Ilustrasi menulis | Foto Istockfoto

Asmarainjogja.id – Penulis tidak produktif itu disebabkan salah satunya karena tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Ingat memanfaatkan waktu! Bukan menggunakan waktu, sebab memanfaatkan waktu dengan menggunakan waktu itu berbeda. Karena kalau menggunakan waktu, semua manusia menggunakan waktu, tapi memanfaatkan hanya orang-orang bijaklah yang memanfaatkan waktunya dengan baik. Saya harap paham maksudnya, ya?

Nah, seorang penulis juga harus bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Itu kalau mau menjadi penulis besar, bukan penulis tanggung-tanggung. Yang sesuka hatinya saja kapan mau menulis, ya menulis, kalau tidak mood, ya, tidak menulis, jangan seperti itu! Kita juga paham sekali setiap orang mempunyai kesibukannya masing-masing, apalagi penulis pemula yang juga bekerja di perusahaan, atau juga yang mengelola bisnis sendiri.

Namun semua itu bukan alasan untuk tidak menulis. Kalau seandainya saja kita sempat merumpi, menghabiskan waktu berjam-jam di media sosial, masa iya menulis saja tidak ada waktu. Kan itu tidak lucu? Parahnya lagi, impian begitu tinggi menjadi penulis besar, tapi menulis saja tidak konsisten dengan segudang alasan. Mimpi kali, ye, ingin menjadi penulis besar?

Kita sama-sama diberikan waktu selama 24 jam, nah, di waktu itu manfaatkan barang sejam, 2 jam, atau 3 jam untuk menulis. Atau dibuat jadwal dalam sehari ditentukan jam berapa menulis. Misalnya bagi yang pekerja di perusahaan, bisa menulis di malam hari, mungkin dari pukul 20:00 sampai dengan pukul 22:00 wib. Atau juga bagi seorang yang mengelola bisnisnya sendiri, kapan ada waktu luang segeralah menulis. Bisa juga seperti jam bagi pekerja tadi, yang memanfaatkan waktu di malam hari. Intinya adalah setiap hari harus menulis.

Jadi di waktu produktivitas tersebut, waktu kita memang khusus menulis, dan melupakan waktu lainnya yang dianggap tidak penting. Jika ada yang mengajak komunikasi misalnya, katakan saja: Maaf jangan diganggu! Saya sedang menulis. Memang prinsip ini terlihat sombong, tapi inilah satu-satunya cara bagaimana menjadi penulis yang produktif di tengah-tengah waktu jam padat kita dalam sehari-hari. Lagi pula nanti orang yang tidak tahu prinsip hidup kita, akan tahu sendiri di kemudian hari. Dan tentu ia akan paham di waktu kapan mengajak komunikasi lagi dengan kita.

Yang jelas jangan pula karena asyik menulis tidak bisa pula menimbang mana yang penting, dan mana yang tidak penting. Bijak-bijaklah memahami kewajiban menulis, dengan kewajiban lainnya.

Sebagai seorang penulis, memang membutuhkan konsentrasi penuh tingkat tinggi. Bukan konsentrasi campur aduk di pikirannya. Penulis harus fokus dalam tulisannya, dan menyelesaikan tulisan itu sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Itu bagi penulis yang dikejar deadline. Nah, penulis yang tidak mengejar waktu, prinsipnya juga sama harus fokus untuk menyelesaikan karya.

Alasannya adalah jika saat sedang menulis, konsentrasi kita buyar karena diajak komunikasi, telpon yang berdering, suara-suara berisik, dan lain sebagainya yang mengganggu konsentrasi menulis. Menulis juga bukan perkejaan 100 persen otot, tapi otak yang paling diutamakan, bahkan sampai 80 persen. Kalau pikiran sudah bercabang-cabang maka buyarlah apa yang ingin kita tulis lagi.

Di tengah zaman android sekarang ini, teradang kita juga sangat terusik oleh benda komunikasi super pintar tersebut. Mulai dari pesan di media sosial, atau pesan-pesan masuk promosi produk yang sama sekali tidak pernah diharapkan. Tapi, ya, begitu canggihnya internet di handphone itu bisa otomatis masuk sebuah iklan produk smartphone kita. Mulai dari produk yang abal-abal, sampai produku yang profesional.

Salah satu kebencian penulis sendiri enggan dan malas menggunakan smartphone karena bisa mengganggu kegiatan dunia tulis menulis. Bukan berarti menolak teknologi, atau tidak mengikuti perkembangan zaman, hanya saja kalau tidak menguntungkan untuk apa, ya, kan? Malah rugi pula, rugi paket, rugi pulsa, dan rugi waktu.

Kalau Anda memang sama sekali tidak ada bisnis yang menggunakan media sosial dan itu mengganggu produktivitas menulis, sebaiknya tinggalkan, jangan gunakan! Karena benda pintar itu memang benar-benar menggangu konsentrasi untuk menulis. Apalagi di media sosial itu dibanjiri dengan berita hoax, status-status tidak jelas, dan membodohi.

Bisa juga dengan cara menjauhkan semua alat komunikasi ketika Anda sedang menulis. Cara ini juga sangat bijak untuk menghindari gangguan dari luar. Sehebat-hebatnya penulis, kalau konsentrasi terganggu, ya, buyar juga. Mau tak mau harus kembali mengulang sampai di mana imajinasi menulis tadi. Dan itu sungguh-sungguh merugikan bagi seorang penulis.

Jika Anda seorang penulis, dan ketika itu  Anda sedang asyik menulis diganggu pihak dari luar, dan Anda tidak terusik, Anda belum bisa dikatakan seorang penulis yang sesungguhnya.

Jadi kesimpulannya adalah untuk menjadi penulis besar tak hanya harus pandai mengarang saja, tapi juga harus bisa memanfaatkan waktu dan tidak tergoda ataupun diganggu dari pihal luar. Karena kita tahu, penulis itu mempunyai dunianya sendiri, sebuah imajinasi yang menciptakan maha karya. Manfaatkan waktu yang baik, dan kurung diri dari dunia luar dalam beberapa waktu yang sudah ditentukan. [Asmara Dewo]

Baca juga:

Cara Mudah Menulis Artikel Wisata (Travelling)

Menulislah Seperti Berbicara, Maka Jadilah Penulis!

Meet and Greet Bersama Tereliye dan Rahasia Menulis Novelnya

Ini Alasannya Kenapa Penulis Hemat Bicara

Wisata baru di Mangunan, Watu Goyang

Padusi

Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas