Ilustrasi Danau indah | Foto Shutterstock

Oleh:  Dewi Sekar Rahayu

Gadis kecil yang baru saja pulang sekolah itu memasang muka paling masam. Ia kesal karena hasil karya tangannya yang dibuat dengan susah payah tak begitu berharga dimata gurunya, sedangkan temannya yang jelas-jelas menjiplak dari google yang hanya mencantumkan namanya sangat diapresiasi oleh gurunya.

Setelah sampai kerumah ia langsung mengganti seragam sekolahnya dengan pakaian sehari-hari. Lalu gadis itu menghampiri kakak laki-lakinya yang kerap ia sapa dengan sebutan mas. Dan  menceritakan semua keluh kesah yang sedang ia rasakan.

“Mas, aku sedih mengapa hasil karyaku tidak mendapat pujian seperti temanku? Padahal aku telah membuatnya susah payah dan berpikir keras, sedangkan dia yang hanya menjiplak dari google sangat dihargai oleh guruku, dan guruku sangat bangga padanya,” gadis itu mengadu pada masnya.

Masnya yang penyabar mengelus kepala adiknya yang tengah sedih sembari mengatakan, “Sayang, dari mana kau tau bahwa karyanya itu ia jiplak dari google? Dan mengapa kau harus sedih?”

Gadis itu menjawab, “Aku tau karena ia sendiri yang mengatakannya, Mas. Aku sedih karena aku lelah, selama ini mereka yang mudah saja mendapatkan sesuatu tanpa harus berpikir panjang, tanpa mengeluarkan keringat, dan tanpa bekerja keras, hanya berleha-leha saja. Mengapa mereka mendapatkan nilai bagus dan pujian yang memuaskan? Sedangkan aku? Nihil sama sekali, tak mendapat apa yang aku inginkan!” tanya  dia lagi, “apakah ini yang dinamakan perjuangan? Aku lelah dengan semua ini!”

Kemudian sang kakak menjawab keluh kesah sang adik, katanya, “Ya sudah jangan menangis lagi! Besok hari minggu, kan? Kau tentunya libur sekolah, ayo ikut mas pergi!”

Sang adik dengan wajah kesal karena tidak mendapat jawaban seperti yang ia inginkan menjawab dengan nada lemas, “Mau kemana? Aku membutuhkan nasihatmu sekarang bukan ingin mengajakmu bermain, Mas.”

Sang kakak dengan tenang menjawab, “Sudah tak usah banyak tanya! Kau ikut saja nanti, setelah sampai akan kuberitahu mengapa kau kuajak kesana.”

Gadis itu mengangguk dengan keadaan hati yang kesal dan penasaran.

***

Keesokan harinya mereka bersiap-siap untuk pergi ketempat yang telah dijanjikan oleh kakaknya. Dengan rasa penasaran yang luar biasa sang gadis pun bersemangat ikut pergi dengan sang kakak mengendarai motor besar kesayangannya.

Setelah satu jam perjalanan mereka belum juga sampai, malah mereka harus berjalan kaki menuju ke sana. Akhirnya mereka menitipkan motor ke rumah warga dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Setelah 10 menit perjalanan sang gadis rewel karena keadaan jalanan yang tidak ia sukai. Tanah kuning yang lembek mengotori seluruh sepatu ketsnya, jalanan lumpur menyiprat ke tubuhnya, ilalang tajam yang melukai tangannya, banyak nyamuk yang menggigitnya, dan binatang kecil yang mengganggu. Semua itu membuat dia benar-benar kesal.

“Mas, kita mau kemana, sih? Aku tidak suka dengan idemu, sekarang aku kotor bersimpah lumpur. Aku benci perjalanan ini,” gadis itu menggerutu sepanjang jalan.

Sang kakak yang sedari tadi hanya diam menikmati perjalanan lalu menjawab, “Kau diam saja sebentar lagi kita sampai. Ini semua perjuangan yang sedang kita lakukan, yakinlah setelah sampai pasti semua rasa lelah dan kesal akan terbayar.”

Sembari menyingkirkan ilalang yang menutupi wajah mereka,“Nah sekarang kita sudah sampai!” seru kakaknya senang.

Dengan wajah terkejut dan perasaan kagum sang gadis menyahut, “Masss!!! Tempat apa ini? Indah sekali. Air danaunya biru banyak pepohonan hijau yang tumbuh disekitarnya. Dan semakin sejuk  dengan semilir angin yang menerpa tubuh kita.”

Sang kakak yang memang merencanakan ini semua menjawab semua rasa penasaran yang ada dalam hati sang adik.

“Kan aku sudah bilang, ini adalah perjalanan yang paling berkesan dalam hidupmu. Menuju kesini adalah perjuangan yang telah kau tempuh. Semua rintangan itu adalah tantangan dalam hidupmu, juga yang sedang kau alami. Dan pada akhirnya perjuangan dalam perjalananmu kesini tidak sia-sia, kan?” ucap kakaknya lagi, “semua terbayar dengan keindahan alam, walaupun belum banyak orang tau bahwa ada surga kecil yang tersembunyi di sini. Mengapa banyak orang tidak kesini? Karena sebagian besar orang tidak mau lelah dan berkorban demi semua hal indah yang ingin mereka dapatkan. Mereka hanya ingin hal yang instan saja, itu adalah salah satu kesalahan yang sering dibuat oleh manusia. Jadi, jika kau menginginkan semua hal indah dalam hidupmu maka kau harus rela berkorban. Dan melawan semua rasa takutmu untuk melewati semua rintangan yang ada didepanmu. Kau paham kan apa yang mas maksud?

Sang gadis tersentuh dengan semua nasihat masnya. Ia tersadar akan kata-katanya yang berkaitan dengan masalahnya kemarin.

Berkata dengan nada puas,   “Iya, Mas aku paham, kok. Aku harus berjuang dengan segenap tenagaku untuk mencapai kesuksesan dan mendapat kebahagiaan yang hakiki. Aku harus melewati semua rasa sulit, karena itu sebagian dari perjuangan yang sedang kutempuh. Terimakasih untuk nasihatnya, Mas, aku sayang dan sangat bangga padamu.”

Sang kakak tersenyum bahagia mendengar jawaban adiknya yang  baru sadar bahwa tidak ada perjuagan yang sia-sia. Ia   elus kepala sang adik dengan penuh kasih sayang.

Dan tak lama kemudian mereka pulang setelah senja hampir tenggelam dengan membawa banyak pelajaran pada hari itu. Bahwa semuanya butuh perjuangan. [Asmarainjogja.id]

Baca juga cerita mini Dewi lainnya:

Gara-gara si Penyontek

Padusi

Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas