Ilustrasi menulis | Foto Shutterstock

Asmarainjogja.id – Sebagai seorang penulis, tepatnya penulis di media online, saya sering ditodong, “Berapa penghasilan kamu, Bro, untuk menulis itu?”. Mau tak mau saya harus menjawabnya, dengan jawaban yang samar-samar, saya bilang saja, “Kecil, tapi cukup untuk kehidupan sehari-hari”. Biasanya mereka yang menanyakan itu hanya ber-oh saja. “Bagus, deh,” kata saya dalam hati.

Sebenarnya kalau menulis di media online itu penghasilannya lumayan, tergantung penulis tersebut menulisnya di mana? Apakah berkerja di media online, atau menjalin kerjasama dengan beberap situs, yang penghasilannya dari berapa banyak pembacanya? Atau juga menulis di situs pribadi yang di-monetize, entah itu dari Google Adsense, atau iklan mandiri? Semua itu tentulah punya angkanya, boleh juga dibilang sebuah angka yang fantastis.

Bayangkan tugas penulis itu hanya menulis, sedangkan modalnya sudah ada di kepalanya. Kalau tidak punya laptop, penulis yang betul-betul belum beruntung, bisa rental komputer, lalu mengirim atau memposting karya tersebut melalui warnet. Setelah itu saldo rekening pun bertambah, bisa lama, bisa juga cepat. Tergantung bagaimana dia menghasilkan uang dari karya tersebut.

Lalu bagaimana dengan saya sendiri? Selain saya bergelut di dunia menulis, saya juga bergelut di dunia bisnis. Nah, penghasilan utama saya tentulah dari bisnis tersebut. Karena otak saya juga bisnis, maka tulisan saya pun harus dihubungkan dengan bisnis. Ini agar dompet saya terus berisi. Memang tidak selamanya tentang bisnis, hanya saja untuk menghasilkan uang yang nyata dan langsung, ya harus menulis artikel bisnis.

Karena saya menulis di media online sudah bertahun-tahun, maka nama saya tidak begitu asing bagi netizen. Dampaknya adalah jualan saya lebih dipercaya dibandingkan penjual lain. Inilah keuntungannya sebagai penulis di media online. Menulis lancar, bisnis pun lancar. Terlebih lagi pembaca setia saya yang cukup banyak, merekalah konsumen utamanya. Ada yang menjadi reseller, ada pula yang hanya membeli produk saja.

Coba kalau saya bukan penulis, memangnya siapa Asmara Dewo? Bisa dipercaya tidak?! Nanti malah tidak dikirim barangnya. Tapi ketika mereka ingin tahu saya, mereka akan menelusuri track record saya di Google. Oh, ternyata dia memang penulis di media online. Tidak mungkin berbohong, bisa rusak reputasinya. Akhirnya bisnis yang saya bangun dengan owner Padusi Hijab, Rizka Wahyuni terus berkembang. Alhamdulillah, semoga semakin berkembang.

Jadi, guys, menulis itu sudah ditentukan rezekinya, entah itu rezeki langsung, ataupun rezekit tidak langsung. Dalam kasus seperti saya, ini disebut rezeki penulis tidak langsung. Menulis sebagai kendaraan bisnis saya, sedangkan situs yang saya kelola adalah jembatannya. Itu artinya saya membelah jalan untuk mengais rezeki melalui tulisan dan media online. Saya harap Anda mudah memahaminya.

Lalu bagaimana dengan rezeki langsung yang didapatkan dari seorang penulis itu? Ini bisa seperti penulis yang berkerja di sebuah situs, entah dia seorang wartawan, atau pengisi kontennya dengan artikel yang dia tulis. Ketika tugasnya selesai, dia pun mendapatkan gajinya. Simple, kan?

Sebagai seorang blogger misalnya, sebenarnya kalau jeli melihat peluang, itu bisa dapatkan banyak duit, lho. Saya contohkan, karena saya juga seorang pedagang online, jadi sedikit banyak tahu seluk-beluknya. Begini, pedagang online itu sangat butuh yang namanya review produk. Entah itu kelas besar, kelas menengah, atau juga kelas kecil. 

Jadi kamu harus menawarkan jasa kepenulisan terhadap mereka. Ajukan diri, jangan takut, atau juga minder. Kamu harus percaya diri. Katakan kepada pedagang itu, “Salam hangat, perkenalkan nama saya Fulan, ingin menawarkan jasa review produk ke Anda. Saya sudah mereview banyak produk dari berbagai jenis, berikut contoh review produk saya (kasi link review produk kamu).”

Setelah itu berikan lagi alasan kuat lagi ke calon konsumen agar diterima penawaran kamu . Intinya pandai-pandailah dalam menjual jasa. Nah, kalau calon kamu tidak tertarik juga, mungkin karena soal biaya. Jangan berkecil hati, keluarkan jurus terakhir, gratis review produk. Yang penting kamu dapat produknya. Kan lumayan, bisa dijual lagi atau dipakai sendiri. Toh, kamu tinggal review doang di blog, tinggal menulis bla… bla… blaaa.

Sungguh banyak sekali jalan rezeki penulis itu, tergantung kamu tertarik di bidang apa? Kalau mau menulis novel, atau buku, malah bagus. Ketika diterima penerbit mayor. Horee.. lampu kuning menyala, siap-siap jadi penulis best seller selanjutnya. Saya sendiri sebenarnya mau menulis novel atau buku, tapi tidak sekarang, sebab sedang mengembangkan bisnis dan situs. Waktu dan konsentrasi saya sepenuhnya untuk kedua ini. Sulit bagi saya untuk fokus menulis, sementara income masih belum stabil dan signifikan. Jadi income itu mau dijadikan air terjun rezeki dulu, baru fokus menggarap novel atau buku.

Kamu yang mungkin saat ini sedang belajar menulis, giat sekali menulis, tapi belum berpenghasilan dari tulisan itu, bersabarlah dulu. Pastikan kamu memang layak sebagai penulis, karya kamu bisa menginspirasi pembaca, ketika mereka sudah mempercayai karya kamu, rezeki itu datang sendiri. Yakinlah! Rezeki penulis itu sudah ada yang atur, yang penting pandai mencari peluang di sekitar, dan jeli membisniskan tulisan itu sendiri. [Asmara Dewo]



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas