Ilustrasi interview kera | Foto via biospace.com

Asmarainjogja.id-Awal  tahun tentunya kita punya resolusi untuk hidup yang lebih baik lagi, terutama dari segi finansial. Bekerja di perusahaan yang gajinya hanya untuk menyambung hidup, bukan pilihan yang baik. Pastinya kita jengah dengan rutinitas yang begitu saja, dan gaji yang tidak seberapa.

Begitu pula bagi sarjana yang tamat tahun lalu, tahun 2020 menjadi ajang mencari jati diri. Apa sebenarnya pekerjaan yang tepat untuk kita? Mengingat para pekerja yang karirnya baik, selalu mencintai jenis pekerjaan yang digelutinya bertahun-tahun.

Memang harus diakui menjadi seorang pekerja bukan suatu pilihan yang baik, karena menurut penulis sendiri lebih baik membangun ekonomi mandiri. Ya, ekonomi mandiri yang membuat kita bebas finansial di masa depan. Meski begitu, kita tentu tidak mengabaiknya fenomena kaum muda yang belum berani terjun menggarap peluang tersebut.

Nah, karena tren kita masih senang bekerja di perusahaan lain, maka penulis akan memberikan saran kepada pembaca. Khususnya pembaca yang saat ini sedang bergerilya mengantarkan surat lamaran kerja.




Begini sidang pembaca, kita meski tahu watak seorang pengusaha. Watak umum dari pengusaha adalah mencari keuntungan yang sebesar-besarnya dengan mengeluarkan modal yang sekecil-kecilnya. Karena sebab itu pula kita tidak heran menyaksikan kaum buruh merasa hak-haknya terabaikan. Ya, itulah resiko menjadi seorang pekerja. Dan itu pula yang sampai detik ini serikat buruh perjuangkan agar hak-hak pekerja bisa dipenuhi oleh perusahaan.

Jadi intinya adalah kehadiran pekerja itu hanya untuk menambahkan keuntungan bagi perusahaan. Jika sebaliknya hanya merugikan, maka pekerja yang demikian tidak dipakai. Sampai di sini paham maksudnya, ya? Sekarang jika ingin bekerja harus bisa memastikan dan menjamin kehadiran Anda sangat menguntungkan perusahaan.

Saat wawancara biasanya Anda akan ditanyakan apa skil yang dimiliki selain bidang yang Anda tekuni sekarang? Contohnya seperti ini, jika Anda melamar pekerjaaan menjadi seorang sales, tentu skilnya adalah mahir menjual. Produk yang Anda pegang selalu laris manis. Nah, itulah skil dasar Anda.

Pada era industri 4.0 tidak cukup hanya punya skil dasar seperti itu, harus punya skil tambahan. Lalu apa skil tambahan yang meski dimiliki di masa sekarang ini? Jawabannya adalah bisa membuat video menarik, bisa design grafis, dan bisa menulis. Penulis sangat yakin kalau Anda punya salah satu skill di antara yang tiga itu, kemungkinan besar akan diterima. Apalagi ketiga skil itu Anda kuasai.

Berikut alasannya:

1. Bisa Membuat Video Menarik

Tanpa disadari, hampir di setiap waktu saat mengakses internet, kita dihadapkan dengan berbagai iklan produk melalui video. Entah itu di Instagram, Facebook, Twitter, YouTube, dan media sosial lainnya. Karena media sosial itu merupakan wadah berkumpulnya manusia yang mengakses internet sesuai ketertarikannya masing-masing. Kaum netizen itu pula yang menjadi target perusahaan sebagai calon konsumen mereka.

Cara kerjanya begini, misalnya netizen yang tertarik dengan fashion, mencari baju-baju di internet melalui google, media sosial, atau situs apapun itu akan meninggalkan jejak digital. Nah, algoritma periklanan di internet akan menampilkan produk-produk yang dia cari tersebut.

Selanjutnya berbagai iklan produk baju akan selalui mengikuti kegiatannya saat terhubung di internet. Atau Anda pernah mengalami yang demikian?

Video iklan sangat diutamakan oleh perusahaan. Alasannya jelas karena produk yang ditampilan lewat video lebih jelas dan menarik dibandikan hanya melalui gambar atau teks. Dan biaya produksi iklan video lebih mahal dibandingkan yang lainnya.

Jika Anda mahir membuat video menarik untuk memasarkan produk akan mempermudah penjualan Anda sendiri (jika bekerja di bagian sales), dan mengurangi biaya iklan perusahaan. Seperti yang penulis sampaikan di awal, watak pengusaha mencari keuntungan yang besar dengan budget yang super kecil.

Nah, jika tidak pandai, coba belajar. Manfaatkan smartphone Anda untuk memulainya lewat Kinemaster atau Filmora. Lebih baik lagi menggunakan komputer (bisa PC atau laptop). Banyak tutorial di YouTube bagaimana cara pengambilan video yang baik dan editingnya.




2. Bisa Design Grafis

Perusahan setiap waktu akan mengenalkan dan memengaruhi calon pembeli untuk membeli produknya. Foto dan teks dalam gambar yang disebut banner iklan itu juga bisa dilihat di mana saja saat kita mengakses internet. Misalnya saja di situs berita, Anda bisa melihat berbagai iklan di dalam teks tulisan, atau di atas, kanan, kiri situs berita tersebut. Iklan itu biasanya dari Google Adsens, namun ada juga dari perusahaan langsung.

Banner yang menarik akan menjadi perhatian pembaca, apalagi ada angka super besar diskon 75%. Calon pembeli akan tergiur dan mengklik iklan tersebut, dan memastikan lagi ke penjual (perusahaan) soal iklan yang sangat menggiurkan tersebut.

Jadi seperti itulah gambaran umumnya iklan produk yang kita lihat di internet. Tak heran, perusahaan berani membayar design mahal demi meningkatkan omzet penjualannya. Nah, kalau Anda punya skil membuat design, tentu kehadiran Anda akan diperhitungkan. Ada juga perusahaan yang memang memiliki karyawan khusus design, tapi tetap perusahaan selalu ingin mengecilkan biaya operasionalnya. Maksudnya mencari karyawan yang multi talenta.

Peluang besaranya adalah jika perusahaan itu hanya mencari jasa design dari luar, nah ini adalah kesempatan Anda bisa masuk ke perusahaan.

Tidak pandai design, Anda bisa belajar melalui aplikasi Coreldraw atau Photoshop.   Ada juga Canva.com, situs itu untuk membuat design apa saja. Atau pilihan trakhir, privat design, kalau di Yogyakarta biayanya sekitar Rp 450.000.




3.  Pandai Menulis

Anda pernah menonton iklan produk (bisa produk jasa atau produk barang) seolah-olah itu cerita? Seperti menceritakan perjalanan seseorang pada bulan puasa, kemudian dia menolong warga. Karena warga itu merasa ditolong sebagai balas jasanya diajaklah yang menolong tadi berbuka puasa di rumahnya. Nah, saat berbuka puasa terhidanglah salah satu menu minuman segar dingin, yaitu sirup. Sirup itu adalah produk yang diiklankan oleh perusahaan lewat cerita tadi.

Perlu diketahui dewasa ini cara beriklan tidak seperti dulu yang frontal menawarkan produknya ke konsumen. Tapi lebih santai, namun tetap mengenai targetnya. Contohnya seperti di film-film layar lebar, ada adegan si tokoh makan atau minum, lalu merk brand tersebut di-zoom. Memang tidak terlihat beriklan, tapi bagi yang jeli akan tahu ada sisipan iklan pada adegan.

Lalu apa hubungannya dengan menulis?

Begini sidang pembaca, jika Anda pandai menulis, itu akan menjadi andalan Anda untuk memasarkan produk perusahaan. Entah itu produk jasa atau barang. Tetap storytelling  akan membantu bidang yang Anda tekuni dalam perusahaan tersebut. Dengan pandai menulis Anda bisa mengenalkan perusahaan dan produk Anda ke publik luas. Dan itu sungguh sangat disenangi oleh si bos.

Bos paling senang kalau anggotanya bangga bekerja di perusahaannya, apalagi kerap memberitahukan ke publik keunggulan produknya. Ini bukan seperti cari muka, tapi bentuk kesadaran seorang karyawan bahwa laris manisnya produk berarti berimbas pada gaji.

Terlebih lagi Anda punya otak brilian untuk memberikan masukan ke perusahaan bahwa untuk mengemas iklan produk lewat cerita-cerita yang menggugah. Dan ide Anda diterima. Ternyata ide brilian itu menambah omzet berkali-kali lipat. Posisi Anda di perusahaan pasti menjadi pertimbangan para bos.

Kalau Anda tidak pandai menulis, mulailah dari sekarang. Bisa melalui YouTube, membeli buku, ikut workshop menulis, atau bergabung di komunitas menulis. Nah, komunitas menulis bisa ditemukan di grup-grup Facebook, dan kalau Anda tinggal di Yogyakarta, bisa mencari komunitas menulis di Kota Pendidikan tersebut.  [Asmara Dewo]






Baca juga:

Masih Anak-anak Bekerja Pakai Otot, Sudah Dewasa Pakai Otak

10 Larangan Jika Kamu Karyawan Baru, Nomer 6 Sangat Memalukan!

10 Tips Menghadapi Masalah, Nomor 7 Jangan Sampai Kamu Lakukan!

Perjuangan Gadis Traveler Menjadi Mahasiswi Magister UGM

Cara Manfaatkan THR Agar Tahun Depan Tidak Galau Lagi



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas