Kegiatan Ekskul menulis (Ilustrasi) | Foto Bruce Matsunaga, Flickr

Asmarainjogja.id-Kegiatan ekskul (ekstrakurikuler)  di sekolah sepertinya harus ditambah lagi dengan kegiatan yang bisa memberi pengaruh besar bagi bangsa ini.

Kalau kita perhatikan adik-adik kita yang masih duduk di SMP, SMA, waktu mereka terkadang habis sia-sia begitu saja.

Tak jarang pula kegiatan mereka di luar sana bernilai negatif, yang bisa merugikan dirinya sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Pacaran, tawuran, main game yang berlebihan, narkoba, pergaulan bebas, seks bebas, bergabung di komunitas yang merusak, seperti geng motor. Kegiatan-kegiatan seperti ini membumi sekali di kehidupan anak sekolah yang tercinta ini.

Akibatnya, kita tahu sendiri, prestasi anjlok, psikologis si siswa pun terganggu, juga cukup banyak yang berhenti sekolah karena perutnya membengkak (baca: hamil), masuk penjara, dan memang tak mau belajar lagi. Betapa ruginya remaja yang seperti itu, orangtua pun kecewa begitu dalam, dan para guru merasa gagal menjadi seorang pendidik.

Kenakalan anak sekolah jika dibiarkan terus begini, apa negara Indonesia ini mau diisi orang-orang seperti mereka? Para pejabat, dan pemimpinnya dari mereka? Dan rakyatnya dihuni oleh generasi siswa semacam tadi? Wisss, andai demikian, negara ini bisa semakin kacau.

Untuk meminimalisir kenalakan anak sekolah tersebut, para pendidik harus lebih ekstra lagi membimbing mereka agar bisa menjadi siswa yang berguna. Dan juga mengantarkan para siswa menjadi orang-orang yang berhasil sesuai impiannya di masa yang akan datang.

Masa SMP dan SMA, adalah masa di mana mereka ingin sekali “menunjukkan” eksistensinya dalam kehidupan ini. Sebuah rasa ingin berontak dan semena-mena karena tidak sesuai keinginan, menjadikannya pribadi yang liar. Tak bisa diajak kompromi. Terutama bagi siswa yang sudah terjangkit narkoba, dan pergaulan yang rusak.

Sebab itu pula, tak ada salahnya jika ekskul menulis bisa diterapkan di sekolah, baik SMA, SMP, juga SD. Ada banyak sekali manfaat menulis untuk para siswa. Selain melejitkan prestasinya di sekolah, juga sebagai aset bangsa bagi negara ini ke depannya.

Tugas pendidik hanya menanamkan hobi menulis saja kepada siswanya, jika hobi itu sudah tertanam di hatinya, maka para siswa itu sendiri yang terus mengembangkan hobi positif itu. Mereka akan terus berkembang, besar, dan selalu merekrut kawan-kawannya yang lain untuk bergabung dengan kegiatan menulis mereka.

Ada satu sifat pada masa remaja pada umumnya, yaitu  suka  ikut-ikutan. Nah, karakter membeo ini diarahkan ke kegiatan menulis tadi. Jadikan sebuah tren di sekolah, kalau tidak menulis itu siswa yang tidak keren. Namun ingat pula, membujuk jelas cara yang lebih jitu tanpa harus memaksa para siswa.

Dan cara paling mujarab untuk menarik siswa suka menulis adalah memberikan kebebasannya untuk menulis apa saja. Didik mereka agar mengarang dari hasil pikirannya sendiri. Semua itu dituliskan di bukunya masing-masing, atau di komputer. Yang penting diberi pesan pada mereka! Menulis yang tidak bertentangan dengan negara dan agama. Beres, Itu saja!

Jika ekskul ini berjalan dengan baik, dan minat menulis siswa semakin tumbuh dan berkembang, tak ada salahnya juga pihak sekolah mengundang penulis terkenal di Indonesia yang sudah melahirkan banyak karya buku, atau novel.

Para siswa bisa belajar menulis langsung dari penulis tersebut. Acara seperti itu memang sangat efektif untuk belajar menulis yang sesungguhnya. Karena seorang penulis tahu benar bagaimana mengajarkan ilmu kepenulisannya.

Dengan cara mengundang penulis yang sesungguhnya tentu saja itu akan menjadi motivasi dan menginspirasi siswa untuk lebih semangat lagi belajar menulisnya. Dan para siswa itu pun pikirannya akan terbuka, lalu membentuk diri sendiri sesuai minatnya dalam penulisan.

Ia akan memanfaatkan menulis itu sebagai apa? Hanya sekadar hobi yang menginspirasi saja atau sebuah profesi suatu hari nanti? Atau juga ke depannya ingin berkarir di bidang lain, dan menulis hanya untuk menunjang karirnya agar lebih baik lagi?

Semua itu akan didapatkan dari siswa yang mulai paham di dunia kepenulisannya. Tugas para pendidik adalah membimbing, mengarahkan, dan membantu siswa mengejar impiannya.

Belajar menulis, tidak seperti belajar di kelas yang sifatnya monoton. Belajar menulis tak hanya di ruang tertutup, di kelas saja, di aula, atau di lapangan sekolah. Tidak meski di lingkungan sekolah. Belajar menulis bisa diterapkan di luar sekolah.

Sifat anak sekolah itu pada umumnya suka jalan-jalan. Pergi kemana saja, yang penting menyenangkan hatinya. Mungkin bepergian ke objek wisata. Ya, jalan-jalan mengunjungi objek wisata sepertinya disetujui semua oleh para siswa.

Nah, di objek wisata itu para pendidik bisa memberikan pelajaran menulis. Atau lebih gampangnya, berikan tugas para siswa untuk mengarang tentang apa saja mengenai objek wisata tersebut.

Dan biasanya, setiap masa liburan di sekolah ada study tour begitu, kan? Kenapa kegiatan ini tidak dimanfaatkan saja oleh pihak sekolah. Jauh hari sebelum siswa mengadakan study tour, setiap siswa yang ikut harus pintar dulu menulis/mengarang. Jadi, para siswa yang ikut study tour   akan menuliskan cerita perjalanan setiap objek wisata yang dikunjunginya.

Ya, ini hanya harapan saya sebagai pemuda yang dulu juga pernah sekolah, dan sekarang bergelut di dunia tulis-menulis. Ide ini timbul karena melihat adik-adik yang masih duduk di sekolah mempunyai hobi yang negatif, sebuah hobi yang merugikan dirinya  saat ini,  maupun di masa yanag akan datang.

Saya berkeyakinan penuh, jika hobi siswa itu positif dan mempunyai pengaruh yang besar, maka insya Allah kelak ia akan menjadi orang yang sukses. Sebaliknya pula, jika hobi siswa itu negatif, maka gelaplah masa depannya.

Maaf, ini bukan mengukur  kesuksesan seseorang, bukan seperti itu! Karena kita juga tahu, hobi yang positif, membentuk karakter yang positif, jika karakterya positif, ia akan berguna sekali bagi dirinya sendiri, keluarganya, negara, juga agamanya.

Nah, salah satu hobi positif itu adalah menulis. Hobi yang gampang dipelajari, mudah dipahami, belajarnya tidak mengenal ruang dan waktu, tapi mempunyai manfaat yang luar biasa bagi  kehidupan dan  peradaban manusia .[]

Penulis:  Asmara Dewo 

Baca juga:  Cerita Kartini Kecil di Sekolah dan Surat Kartini untuk Nyonya Van Kol 

Yuk, gabung di Media Sosial kami!  Google+  Fanpage  Facebook  Twitter  YouTube








Custom Search




Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas