan duniawi, sehingga kita lupa akan kehidupan akhirat. Sholat sebagai ibadah yang paling utama pun terabaikan, mungkin karena alasan yang itu-itu saja.

Misalnya untuk sholat subuh, sudahkah kita menunaikannya? Atau kita sudah lamaaa sekali tidak mengerjakannya. Di kala kita sudah tak pernah sholat subuh lagi, namun mendadak terbangun, itulah tanda-tanda ketukan dari Allah SWT untuk mengingatkan hambaNya agar kembali ke jalan yang diridhoi-Nya. Maka tunaikanlah sholat subuhmu![]

Penulis:  Asmara Dewo

Baca juga:  Tiga Golongan yang Memilih Pergi

Yang Dicinta yang Menghina

Kenapa Harus Pulang?

Yuk, gabung di Media Sosial kami!  Google+  Fanpage  Facebook  Twitter  YouTube

Lima Pertanyaan untuk Anda yang Berhenti Berjuang



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas