Ilustrasi trafik omzet penjualan | Foto Shutterstock

Asmarainjogja.id – Bagi seorang pebisnis belajar adalah hal wajib yang ditekuni setiap waktu. Belajar di sini yang saya maksudkan adalah segala pelajaran dan pembelajaran yang berhubungan dengan bisnis. Itu artinya bisa dibilang hampir setiap waktu kita harus selalu belajar bisnis.

Ketika kita masih di sekolah, kita belajar dengan baik agar bisa naik kelas, atau juga agar bisa menjadi juara kelas. Dan yang paling penting lagi adalah gunanya belajar agar menjadi siswa yang cerdas. Berbisnis juga begitu agar mendapat keuntungan lebih besar lagi kita harus senantiasa belajar. Jika sekarang omzet per hari masih di bawah Rp 500.000, usahakan esok hari bisa tembus Rp 700.000. Begitu selanjutnya sampai jutaan, pulahan juta, ratusan juta, dan seterusnya.

Pertanyaannya adalah bagaimana cara menaikkan omzet di bisnis Anda? Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang bisnis yang saya lakukan sekarang. Hal ini tentunya bisa cocok dengan Anda, dan mungkin juga tidak cocok dengan Anda. Hanya saja kesamaan para pebisnis adalah belajar dari siapa saja yang bisa digali ilmunya. Setuju, ya, untuk yang satu ini? Berikut lima cara menaikkan omzet bisnis yang bisa Anda contoh:

1. Membangun brand dengan baik

Membangun brand bisnis ini sebenarnya tidaklah sulit, namun banyak pula yang mengabaikannya. Padahal brand adalah kunci utama bisnis Anda. Bisa dibayangkan apa jadinya jika bisnis Anda tidak dikenal atau tidak dipercaya khalayak ramai? Sudah pasti produk bisnis Anda tidak akan laku.

Nah, langkah apa saja yang bisa dilakukan untuk membumikan brand? Karena saya seorang penulis, maka cara saya adalah dengan menulis. Jadi tulisan-tulisan saya selalu membahas soal bisnis, entrepreuner, penjualan, ekonomi, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan bisnis itu sendiri. Tak lupa pula saya menyisipkan nama brand saya di artikel yang saya tulis tersebut.

Tulisan-tulisan saya itu dibaca oleh netizen Indonesia, mulai dari pembaca Viva.co.id, Islampos.com, Kumparan.com, situs yang saya kelola sendiri, seperti Klickberita.com, dan situs yang Anda baca saat ini. Hal ini saya lakukan terus menerus, sehingga pembaca yang mulai fanatik mengenal saya lebih dekat, meskipun hanya melalui bacaan. Manfaatnya adalah mereka percaya, dan semakin yakin bahwa saya memang seorang pebisnis yang bisa dipercaya, diandalkan, dikenal luas, dan berwawasan luas. Ya, ini bukan berarti sombong, modal penulis itu salah satunya berwawasan luas, tidak mungkin penulis yang sempit pikirannya.

2. Promosi produk secara gencar

Promosi adalah harga mati untuk memasarkan produk. Tidak promosi sama saja dengan tidak berjualan. Perusahaan besar saja seperti Aqua, hampir setiap hari iklannya tayang di televisi. Itu perusahaan besar, lho. Nah, kenapa kita yang perusahaannya masih seujung kuku tidak gemar promosi? Jangan sombong dong jadi pebisnis kecil itu! Hehehe.

Oleh sebab itulah saya gencar sekali dalam berpromosi. Sebenarnya kalau kita pandai berpromosi, bisa dengan modal 0 rupiah. Tidak perlu sampai jutaan hanya untuk berpromosi saja. Tapi kalau memang punya budget untuk beriklan, ya, makin bagus promosi lewat berbayar. Sebab promosi dengan berbayar, hasilnya sangat baik dan teruji.

Contohnya saja perusahaan yang beriklan di FB ads, Google Adwords, Instagram, atau endorse ke akun dengan follower-nya yang banyak. Semata-mata mereka melakukan promosi itu untuk melezitkan lagi penjualannya. Nah, karena saya belum punya budget besar, maka saya beriklan di situs saya sendiri. Jadi tugas saya adalah update artikel saja. Selain itu yang saya lakukan adalah berpromosi lewat akun media sosial, ini juga sangat efektif dan gratis.

3. Selalu melebarkan sayap bisnis

Melebarkan sayap bisnis ini adalah dengan menjalin kerjasama dengan siapa saja yang bisa menaikkan omzet bisnis. Caranya adalah dengan membuka peluang kerjasama berupa mitra bisnis, seperti reseller dan dropshipper. Dropshipper di bisnis saya sampai saat ini tidak ada yang tertarik, namun untuk reseller sudah cukup banyak.

Kenapa kita butuh reseller? Selain untuk bagi-bagi rezeki antar sesama, juga untuk mempercepat pergerakan bisnis kita. Misalnya jika saya sendiri dalam sehari hanya bisa menjual 40 pieces produk, dengan reseller bisa mencapai ratusan pieces. Meskipun keuntungan lebih kecil, tapi putaran modal kita sangat cepat. Dalam bisnis ini sangat bagus. Jangan takut untung tipis, yang penting produk cepat terjual. Tentu saja jangan sampai merugi!

Jadi bisnis kita akan semakin melebar dan menjangkau sampai ke mana saja yang sebelumnya kita sendiri tidak mampu. Contohnya saja, jika bisnis kita di Yogyakarta, mungkin pembeli dari Indonesia bagian Timur sana cukup kesulitan. Di sinilah peran reseller, mereka bisa memenuhi calon pembeli di daerahnya masing-masing. Terkadang pembeli itu lebih suka berbelanja dengan orang yang dikenalnya, meskipun harganya selisihnya cukup tinggi.

Cara seperti ini saling menguntungkan, saya laku produk dari reseller, reseller laku produknya langsung ke konsumen. Sedangkan konsumen tidak kena biaya ongkos kirim, misalnya jika dia berbelanja langsung ke saya.

4. Menambah produk yang dipasarkan

Saya selalu yakin setiap produk selalu ada pasarnya. Jangan takut tidak laku, meskipun produk itu mungkin asing bagi masyarakat. Maka tugas kita adalah menciptakan pasarnya jika produk tersebut baru dikenal secara luas. Nah, terlebih produk yang akan ditambah tidak jauh berbeda dengan yang sebelumnya. Maka kita tidak perlu bersusah lagi mengedukasi atau bersosialisasi produk baru tersebut.

Bisnis yang saya bangun sebelumya hanya satu jenis produk saja. Sebenarnya saya sendiri sejak awal sudah siap memasarkan berapapun jumlah jenis produk. Tapi karena saya bermitra, jadi keputusan berpengaruh dengan mitra bisnis saya. Seiring dengan penjualan yang terus meningkat, dan pelanggan yang semakin bertambah, akhirnya jenis produk saya sudah 5 jenis. Selain itu jumlah per itemnya juga semakin berlipat-lipat, memenuhi permintaan pasar.

Memang terkadang dalam berbisnis harus pelan-pelan dulu, dan senantiasa memberikan kepercayaan dan pembuktiaan kepada siapa saja. Hanya saja dalam prinsip saya, kalau bisa berbisnis dengan cara berlari, kenapa memilih dengan cara berjalan? Semakin cepat bertindak, maka semakin bagus.\

5. Menciptakan marketer otomatis tanpa bayaran

Siapa marketer otomatis tanpa bayaran tersebut? Pertama adalah konsumen yang puas terhadap produk kita. Karena kepuasan produk akhirnya secara tak langsung kosnsumen tadi mempromosikan produk kita ke orang lain. Konsumen itu akan bercerita kepada keluarganya, kerabatnya, sahabatnya, saudaranya, dan siapa saja kenalannya agar berbelanja juga seperti dia.

Nah, karena dari pengalaman orang terdekatnya sendiri, maka kenalan konsumen tadi akan ikut-ikutan berbelanja ke kita. Begitu seterusnya, dari konsumen satu ke konsumen yang lain. Sampai penjualan terus meningkat dan meningkat, yang berdampak pada keuntungan. Hal ini saya terapkan, dan selalu mengingatkan ke rekan bisnis saya agar terus menciptakan marketer otomatis kami.

Jika Anda punya bisnis, bisa menciptakan marketer otomatis seperti ini, saya sangat yakin budget iklan Anda bisa diminimalisirkan lagi. Sebab inilah cara “beriklan” yang cukup efektif dan gratis. Tugas Andahanya menjadi seorang pebisnis yang bisa dipercaya, diandalkan, dan dibanggakan oleh konsumen.  [Asmara Dewo]

Baca juga:

Khimar Padusi, Pilihan Tepat Muslimah Muda

Ciptakan Produk Anda dan Pasarnya Agar Jadi Sang Pelopor Bisnis

Memahami Segmen Pasar untuk Menggeliatkan Penjualan



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas