Orangtuaku tercinta | Foto Doc. Pribadi

Asmarainjogja.id – Kumandang takbir kemenangan sebentar lagi akan terdengar di seluruh pelosok negeri.  Setelah berpuasa sebulan penuh,  menahan segala rasa lapar,  haus,  godaan hawa nafsu lainnya. 

Tibalah saatnya hari kemenangan itu kita raih. Hari Idul fitri,  adalah hari raya bagi umat Muslim di seluruh dunia.  Momentum hari Raya Idul fitri adalah hal yang sangat di tunggu-tunggu setiap insan.



Di setiap negara perayaan hari Raya Idul Fitri berbeda-beda.  Ada yang biasa saja,  ada juga yang meriah sekali.  Tergantung kebudayaan dan tradisi yang ada di setiap negara masing-masing.

Di indonesia,  Hari Raya Idul fitri lebih semarak ketimbang dengan Hari Raya Idul Adha. Dimana pada Hari Raya Idul Fitri, ada satu tradisi dari kita Indonesia adalah pulang kampung.




Tradisi pulang kampung saat Lebaran Idul Fitri sudah turun-temurun ada. Pulang dari perantauan ke kampung halaman adalah dambaan setiap Muslim saat lebaran Idul Fitri. 

Bisa berkumpul dengan orangtua,  kakak,  adik,  sanak Famili adalah kebahagian terbesar saat lebaran Idul Fitri.  Walaupun hanya beberapa hari di kampung halaman,  tapi tetap menyenangkan. 

Bercengkrama dengan sanak famili,  bercerita sambil senda gurau, berbagi pelangalaman satu dengan yang lainnya sesuatu hal yang menyenangkan. 

Tak heran momen idul fitri adalah hal yang paling di tunggu-tunggu oleh umat muslim di Indonesia.

Tapi sayang,  tidak semua yang sudah merantau bisa pulang saat momen Hari Raya Idul Fitri.  Banyak sekali yang tidak bisa pulang ke kampung halaman, dengan berbagai alasan. Baik itu pekerja swasta, ataupun mahasiswa.

Salah satunya adalah faktor biaya yang sangat tinggi.  Tak heran satu minggu menjelang Hari Raya idul Fitri, harga tiket melonjak naik tajam. Yang sangat nyata kelihatannya adalah tiket pesawat terbang. 

Kenaikan harga tiket,   bisa sampai tiga kali lipat dibandingkan dengan harga tiket di hari biasanya. Ini sangat fantastis bukan?

Hijab 

Tidak semua orang mampu membeli tiket semahal itu.  Apalagi bagi mahasiswa yang sedang menuntut ilmu jauh di pulau seberang. Untuk bisa kuliah saja sudah syukur. 

Tak heran,  untuk biaya pulang-pergi saja,  dengan harga tiket seperti itu bisa membayar uang kuliah untuk semester   tahun ini dan kebutuhan lainnya.  Maka banyak kalangan mahasiswa yang tidak pulang ke kampung halaman saat Hari Idul Fitri. 




Mungkin pilihan itu sangat sulit.  Di satu sisi ingin bertemu dengan orangtua dan  sanak Famili,  di sisi lain biaya yang dikeluarkan sangat banyak.  Maka pilihan yang di ambil adalah tetap berada di perantauan.

Sama halnya dengan saya.  Kali ini mungkin tidak pulang kampung lagi.  Sebab,  sebagai seorang mahasiswi, saya merasakan cukup berat mengeluarkan biasa sebanyak itu untuk tiket pulang-pergi.

Kalau di tanya hati nurani,  semua orang pasti ingin pulang kampung di Hari Lebaran Idul fitri.  Begitu juga dengan saya. 

Andai uang tiket dimintakan sama orangtua pasti di berikan dengan senang hati. Tapi saya berpikir,  banyak sekali yang harus ditanggung kedua orangtua saya.  Belum  lagi uang semester di depan mata dan saya tiga bersaudara kuliah semua. Pasti banyak uang yang harus di persiapkan untuk itu.

"Maaf Mak,  aku tak pulang lagi lebaran Tahun ini"

Itulah ucapan yang kusebut ketika,  emak menelepon dari seberang sana.

Jujur,  saja aku sedih untuk mengucapkan kalimat itu.  Yang aku ingin hanya berkumpul dengan mereka semua.  Sambil menyantap makanan favoritku buatan emak dan bercerita banyak hal dengan bapak. Bersenda gurau dengan semua sanak Famili.




Tapi,  rasa sedih itu aku tepiskan segera.  Berdoa di dalam hati,  selalu diberikan kesehatan untuk kedua orangtua dan  umur yang panjang, supaya kita bisa berjumpa di Lebaran Idul fitri mendatang. 

Salam rindu dari putri kecilmu dari perantauan.

Yogyakarta,  21 Mei 2018

Penulis: Rizka Wahyuni, Mahasiswa S2 Ilmu Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada

Baca juga:

Maaf, Mak, Lebaran Ini Aku Tak Pulang

Ketika Lebaran Memanggil Anak Rantau

Perjuangan Gadis Traveler Menjadi Mahasiswi Magister UGM

Merekalah Orang yang Paling Ikhlas Menyayangimu

Cara Manfaatkan THR Agar Tahun Depan Tidak Galau Lagi






Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas