Ilustrasi seorang traveler | Foto Travela Hijab

Asmarainjogja.id – Perjalanan seseorang dari satu titik ke ribuan titik lainnya di bumi ini mengguratkan kisah perjalanannya. Mengunjungi tempat-tempat eksotik di belahan dunia, berkenalan dengan orang-orang asing, belajar dari setiap sudut bumi yang dipijaknya, sampai akhirnya ia tahu bahwa perjalanan adalah guru alam sesungguhnya.

Tidak hanya membaca yang tersurat saja, ia bisa mengeja apapun yang akan menjadi bekal di kemudian hari, ia menyebutnya ‘ini adalah pengalamanku’. Sebuah pengalaman yang akan diceritakan pada generasi selanjutnya, bahwa ia pernah hadir menapaki daratan luas, menyelami lautan dalam, mendaki bukitan. Orang-orang juga menamainya sang petualang.

Terkadang traveler itu dituding insan-insan hedonisme, apatis, dan lain macamnya. Mungkin ada benarnya, jika melihat trend traveling ala kekinian. Sebuah perjalanan yang hanya menunjukkan eksistensinya di dunia maya. Sibuk pegang gadget sepanjang jalan, hingga ia tidak mendapatkan hakikat perjalanan sesungguhnya.

Apalah arti dari sebuah komentar puja-puji dan like, sementara hakikat dari perjalanan itu tak tersentuh. Hanya lelah dan merobek kantong saja. Soal kesenangan, itu bisa didapat, tak meski harus jauh-jauh melangkah. Apalagi soal waktu yang terbuang sia-sia, waktu jauh lebih mahal dari materi lainnya. Semoga kita sepakat dalam hal ini.

Mari kita sejenak berbicara tentang Indonesia. Kira-kira apa yang bisa dibanggakan pada negeri ini selain alamnya yang begitu indah? Begitu memesona, bahkan masyarakat dunia memimpikan untuk berkunjung di negeri kita. Tak etis pula jika di kesempatan berbahagia ini kita membahas pemerintahan yang kelabu, karena itu pula alangkah baiknya berfokus ke wisata Indonesianya saja. Jadi jelas, secuil surga yang ada di Indonesia inilah satu-satunya yang bisa dibanggakan ke pintu internasional.

Ada pantai melandai yang menggoda di Bali, ada pantai dengan karakter tebing cadas di Gunungkidul, Yogyakarta, ada pula pantai membiru membahana di Raja Ampat, Papua Barat. Tiga lokasi pantai itu hanya sebagian dari ribuan pantai indah di Indonesia, belum lagi menyinggung pantai-pantai di Maluku, Aceh dan lainnya. Sungguh, banyak sekali yang akan kita tulis di sini.

Soal wisata sejarah, jangan diragukan lagi di Indonesia. Bukankah bangsa kita terkenal dengan sejarah kerajaannya? Yang mana pada masa-masa itu, kerajaan-kerajaan yang berkuasa mendirikan bangunan-bangunan sakral yang sampai saat ini masih bisa kita saksikan. Borobudur misalnya, sebuah candi peninggalan Budha yang dibangun sekitar abad ke-8, di masa wangsa Syailendra. Magelang, Jawa Tengah, karena candi yang terkenal di dunia itu pun menjadi tujuan utama turis ke Indonesia.

Selain itu ada Bromo yang terletak di Malang, Jawa Timur. Wisata alam yang menggugah turis ini menjadi salah satu primadona wisata Indonesia. Gunung-gemunung di sana menjadi pemandangan yang sangat epik di saat pagi hari. Pemburu sunrise ketika masih gelap sudah berbondong-bondong menanti sang fazar di langit timur.

Perjalanan berikutnya, biasanya traveler di sana menikmati lautan pasir dengan jeep atau trail. Boleh dibilang traveling ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru adalah salah satu wisata alam terbaik di Indonesia, dilihat dari sisi keindahan alam yang ada di sana. Intinya bertualang menuliskan kisah traveling ke Bromo tak akan sia-sia.

Di sisi lain, uniknya seorang traveler menjadi buah bibir masyarakat awam tentang dunia jalan-jalan. Rasa penasaran itu adalah soal darimana semua biaya saat melakukan traveling ke berbagai daerah, mulai dari satu negara ke negara lainnya, atau juga dari satu wisata ke wisata lainnya dalam skala nasional saja. Perlu dicatat bahwasanya seorang traveler sejati itu terkadang dalam perjalanannya uangnya pas-pasan.

Cari Hijab murah di www.padusihijab.com  saja

Uang yang ada di kantong dan rekeningnya hanya cukup untuk budget yang sifatnya urgent saja, misalnya biaya penginapan, biaya transportasi, uang makan, dan retribusi objek wisata. Maka tak heran pula manajemen seorang traveler itu patut diacungi jempol. Ia mampu menjelajah ke tempat-tempat eksotis dengan biaya yang sangat minim. Bahkan ada pula traveler yang mengandalkan nasib di perjalanannya, alias menumpang transportasi, menumpaang tempat tinggal sementara waktu, dan lain sebagainya.

Traveler yang malang melintang di wisata dunia juga memanfaatkan perjalanannya untuk dikomersilkan. Biasanya ia menjual tulisan, foto, video, atau endorse produk. Yang pada intinya adalah bagaimana ia bisa mendapatkan uang untuk bertahan hidup di bumi tempat berpijaknya saat itu.

Nah, hal yang tak kalah menarik lagi ialah hobi traveling juga bisa dijadikan modal atau inspirasi bisnis. Coba perhatikan guide paket tour yang menjajakan jasanya di internet, khususnya di media sosial. Mereka itu berawal dari hobi jalan-jalan, lalu punya inisiatif untuk membisniskannya.

Bisnisnya adalah memandu wisatawan yang ingin berkunjung ke tempat tertentu. Karena ia sudah paham seluk-beluk wisata tersebut, jadi dia sangat mudah menghitung semua biaya perjalanan ke sana. Dan dari dari sanalah ia mengambil keuntungan atas jasa memandunya.

Jadi sungguh keliru, jika orang yang hobi traveling itu menghabiskan uang saja. Ketika hobinya itu sudah dibisniskan, boleh jadi ia akan berhasil dalam bisnisnya. Tentu saja pekerjaan yang paling menyenangkan adalah pekerjaan dari hobi itu sendiri. Dan yang lebih kerennya lagi adalah dialah owner dari bisnis yang tersebut.

Rugi sekali ketika wisata alam yang diserbu oleh jutaan wisatawan dari berbagai negara di dunia, dan kita hanya menjadi penonton. Tidak bisa mendapatkan keuntungan apa-apa di sana. Seorang traveler Indonesia semestinya bisa mengambil peluang di sini, selain untuk mendapatkan keuntungan juga bisa menjadi inspirasi masyarakat luas lainnya. Jika sekelompok masyarakat bisa memanfaatkan keadaan dan situasi yang ada dengan baik, investor asing yang ingin menancapkan kuku modalnya tentunya tertangkis oleh masyarakat.

Hijab cantik cuma 15 Ribuan, klik di sini! 

Karena jelas, masyarakat yang cerdas dan bisa memanfaatkan wisata alamnya tidak akan memberikan ruang pada pemodal untuk menggarap bisnis wisata di daerah-daerah tertentu. Di sinilah kesempatan masyarakat setempat untuk mengelola wisatanya sendiri dengan baik guna untuk kemanfaatan bersama. [Asmara Dewo]

Baca juga:

Mahasiswa Mandiri, Contoh Mahasiswa Masa Depan Indonesia

Nasib Pertanyaan Usil Bagi si Lajang

Fenomena Instagram, dari Anak Alay sampai Bisnis yang Menguntungkan 



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas