Novel Ujung Ranting Patah

Judul Novel: Ujung Ranting Patah

Penulis: Saad Saefullah

Jumlah Hal + Ukuran: X + 322, 14 X 20,5 cm

ISBN: 978-602-732132-8

Penerbit: Islampos

Harga Normal: Rp. 70.000 + Belum Ongkos Kirim

Harga Pre-Order (Sebelum tanggal 5 Maret 2016, Diskon 20%) Rp. 56.000 + Belum Ongkos Kirim. Buku Insya Allah terbit pada 1 Maret 2016.

Cara Pemesanan:

VIA SMS / WA: ke nomor
085880287822 (Wini)
0819-0871-7623 (Tati)

Dengan format NAMA, PESAN BUKU URP, ALAMAT LENGKAP

Sebuah novel remaja, tentang cinta dan penghianatan, tentang kehilangan dan pengabdian.

Sinopsis Novel Ujung Ranting Patah

CINTA pertama hanya persiapan untuk cinta kedua, dan cinta kedua hanya sekadar pengulangan dari cinta pertama. Namun celakanya, cinta pertama selalu memberikan perbandingan. Begitulah yang dialami olehnya dalam beberapa bulan terakhir ini. Cinta pertamanya adalah seorang perempuan sederhana semenjak kuliah dulu, sementara cinta yang lain ini adalah pada seorang perempuan yang tak boleh ia sentuh: muridnya sendiri. Apakah adil jika cinta berputar di antara tiga orang tak saling kenal?

Sementara kau baru akan menganggap sesuatu itu berharga dalam hidupmu, ketika kau sudah kehilangannya. Dimana hari-hari itu? Dimana hari-hari yang terlewatkan itu? Mengapakah jadi luka ketika cinta berbuah pedih? Ya, mengapa? Kenyataan bahwa ia tengah begitu dekat dengan seseorang yang lain saat ini—sama sekali tak membuatnya aman atau lepas dari rasa takut. Ya, ia menjadi takut, tiba-tiba. Takut menghadapi hari-hari terbentang di depan mata, yang mungkinkah kosong juga seperti saat sekarang ini? Antara cinta dan persahabatan, mana yang akan dipilih?

Sementara dunia yang baru ia pijak selepas kuliah memberikan kenyataan lain. “Pikiranmu itu bodoh dan naif sekali! Kamu pikir, tidak ada korupsi di sekolah ini?” Perkataan itu terus tengiang-ngiang di kepala Dek. Setelah lulus kuliah, tak ada yang lebih diinginkan oleh Dek selain menjadi guru. Maka ia pun mengajar di SMA almamater di kotanya. Dari sinilah perjalanan hidupnya dimulai.

Ia banyak berselisih dengan sebagian guru senior, sampai kemudian sampai pada kenyataan bahwa seorang guru yang sangat ia kagumi dan hormati ternyata melakukan sebuah perbuatan yang sangat bertentangan dengan semua prinsip dan keyakinannya. Ia berada dalam dua pilihan hidup dan mati: terus mengajar dengan berpura-pura tidak mengetahui perbuatan merugikan guru tersebut, ataukah melawan dan menegakkan semua impiannya tentang menjadi seorang guru.








Custom Search



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas