Ketua Yayasan Univ. Widya Mataram, Mahfud MD | Foto Asmarainjogja, Asmara Dewo

Asmarainjogja.id – Ketua Yayasan Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY), Prof. Dr. Moch. Mahfud MD,. SH, SU, memberikan kuliah umum di Pendopo Agung nDalem Mangkubumen, Senin, 2/10/2017.

Pada kuliah umum yang dihadiri oleh para dosen dan mahasiswa mengangkat tema “Universitas Widya Mataram Yogyakarta sebagai Kampus Berbasis Budaya dalam Jiwa Pancasila”. Rektor UWMY, Prof. DR. H. Edy Suady Hamid, Mec, juga turut memberikan kata sambutan pada kuliah umum tersebut.

Mantan Ketua Hakim Konstitusi itu mengawali kuliah dengan menceritakan pengalamannya sejak kecil sampai ia sukses. Mahfud MD berbagai pengalaman agar kelak para mahasiswa berpegang teguh pada impiannya, dan belajar sungguh-sungguh selama dalam proses belajar.

Dia juga menuturkan pada masa kecilnya, orangtua zaman dulu tidak bebas bercita-cita seperti sekarang, semua dibatasi oleh penjajah Belanda. Bahkan orang-orang yang berkesempatan mendapatkan pendidikan hanya orang-orang tertentu saja, “Tapi zaman sekarang, Anda di sini bebas bercita-cita sesuai keinginan Anda.”

Guru Besar Hukum Tata Negara tersebut mewasiatkan kepada kaum intelektual di hadapannya bahwa, “Tugas mahasiswa adalah merawat dan membangun kemerdekaan Indonesia menjadi pintu berkah. Kita bisa bercita-cita dan meraihnya,” ujarnya yang disambut riuh tepuk tangan mahasiswa UWMY.

Agar Indonesia tidak melahirkan generasi ‘robot’, meskinya belajar di perguruan tinggi dengan wawasan kebangsaan, “Bukan mencerdaskan otak, tapi mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena pendidikan otak hanya bisa menciptakan robot. Universitas Widya Mataram Yogyakarta dibangun untuk menjaga keseimbangan otak dan wawasan budaya adiluhung,” lanjutnya. Lagi-lagi para hadirin memberikan aplaus pada mantan Menteri Pertahanan itu.

Hijab

 

Untuk menjaga kebhinekaan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila pada mahasiswa, pria kelahiran 1957, Madura tersebut berharap agar mahasiswa selalu bangga dengan Indonesia, “Karena satu-satunya bangsa yang merdeka sendiri. Mari jaga keutuhan NKRI, kalau ada gerakan radikal, lawan!”

Tidak hanya berbicara persoalan kebangsaan saja, ia juga memberikan tips agar mahasiswa UWMY sukses di masa depan, “Sekarang itu kualitas orang, bukan universitas.”

“Kamu tidak akan sukses kalau tidak berani ambil risiko,” katanya mengutip dari syair Arab, “dan tak akan terhormat, kalau penakut.”

Sebagai sesi penutup, moderator memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya langsung kepada Mahfud MD. Salah satu mahasiswa mempertanyakan persoalan 22 mahasiswa Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta yang di-drop out oleh rektornya karena menuntut transparansi dana kampus.

Meskipun Mahfud MD tak menjawab persoalan kasus Universitas Pancasila 45 Yogyakarta, namun ia mendukung mahasiswa yang menuntut keadilan, “Wajib hukumnya mahasiswa menuntut keadilan. Karena saya dulu juga masuk di BEM,” katanya mantap. [Asmara Dewo]

Baca juga:  Rektor Universitas Widya Mataram Membocorkan Rahasia Rekuitmen Ketenagaakerjaan di Acara Wisuda



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas