Sate Kelinci | Foto AIJ

Asmarainjogja.id – Mungkin kita terbiasa makan sate Padang atau sate Madura yang dagingnya ayam atau sapi. Namun bagaimana saat lidah kita merasakan kelezatan sate kelinci? Huh... saya bilang enak banget. Serius.

Bandungan merupakan salah satu kota wisata yang berada di kaki Gunung Ungaran, letaknya yang tinggi tersebut menjadikan kota wisata ini sangat sejuk. Kalau di Sumatera Barat ada Bukittinggi, di Sumatera Utara ada Berastagi, maka di Semarang ada Bandungan.

Keelokan permandangan dari Kota Bandungan mengundang berbagai wisatawan, baik dari wisatawan domestik, maupun wisatawan mancanegara. Para pemburu wisata tersebut akan ngiler dengan keharuman asap sate kelinci yang dibakar di tepi jalan. Sebab warung penjual sate kelinci itu berada di Jln. Sukorini, Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Sate Kelinci

Warung sate kelinci di Bandungan | Foto AIJ

Daging kelinci itu dipotong kecil-kecil, seperti di-fillet, bagian lemak dan tulangnya disisihkan. Kemudian dipanggang bersama rempah-rempah sampai benar-benar matang yang sebelumnya dilumuri kecap terlebih dahulu.

“Usia kelinci yang dijadikan sate ini usianya delapan bulan ke atas, sebab kelinci yang masih muda dagingnya hancur kalau dipotong-potong,” kata penjual sate tersebut kepada kami, Minggu (24/7/2016).

Sate kelinci yang sudah matang akan lebih maknyus lagi dengan lontong atau nasi. Ya, biar agak kenyanglah. Kalau satenya seporsi Rp 22.000, dengan tambahan lontong atau nasi menjadi Rp 25.000. Sate kelinci yang sudah matang itu disajikan dengan sayuran, seperti: kol yang diiris, bawang, cabe rawit, dan tomat. Dan ditaburi merica di atasnya.

Sedangkan lontongnya berkuah sate kacang, rasa bumbu itu seperti sate madura pada umumnya. Paduan rasa enak, gurih, pedas, sangat terasa di lidah saat merasakan sate kelinci khas Bandungan. Daging sate kelinci rasanya sulit diungkapkan, kalau dibilang seperti ayam tidak, dibilang seperti daging lembu atau kambing pun tidak juga. Daging kelinci itu kenyal dan lembut.

“Sate kelinci bagus untuk kesehatan, karena kadar lemak yang terkandung sangat rendah,” terang penjual sate itu lagi.

Sate kelinci

Sate kelinci yang menggugah selera | Foto AIJ

Selain enak, ternyata daging kelinci ramah terhadap kolestrol. Jadi bagi yang mengidap penyakit sepertinya tidak ada larangan memakan daging kelinci ini. Nah, apa lagi bagi yang takut kolestrol, atau yang menjaga kelangsingan tubuhnya.

Bagi Anda yang ingin berkunjung ke Bandungan, silahkan mampir untuk menikmati sate kelinci, di hawa yang dingin cocok sekali merasakan makanan yang enak, pedas, dan gurih.[]

Penulis:  Asmara Dewo 



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas