Mohammad Hatta dan istrinya, Rachmi Rachim | Foto Istimewa

Asmarainjogja.id – Sebagai seorang pejuang sejati, Mohammad Hatta dikenal dengan segala sepak terjangnya untuk Indonesia. Mulai dari buah pikiran, gerakan, kepemimpinan, sampai menjadi orang nomor 2 pada tahun 1940-an. Sang Proklamator ini jejak rekam keluarganya masih bisa dibilang minim untuk menggali informasinya. Lain halnya dengan Soekarno, buku-buku mengenai Bung Besar banyak ditemukan. Apalagi mengenai istri-istrinya yang cantik.

Nah, Bung Hatta, generasi muda sekarang banyak yang tidak tahu bagaimana jejak rekam di keluarganya. Kapan dia menikah? Di usia berapa menikah? Dan siapa pula yang menjodohkan Bung Hatta? Dan kenapa menikah ketika Indonesia baru merdeka? Penulis sangat yakin, banyak fakta yang selama ini tidak diketahui generasi muda kita.

Bagaimana kita bisa mencintai tanah air, kalau sosok-sosok pengaruh di negeri ini kita tidak mengenalnya? Bagaimana pula bisa mencintai Sang Proklamator, Mohammad Hatta, jika kita tidak mengenalnya lebih dekat? Meskipun hanya dari sebuah buku. Untuk itulah artikel ini disampaikan pada anak  muda agar bisa lebih mengenal lagi Bung Hatta, dan itu mengenai fakta pernikahannya.

Berikut 5 fakta pernikahan Mohammad Hatta dalam sejarah hidupnya:

1. Sumpah sakti

Sumpah Bung Hatta kepada dirinya sendiri adalah tidak akan menikah sebelum perjuangannya usai. Bung Hatta sejak remaja, saat menjadi seorang terpelajar sudah memikirkan bangsa Indonesia. Dia belajar, berjuang, hanya demi kepentingan rakyat. Karena itu pula sepanjang hidupnya ia selalu mengutamakan kepentingan rakyat dibandingkan kepentingannya sendiri. Maka ia pun bersumpah tidak menikah sebelum Indonesia merdeka.

2. Yang melamar Istri Bung Hatta adalah Soekarno

Suatu ketika Bung Karno bertanya kepada sahabatnya, Abdoel Rachim “Siapa gadis tercantik di Bandung?”, dan sahabatnya itu pun menjawab nama gadis cantik dan populer di Kota Bandung. Jelang beberapa hari kemudian, Bung Karno mendatangi lagi ke rumah sahabatnya itu pada malam hari.

“Ada apa, Mas, malam-malam datang?” tanya Abdoel Rachim heran.

“Mau melamar,” jawab Sokarno.

“Melamar siapa? Untuk Siapa?” sambung sahabatnya itu lagi.

“Melamar Yuke, untuk Hatta,” ujar Bung Karno. Yuke adalah nama panggilan sayang dari Rahmi Rachim. Awalnya lamaran itu tidak disetujui Yuke dan keluarga, namun Bung Karno pandai merayu dan menyakinkan pada keluarga sahabatnya tersebut.

3. Jarak usia yang terlampau jauh

Mohammad Hatta menikahi Rahmi Rachim pada usia 43 tahun. Sedangkan Rachmi Rachim usianya pada saat itu 19 tahun. Jarak usia yang cukup jauh memang, selisih 24 tahun. Namun faktanya usia tidak memengaruhi cinta mereka, sampai Bung Hatta menutup mata, cinta itu tetap abadi, dan kesetiaan sang istri tak diragukan lagi.

4. Maskawin dengan sebuah buku

Maskawin pernikahan mereka sangat unik, yaitu sebuah buku berjudul Alam Pikiran Yunani. Padahal keluarga Bung Hatta bisa dibilang berkecukupan. Merasa malu pula jika perkawinan itu tidak ada uang dan emas sebagai maskawinnya. Namun Bung Hatta tetap kokoh pada pendiriannya, ia hanya mau buku   sebagai maskawin yang dikarangnya sendiri itu.

5. Menikah pada tanggal 18 November 1945

November 1918, pemerintah Hindia Belanda di bawah kepemimpinan Gubernur Jenderal Graaf van Limburg Stirum berjanji memberikan hak kepada Bumiputra untuk mengurus sendiri bangsanya. Dan Mohammad Hatta pada saat itu tidak percaya atas janji pemerintah Hindia Belanda.

“…kekanak-kanakan dan terlalu naif jika kita percaya akan janji tersebut, yang kemudian memang terbukti sebagai janji kosong belaka…” tulis Bung Hatta di makalah pada Konfrensi Asossiasi Internasional Sejarawan Asia.

Menurut anak Mohammad Hatta, Meutia Hatta, ayahnya menikah pada bulan tersebut bukan tanpa sebab. Menurutnya, Bung Hatta sengaja memilih bulan itu sebagai catatan sejarah bahwa Pemerintahan Hindia Belanda selalu ingkar janji. Lain halnya dengan Bung Hatta yang menikahi istrinya pada tanggal 18 November 1945 sebuah janji yang sungguh-sungguh, dan terbukti sampai di pengujung hayat. [Asmara Dewo]

Sumber: Buku Bung Hatta di Mata Tiga Putrinya.

Baca juga:

Soekarno yang Mengamalkan 2 Wasiat Sang Guru

Politik Buya Hamka yang Dibenci tapi Sosok yang Dimuliakan

3 Tokoh Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Abad 20 dan 21

Padusi

Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas