Ilustrasi Cinta pria | Foto Shutterstock

Asmarainjogja.id – Sebuah hubungan tidak selamanya berjalan mulus, lancar seperti air yang mengalir, atau seperti jalan tol yang lurus tanpa hambatan. Ada di mana suatu hubungan itu sangat rumit, dan sulit sekali dicari jalan keluarnya. Terutama hubungan yang dicampuri oleh orang ketiga.

Jika sebuah hubungan ada dua anak manusia, jika masuk seorang lagi dalam linkaran cinta tersebut, maka lingkaran cinta sudah tidak bulat lagi. Bercabang menjadi segitiga. Maka disebutlah cinta segitiga. Uniknya cinta segitiga ini tidak menghinggap di kaum muda saja, orangtua pun mengalamainya.

Bukankah banyak juga suami yang putra-putrinya sudah lajang dan gadis, eh, si bapak tergoda dengan perempuan lain. Ujung-ujungnya poligami. Cinta pun jadi segitiga. Nah, sebelum menikah, apa urusannya lancar begitu saja? Oh, tidak! Berliku-liku, panjang, dan melelahkan. Perang suami-istri tak kalah lebih hebat dari perang dunia ke-II. Apalagi si istri sudah minta diceraikan saja!

Bagi Anda dari keluarga yang normal-normal saja, tentu tidak akan paham yang seperti ini. Membayangkannya saja juga mungkin tidak pernah. Kalau di sinetron di televisi itu sih belum seberapa. Serius.

Nah, kalau di kehidupan nyata, rumah seperti kapal pecah. Piring dan gelas terbang, pecah berantakan. Televisi pun kalau tidak ingat masih kredit ikut pecah di perang tersebut. Bahkan sampai khilaf, ikut terbanting juga akhirnya.

Baca juga:

Menguji Kesetiaan Pasangan saat Bertubuh Gendut

Minangkabau, Satu-Satunya Suku Memiliki Garis Keturunan Unik di Indonesia

Di Luar Tampak Rapuh, Padahal Hati Wanita Lebih Kokoh dari Tembok Cina

Anak-anaknya kemana? Hanya ikutan menangis di dalam kamar masing-masing. Terekam jelas apa yang terjadi di saat itu, sampai kelak dewasa. Bukankah kita tahu betul, ingatan seorang anak sangat kuat, dan juga memengaruhi cara berpikirnya di masa yang akan datang?

Ribut-ribut tanpa mengenal waktu di rumah sudah biasa, tak perduli tetangga sebelah sedang mimpi indah atau mengorok. Dirubungi satu RT pun bukan hal yang memalukan lagi. Ya, karena sudah biasa, sudah menjadi kewajaran. Suami-istri sering amuk-amukan seperti itu, anaknya pun jadi terlantar. Mulai dari perkembangan dan pendidikannya. Karena yang dihadapinya seperti itu terus. Kekacauan dalam sebuah keluarga.

Sekarang, mari kita kembali lagi ke titik awal. Sudah disinggung di atas, orang ketiga masuk di sebuah hubungan, bukan hanya dialami ABG yang masih bau kencur saja. Orang tua pun tak luput dari orang ketiga. Jadi orang ketiga ini cukup luas pengaruh dan bahayanya. Yang unik bin anehnya, kenapa ada yang mau jadi orang ketiga? Kalau dipikir-pikir secara logika dan wajar, maka taka da yang mau jadi orang kedua, di bawah cinta pertama.

Namun itu sungguh terjadi di kehidupan nyata. Perduli apa dengan orang kedua, ketiga, atau keempat, yang penting: cintaku padamu. Toh, yang jalani aku, bukan mereka. Begitulah kira-kira cara berpikirnya tipe orang ketiga di sebuah hubungan asmara tersebut.

Orang ketiga selalu salah di mata istri pertama. Sebaik apapun dia, dianggap paling jahat sedunia, karena sudah merebut suami orang. Terkadang, kita juga harus paham dalam setiap kasus rumah tangga itu, bisa jadikan si suami juga genit? Eh, awalnya cuma iseng,   lama-lama jadi serius, akhirnya menikah. Menikah siri pula. Sah? Ya, sah. Tapi yaitu tadi, gunjingan di sana-sini terdengar sampai ke langit. Ribut sekali.

Kaum wanita harus paham, terutama bagi seorang istri yang dimadu. Pria itu tidak akan pernah melepaskan cintanya, baik itu cinta pertamanya (istri pertama), ataupun orang ketiga. Diancam apapun itu, bagaimanapun caranya, termasuk juga memohon-mohon sampai menangis darah sekalipun, tak akan mau menceraikan istri pertamanya. Kok begitu? Iya, memang begitu!

Itu sama saja dengan menyiksa batin istri pertama, tidak adil, dan sangat… sangat egois. Tunggu dulu! Jangan buru-buru menilai seperti itu! Seorang pria berusaha adil di cinta segitiganya, itulah sebabnya satu pun di antara mereka tidak dilepaskannya. Mau bagaimana pun akan dipertahankannya.

Suami paham betul, jika sudah memperistri dua wanita, satu yang diceraikan, tentunya rumah tangga yang diceraikan akan kocar-kacir. Jangan bilang, tidak! Kalau belum pernah mengalami. Seorang istri tanpa suami juga dinilai tidak baik di mata sosial, kecuali dicerai mati. Itu lain cerita.

Sungguh, tidak berani bilang, kenapa kaum pria selalu lebih istimewa dibandingkan perempuan dalam masalah cinta. Jika pria bisa beristri lebih dari satu. Tidak seperti perempuan yang hanya menerima nasib cintanya. Bersukur jika suaminya tidak mencari wanita lain. Dan harus mencoba ikhlas hati jika suaminya beristri lagi.

Kenapa? Kenapa seperti itu? Di mana keadilan cinta bagi kaum wanita?

Inilah yang sangat menarik dalam kehidupan cinta anak manusia. Jika kita berpedoman pada Al-Qur’an, maka suami boleh menikah lebih dari satu. Namun tidak lebih dari empat. Wanita, hanya boleh bersuami satu. Setuju tidak setuju, itu tertulis dalam kitab suci Al-Qur’an. Yang pastinya suami juga tidak boleh beristri lagi jika semata-mata hanya urusan nafsu semata. Ada banyak syaratnya. Bukan urusan cantik dan cinta saja.

Baca juga:

Empat Tahap Kehidupan yang Perlu Dinikmati Wanita Dewasa

Ini Alasannya Kenapa Wanita Suka Merumpi

Pujangga yang Letih Mengejar Cinta

Ada banyak dalam kehidupan keluarga, kenapa seorang istri terpaksa ikhlas jika suaminya beristri lagi. Satu-satunya alasannya adalah demi anak-anaknya. Bukan karena tidak pandai cari uang, atau takut tidak laku. Semua itu demi keutuhan keluarganya. Sesakit-sakitnya, bagaimana pun deritanya jadi istri tua, tetap ia pertahankan.

Ia pasrahkan pada Allah SWT. Jika suaminya kembali lagi, maka bersyukur, jika tidak, itu sudah ketetapan Tuhan. Setidak-tidaknya ia berusaha dengan sebaik-baiknya menjadi istri terbaik, menjadi seorang ibu terbaik untuk anak-anaknya. Dan harapan ke depannya pula, anak-anaknya kelak jika dewasa bisa belajar dari penderitaan ibunya.

Jika anaknya laki-laki akan paham bagaimana sakitnya seorang istri jika dimadu. Dan jika anaknya perempuan tidak akan mau jadi istri kedua, kalau hanya sekadar cinta dan urusan dunia saja. Semua anak-anaknya akan tumbuh menjadi seorang suami atau istri yang paham menyikapi problema keluarga.  [Asmara Dewo]

Yuk, ikut andil dalam perkembangan AsmaraInJogja dengan   

Lihat atraksi tong setan:

Atraksi omba asmara

 



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas