Kedua Orang Tua saya || Koleksi Pribadi

Asmarainjogja.id – Berbicara tentang sebuah keikhasan, ketulusan, cinta, dan kasih sayang takkan pernah habisnya. Manusia adalah makhluk ciptaan yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya di muka bumi ini.

Manusia diciptakan oleh Yang Maha Kuasa dengan berbagai rupa dan sifatnya. Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa orang lain. Saling bergantungan satu sama lainnya.

Mustahil rasanya manusia hidup bisa sendiri atau individu. Kalau ada itu patut di pertanyakan. Selain itu manusia adalah makhluk yang ciptakan punya akal dan pikiran yang membedakan dengan makhluk lainnya.

Dengan akal dan pikiran itulah manusia dapat menentukan mana yang baik dan mana yang buruk. Keturunan Nabi Adam ini pula di bekali sebuah perasaan seperti rasa sayang, cinta, kasih sayang, ikhlas, pemarah, angkuh dan banyak lagi sifat manusia lainnya.

Berbicara soal sebuah ke ikhlasan adalah kata yang sering kita dengar. “Saya ikhlas, kok, bantu kamu. Sumpah!”. “Aku iklhas kok dijadikan istri kedua, asal nikahnya sama kamu”.

Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali orang yang bertopeng ikhlas, tapi hatinya tidak. Hanya di mulut saja tapi kelakuannya tidak mencerminkan sama sekali.

Berbohong demi membuat terkenal, berkedok ikhlas untuk mendapatkan simpati sahabat padahal di lubuk hatinya tidak sesuai. Bahkan mengumpat. Banyak sekali kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari orang seperti itu.

Apakah itu salah? Itu adalah sifat manusia yang tak bisa dipungkuri. Memang manusia tidaklah sempurna. Tapi heran juga, ya, katanya ikhlas tapi, kok, disebut-sebut, ya?

Jadi siapakah yang paling iklhas dalam kehidupan kita? Jawabannya adalah orang tua kita. Dia adalah Ayah dan Ibumu.

Coba kamu pikir-pikir dulu. Menilik kebelakang. Kenanglah masa dimana orangtua adalah orang yang paling ikhlas di dunia ini.
Kadang kita abai dengan orang sekitar kita, orang yang paling dekat dengan kita, padahal merekah orang yang nyata melakukan apapun untuk hidupmu. Ya, mereka adalah Ayah dan Ibu kita.

Kadang beliau rela membawa satu bungkus nasi, untuk makan bersama-sama. Walaupun itu sama sekali tidak cukup untuk dimakan berlima.

Atau pernahkah kamu merengek manja pada ibumu untuk membeli sebuah sepatu baru, tas baru, baju baru atau handphone masa kini yang super janggih dan tentunya harganya selangit? Pernah bukan? Padahal beliau sedang tak punya uang, tapi tidak pernah mengatakan tidak, “Insyaallah kalau udah punya uang kita beli ya, Nak”

Kadang kita sebagai anak hanya tau meminta saja. Padahal sesungguhnya cari uang itu susah sekali. Beruntung jika orang tuamu adalah PNS yang pasti gajian setiap bulan. Coba kalau buruh kasar, tukang bangunan, pelayan toko? Mau dicari kemana uang sebanyak itu?

loading...



Kadang kita selalu mengumpat pada orangtua, dengan kondisi kehidupan yang tak layak. Lebih senang membandingkan kekayaan teman-temanmu. Ketahuilah orang tuamana yang tidak mau melihat anaknya bahagia. Semua orang tua ingin anaknya bahagia, terlihat cantik, ganteng, dan keren.

Hanya saja kita tak pernah mensyukuri keadaaan orangtua. Tahukah kamu saat dunia menertawakan. Siapa yang paling setia dan ikhlas menerima kamu apa adanya? Siapa lagi kalau bukan kedua orangtua.

Tidak ada istilah mantan anak atau mantan ibu. Darah yang mengalir di dalam tubuhmu adalah darah ibu dan ayah. Semesta tidak dapat memungkiri itu.

Percayalah walaupun sampai ke ujung dunia engkau berada. Yang paling ikhlas dan tulus adalah orang tuamu.

Buka hati. Buka mata lebar-lebar. Singkirkan segala angan-angan duniamu. Lihatlah dua sosok yang paling hebat dalam hidupmu. Sosok paling luar biasa tanpa kenal lelah untuk selalu siap berada hanya untuk kamu.

Kita tidak butuh orang-orang munafik di luar sana yang selalu memakai topeng keikhlasan.

Sungguh kebahagian itu dekat sekali dengan kita. Hanya saja kita dibutakan oleh nafsu, impian.

Dekaplah sumber kebahagiaanmu dalam doa. Lalu perlakukanlah beliau sebaik-baiknya. Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung.

Rizka Wahyuni

Yogyakarta, 27 Juni 2017

 

Baca juga:

Cara Manfaatkan THR Agar Tahun Depan Tidak Galau Lagi

 

Masih Anak-anak Bekerja Pakai Otot, Sudah Dewasa Pakai Otak

 

Maaf, Mak, Lebaran Ini Aku Tak Pulang



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas