Foto Pantai Pok Tunggal dari Bukit Panjung | AIJ

Asmarainjogja.id-Perbukitan yang cukup gersang, namun ditumbuhi juga pepohonan hijau menyejukkan mata  yang memandang, serta jalan berliku menciutkan nyali. Selamat datang di pantai Pok Tunggal.

Gunung Kidul lokasi pantai yang sangat populer wisata Jogja ini memang terus dilestarikan oleh dinas pariwisata dan warga setempat. Tak heran pula dari berbagai pengunjung nasional bahkan internasional selalu mencari informasi terbaru objek wisata di selatan Jogjakarta ini.

Satu di antara jejeran pantai Laut Selatan ini adalah pantai Pok Tunggal yang terletak di Desa Tepus. Jika dari pusat Kota Jogjakarta menuju pantai tersebut memakan waktu berkisar dua jam lebih.

Keunikan dari pantai Pok Tunggal adalah pohon pok yang tumbuh tak jauh dari bibir pantai. Konon dari informasi yang didapat, pohon pok itu sulit tumbuh, apalagi dilestarikan. Karena itu pula banyak sekali wisatawan yang penasaran bagaimana bentuk pohon yang dijadikan icon pantai Pok Tunggal. 

Kalau kita ketik keyword “Pok Tunggal” di google, maka akan muncul sebatang pohon beranting banyak digantungi dedaunan hijau yang tumbuh di pasir putih pantai. Sungguh menawan nan indah memang. Menggugah hati ingin segera ke sana.

Upss … tapi tunggu dulu! Sebagai penulis yang bertanggungjawab atas berita perjajalannya, kami tidak mau dianggap marketing objek wisata. Menutupi kekurangan objek wisata yang diulas. Pernahkah pengunjung membaca artikel wisata, kemudian berkemas diri mengunjungi wisata yang baru saja dibaca? Kemudian sedikit kecewa karena tidak sesuai dengan informasi yang baru saja didapatkan. 

Sekitar tiga minggu yang lalu kami berkunjung ke pantai Pok Tunggal, dengan rasa penasaran yang menggebu-gebu, bagaimana “rupawannya” pantai Pok Tunggal dengan icon pohon pok itu. Ya, sekarang pohon itu tidak berdaun rindang lagi, daunnya berguguran, ranting-ranting yang “mencakar” langit itu semakin jelas.

 

Pohon Pok Tunggal

 

Dan pertanyaannya adalah: Apakah pohon itu “rupawan bin cantik”? Jawabannya dari kami adalah pohon itu eksotik. Nah, jika pengunjung datang ke sana silahkan beri tanggapan sendiri, yang jelas tidak seperti foto yang beredar di internet. Yang perlu diketahui adalah mungkin saja foto tersebut diambil tahun-tahun lalu.

Selain pohon pok itu sendiri yang eksotik, pantai berpasir putih lembut ini ditumbuhi batu karang di bibir pantai. Biru kehijauan airnya memanjakan mata betah memandangnya. Untuk menikmati keseluruhan pantai Pok Tunggal dengan pemandangan luas, ada dua perbukitan yang mengapitnya. Di sebelah kiri pantai menjulang tinggi bukit Panjung.

Untuk menaiki ke atas bukit Panjung, kita harus mempunyai nyali yang tinggi. Dengan jalan setapak bertepikan jurang tinggi tentu saja membuat bulu kuduk merinding. Tapi itu pula yang menjadi keseruan dan kesan berwisata di pantai ini.

Apalagi saat saat kami berkunjung ke sana sedang ada perbaikan jembatan. Perlu diketahui pula jembatannya bukan seperti jembatan umumnya. Jembatan ini dibuat dari bambu. Wow … harus ekstra hati-hati saat melintasinya, Guys! Dengan semangat dan kewaspadaan, akhirnya kami lulus juga dari jembatan ini. Ya, kami pun menapakkan kaki di atas Bukit Panjung.

Lantas   apa yang ada di sana? Baguskah? Indahkah?

O … ouw … lagi-lagi kami tak ingin disebut marketer objek wisata. Yang bisa kami jawab adalah pemandangan fantastis. Di sana ada taman yang sengaja dirawat oleh pihak pengelola, juga tersedia losmen dan warung kecil. Ditumbuhi rerumputan dan pepohonan yang ditata dengan apik yang berbenteng bebatuan kecil menjadikan tempat ini seperti “taman langit”.

Bagaimana tidak, Guys? Duduk santai di bawah pondok dengan panorama laut sepanjang mata memandang, bergemuruh pula angin berdesir-desir berbisik ke telinga. Taman kecil yang bersih nan indah itu membuat betah kita ingin bermalam saja. Tak ada habisnya menikmati keseluruhan landscape Pantai Pok Tunggal dari Bukit Panjung.

Lautan yang membentang luas, awan bergantungan di bawah langit, perbukitan yang ingin menggapai awan. Dan pasir putih bersih terhampar di bibir pantai, serta biru kehijaunan airnya menampakkan batu karang dari atas bukit. Bukankah itu sedikit dari gambaran “secuil surga yang terlepas”?

Ah … rasa-rasanya biarlah pengunjung sendiri yang menilai. Jika pengunjung pergi ke sana melalui artikel wisata ini, harapan kami adalah Anda tidak menilai kami penulis yang berlebihan. Selamat berkunjung! Sampai jumpa di Kota Pariwisata Jogjakarta. Salam travelling dari tim Asmara In Jogja.

Penulis: Asmara Dewo






Komentar Untuk artikel Ini (2)

  • Asmara Dewo Senin, 25 Januari 2016

    Sekarang sudah beda, Mas, itu ada fotonya :) Terima kasih, sudah berkunjung.

  • cah yogya Senin, 11 Januari 2016

    Saya beberapa bulan lalu ke sana dan pohonnya masih rindang..ternyata sekarang daunnya sudah berguguran ya?

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas