Ilsutrasi online shop | Foto Istockfoto

Asmarainjogja.id – Saya terus berpikir keras, mencari sebab kenapa menjelang lebaran penjualan online sepi. Apakah ini hanya perasaan saya saja atau bagaimana? Nyaris setelah hari ke-10 puasa, benar-benar sepi pembeli dari online. Padahal teknik marketingnya sama, promosinya sama, bahkan sampai memberikan diskon besar. Diskon sebesar itu tak pernah dilakukan sebelumnya.

Sebaliknya malah penjualan offline yang lumayan, lha, ini bagaimana ceritanya? Padahal jelas bisnis tersebut fokusnya ke online. Lalu mulai menyadarinya ketika saya ke mall untuk membeli sesuatu. Mall itu salah satu yang sering saya kunjungi. Hari biasa bisa dibilang sepi, tapi menjelang lebaran, wow, pengunjungnya ramai sekali. Jelas pengunjung itu bukan sekadar jalan-jalan, tapi menenteng tas belanja yang isinya keperluan untuk lebaran.

Ternyata konsumen itu menjelang lebaran lebih senang berbelanja offline dibandingkan online. Di sinilah kelebihan bisnis offline yang tak bisa dipungkiri lagi. Menjelang lebaran, diserbu konsumennya. Tak heran diskon besar-besaran sampai 70 persen mereka berikan untuk memanjakan konsumennya. Kira-kira apa penyebabnya konsumen memilih belanja di toko fisik atau mall?

Menurut saya ada beberapa hal penyebab dasarnya, berikut 5 faktornya:

1. Konsumen memang mencari kebutuhan produknya

Terkadang konsumen yang membeli di online itu bukan niat membeli, tapi karena melihat promosi yang menggiurkan, maka ia pun membelinya. Misalnya di media sosial, tanpa sengaja ada toko online yang sedang mempromosikan produknya.

Nah, konsumen tadi pun tertarik untuk melihatnya. Setelah dilihat, dan ditanya-tanya kepada adminnya, maka ia pun membeli produk tersebut. Inilah yang sering terjadi di jual beli online. Banyak unsur ketidaksengajaan untuk membeli produk.

Meskipun banyak juga konsumen yang memang mencari kebutuhannya produknya. Biasanya tipe konsumen seperti ini memang sudah terbiasa berbelanja online.

Dan menjelang lebaran, konsumen cenderung membeli barang secara langsung, karena memang niatnya dari rumah untuk membeli. Jadi daftar belanjanya sudah dibuat, misalnya beli pakaian, sepatu, hijab, mukena, dan barang-barang lainnya. Jadi rinciannya sudah jelas, produk apa saja yang dibeli.

2. Karena produk yang dibelinya sangat banyak

Konsumen yang membeli secara online itu biasanya jenis atau itemnya hanya beberapa saja, misalnya dia membeli hijab, ya, sudah hijab saja yang diordernya. Nah, di saat momentum menjelang lebaran tentu kebutuhannya sangat banyak, jadi sangat jarang konsumen membeli semua keperluannya melalui online.

Terlebih lagi di pusat perbelanjaan itu dia dengan sangat leluasa memilih barang-barang yang dicarinya.

3. Takut pengiriman barang tidak tepat waktu

Yang namanya penjualan online itu tentu ada pihak ketiganya, yakni jasa pengiriman barang, seperti Pos, JNE, TIKI, Wahana, J&T, dan lain-lain. Nah, pembeli seakan takut barang yang dibelinya tidak tepat waktu. Mereka khawatir jika jasa pengiriman barang tersebut tidak lancar seperti biasa. Memang terkadang ada beberapa ekspedisi yang pengirimannya lambat karena overload.

Jadi konsumen pun tidak mau menanggung risiko, ia lebih mencari kebutuhannya di pusat perbelanjaan di tempat tinggalnya.

4. Karena belanja langsung itu lebih puas

Siapa saja tentu sepakat bahwa membeli produk secara langsung tentu lebih puas dibandingkan dari online. Hal ini disebabkan konsumen bisa melihat langsung produknya, bahkan sampai sedetail-detail produk tersebut. Kalau dibandingkan dari online, tentu tingkat kepuasan belanjanya sangat jauh.

Membeli online hanya bisa melihat foto, video, membaca deskripsi produk, dan keterangan lebih lanjut dari penjual atau admin. Jadi tidak heran menjelang lebaran konsumen lebih senang membeli produk secara langsung.

5. Berbelanja sambil refreshing

Berbelanja itu selain mencari kebutuhan, juga bisa membuat seseorang itu menjadi bahagia? Istilahnya refreshing jiwa. Ya, mungkin sehari-harinya sibuk kerja yang membuatnya letih berkepanjangan. Dan ketika ada waktu yang tepat berbelanja di moment lebaran, kesempatan ini pun tak disia-siakan.

Mereka yang mendatangi pusat perbelanjaan atau mall, selain berbelanja mungkin juga sambil makan di resto favoritnya, atau boleh jadi sambil menonton film yang ditunggu-tunggunya di bioskop. Itu beberapa faktor kecil saja kenapa semangat sekali konsumen berbelanja secara offline.

Nah, setelah mengetahui lima faktor tadi, langkah apa sebaiknya yang dilakukan praktisi penjualan online?

Pertama-tama adalah usahakan sebelum bulan puasa sudah bisa menarik perhatian konsumen online. Caranya mungkin dengan promosi besar-besaran, atau juga memantapkan lagi strategi penjualannya menjelang puasa, agar orderan masih berlanjut sampai menjelang lebaran.

Dan kedua mulai fokus ke penjualan offline. Ini sangat penting dilakukan agar penjualan tetap berjalan lancar.

Itulah beberapa catatan yang layak direnungkan, agar tahun depan penjualan kita tetap lancar dan pastinya lebih baik lagi dari tahun ini. [Asmara Dewo]

Baca juga:

Ini Alasannya Menjadi Marketer Solusi Bagi Pengangguran

Jangan Jadi Pebisnis Online yang Katrok

Inilah Pentingnya Nama Brand dalam Bisnis

Ramadhan, Bulan yang Tepat Memulai Jualan

Lima Cara Ini yang Menaikkan Omzet Bisnis Saya



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas